Tuesday, August 9, 2016

Kompas Edisi Selasa 9 Agustus 2016

Kompas Edisi Selasa 9 Agustus 2016
Kompas Edisi Selasa 9 Agustus 2016

Kesehatan Bangsa Tak Terlindungi

Bisnis Obat Menggiurkan, tapi Lemah Pengawasan


JAKARTA, KOMPAS — Tidak terkendalinya peredaran obat di Indonesia membuka peluang masuknya obat palsu, kedaluwarsa, dan obat yang diproduksi tak benar di masyarakat. Akibatnya, kesehatan bangsa tergadaikan dan kelanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional terancam. Namun, koordinasi dan penegakan aturan yang ada sangat lemah.

 Obat adalah komoditas khusus sehingga pengaturannya tak bisa disamakan dengan barang konsumsi lain. Dengan pengaturan produksi dan distribusi yang ketat, masuknya obat ilegal, termasuk di dalamnya obat palsu, di masyarakat bisa dicegah.

”Obat ilegal berpotensi tidak aman, juga palsu, karena tak ada penilaian obyektif dan ilmiah dari ahli atau lembaga kompeten. Kemanjuran dan keamanannya pun tak terjamin,” kata Guru Besar Ilmu Farmakologi dan Farmasi Klinis Universitas Gadjah Mada Zullies Ikawati yang dihubungi dari Jakarta, Senin (8/8).


Riau Ega Taklukkan Juara Dunia


RIO DE JANEIRO, KOMPAS Atlet putra Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila, menyita perhatian penonton dan kontingen lain di Sambodrome, arena panahan Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, Senin (8/8). Ega menaklukkan juara dunia, Kim Woo-jin (Korea Selatan), di babak kedua, dengan skor 6-2.


 Kim adalah juara dunia panahan 2011 dan 2015. Tiga hari sebelumnya, Kim, yang peringkat pertama dunia, memecahkan rekor dunia perolehan poin individu ketika baru memasuki babak penentuan peringkat.

Dalam perlombaan itu, Ega berhasil mengatasi rasa gugupnya dan menaklukkan Kim dalam tiga dari empat set perlombaan. Setiap set yang dimenangi memberi Ega dua poin.


PRODUK FARMASI

Ancaman Kesehatan Sedekat Ujung Jari


Teknologi gawai pintar kian memudahkan aktivitas manusia. Dengan sentuhan jari saja, kita bisa membeli barang yang kita inginkan. Namun, dalam membeli produk farmasi, kemudahan pembelian secara daring tanpa pemahaman risikonya justru bisa menjadi ancaman bagi kesehatan diri sendiri.

"Nanya dijawab, malah enggak percaya. Itu sudah teruji sesuai petunjuk pemakaian," ujar seseorang dengan nama akun Ferry Mustagfirin, dalam percakapan via layanan Blackberry Messenger (BBM), Sabtu (6/8) lalu. Ia menjawab pertanyaan Kompas seputar obat bermerek Cialis yang dijualnya secara daring, termasuk ada atau tidaknya efek samping obat.

Cialis merupakan obat keras berisi zat aktif tadalafil, yang dipakai untuk terapi pria dengan disfungsi ereksi. Para penjual dengan izin tak jelas mempromosikannya sebagai obat kuat bagi pria. "Artis banyak lho yang beli, ha-ha-ha..... Tapi (nama-nama artis itu) rahasia," kata Ferry, berupaya meyakinkan.