Saturday, August 6, 2016

Kompas Edisi Sabtu 6 Agustus 2016

Kompas Edisi Sabtu 6 Agustus 2016
Kompas Edisi Sabtu 6 Agustus 2016

Persaingan Atlet Dunia Dimulai

Indonesia Berpeluang Meraih Medali


Rio de Janeiro, Kompas Persaingan duta olahraga dari 207 delegasi di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 akan dimulai dengan upacara pembukaan yang digelar Jumat (5/8) malam waktu setempat atau Sabtu pagi waktu Indonesia. Sebanyak 28 atlet Indonesia menjadi bagian dari sekitar 10.000 atlet yang akan berkompetisi hingga 21 Agustus.

Atlet panahan, rowing, dan angkat besi akan memulai penampilan pada Sabtu. Mereka, terutama trio pemanah putra, Riau Ega Agata Salsabila, Muhammad Hanif Wijaya, dan Hendra Purnama, serta lifter putri Sri Wahyuni mengemban asa bangsa Indonesia untuk meraih medali pertama bagi Merah Putih.

Riau, Hanif, dan Hendra akan tampil di nomor beregu putra. Nomor ini menyelenggarakan babak penyisihan hingga final dengan sistem gugur sepanjang hari Sabtu ini.


Pertumbuhan

Momentum Perbaikan Ekonomi Terus Dijaga


JAKARTA, KOMPAS — Pertumbuhan ekonomi menguat. Tren ini tampak pada capaian triwulan II-2016. Agenda berikutnya adalah menjaga momentum dan meningkatkan kepercayaan agar investasi bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi.

”Yang paling penting sekarang adalah momentum ini harus terus dijaga,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Jumat (5/8), ketika ditanya pengumuman pertumbuhan ekonomi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data BPS, semua kegiatan ekonomi nasional pada triwulan II-2016 menghasilkan produk domestik bruto (PDB) senilai Rp 3.086,6 triliun. Dengan demikian, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, terjadi pertumbuhan ekonomi 5,18 persen. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2014 dan 2015, masing-masing 4,96 persen dan 4,66 persen. Pertumbuhan triwulan II di atas perkiraan beberapa kalangan. Mereka memperkirakan mendekati 5 persen.


Kreativitas Masyarakat

Pijar Peradaban di Kaki Perbukitan Menoreh


Sebagai pusar budaya, Candi Borobudur, mahakarya Dinasti Syailendra, tak hanya menghidupi, tetapi juga menghidupkan pijar peradaban warga sekitarnya. Destinasi baru dicipta lewat kreasi warga memanfaatkan elok alam perbukitan Menoreh. Repihan kue pariwisata global itu pun perlahan memeratakan sejahtera.

Dua pasang remaja tanggung seolah berlomba swafoto di tengah hening puncak Punthuk Setumbu, Kecamatan Borobudur, suatu pagi, di cerahnya bulan Juni. Di Punthuk Setumbu ini, Rangga dan Cinta menyongsong matahari terbit dalam satu adegan film Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2.

"Sudah lama dengar (Punthuk Setumbu), tetapi benar-benar pengin ke sini setelah nonton AADC 2. Katanya romantis. Walau harus naik bukit, enggak nyesel deh," ujar Keizia Nurmala (18), wisatawan asal Purwokerto, yang diamini Dendi Faizal (18), pasangannya.