Tuesday, August 23, 2016

Kompas Edisi Selasa 23 Januari 2016

Kompas Edisi Selasa 23 Januari 2016
Kompas Edisi Selasa 23 Januari 2016

Berikan Solusi Konkret

Selesaikan Persoalan Perpajakan demi Prinsip Keadilan


JAKARTA, KOMPAS — Masih banyak persoalan perpajakan kelas menengah yang belum terakomodasi dalam program pengampunan pajak. Kondisi ini muncul baik pada payung hukum maupun pelayanan pajak. Perlu solusi mengatasi permasalahan ini demi memenuhi prinsip keadilan.

Pada umumnya, kelas menengah sudah membayar pajak dengan benar. Hal ini terutama dilakukan karyawan. Sebab, Pajak Penghasilan (PPh) langsung dipotong oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Namun, tidak sedikit harta kelompok kelas menengah ini yang belum dilaporkan dalam surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak. Hal ini, antara lain, disebabkan kelalaian wajib pajak atau kerumitan dalam mengurus persoalan administrasi.


Pesta di Rio Usai, AS Juara Umum


RIO DE JANEIRO, KOMPAS Di tengah beragam kendala, Olimpiade Rio de Janeiro 2016 terselenggara dengan baik pada 5-21 Agustus. Pahlawan olahraga dari 207 delegasi kembali ke negara masing-masing untuk berjumpa kembali di Tokyo, Jepang, empat tahun mendatang.

Amerika Serikat tampil sebagai juara umum dengan meraih 46 medali emas, 37 perak, dan 38 perunggu. Mereka dominan di cabang renang dengan 16 emas dan atletik (13 emas).

Pergeseran kekuatan terjadi antara Tiongkok dan Inggris Raya. Tiongkok, yang menempati peringkat kedua di London 2012 dengan 38 emas, kali ini turun ke posisi ketiga. Mereka kehilangan 12 emas, yaitu 3 dari bulu tangkis, 4 dari renang, dan 5 dari senam. Hanya atlet loncat indah yang mempertahankan dominasinya dengan 7 medali emas dari delapan nomor.


Infrastruktur Papua

Berjibaku Membangun Jalan Penghubung


Dum! Dentuman membahana, mengoyak sepi pagi di Mbua. Karang pun hancur berantakan, terpencar. Serpihannya melesat di kiri-kanan tubuh meski berjarak 200 meter lebih. Layar monitor kamera yang terhantam serpihan pun pecah. Krak....

Ledakan itu memberi tambahan trase jalan selebar 2 meter. Namun, tim demolasi dari Detasemen Zeni Tempur XII/Nabire dan Denzipur XIII/Sorong masih harus melakukan peledakan ulang untuk menambah lebar trase menjadi total 7 meter. Tak ada cara lain, dinding batu itu memang harus dihancurkan untuk memperlebar ruas jalan penghubung Distrik Mbua dan Distrik Dal, Kabupaten Nduga.

Keputusan itu diambil setelah tim gabungan dari Denzipur XII Nabire dan Denzipur XIII Sorong menilai trase tersebut termasuk titik rawan. Dinding karang yang berdiri tegak lurus itu berada tepat di sebuah tikungan sekaligus tanjakan curam dengan lebar badan jalan hanya 4 meter.