Monday, August 1, 2016

Kompas Edisi Senin 1 Agustus 2016

Kompas Edisi Senin 1 Agustus 2016
Kompas Edisi Senin 1 Agustus 2016

Indonesia Menanti Aksi Terbaik

Persiapan Dimaksimalkan demi Tradisi Emas di Rio de Janeiro 2016


JAKARTA, KOMPAS — Sebanyak 28 atlet yang akan tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 diminta berjuang maksimal, dan membuang rasa minder, demi berlanjutnya tradisi medali emas Indonesia. Para atlet itu juga diingatkan untuk memperhatikan hal krusial di tengah persiapan yang makin sempit, seperti pola makan dan istirahat.

 Demikian rangkuman pendapat yang dihimpun Kompas dari sejumlah Olimpian (atlet yang pernah tampil di Olimpiade), antara lain Susy Susanti (bulu tangkis), Purnomo (atletik), Lilies Handayani (panahan), dan Richard Sam Bera (renang), akhir pekan lalu.

Mereka diwawancarai terkait pelaksanaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang akan berlangsung mulai Jumat (5/8) mendatang, atau empat hari lagi. Kontingen Indonesia berjuang melanjutkan tradisi meraih medali emas, yang terhenti pada Olimpiade London 2012.


PASAR FINANSIAL

Manajer Investasi Naikkan Target IHSG


JAKARTA, KOMPAS — Perekonomian yang membaik, harapan keberhasilan program pengampunan pajak, dan arus dana investor asing membuat perusahaan sekuritas dan manajer investasi merevisi target pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan menjadi lebih tinggi lagi. Suku bunga dan inflasi rendah juga menjadi salah satu pendorong saham.

Sejumlah kalangan yang dihubungi Kompas, pekan lalu dan Minggu (31/7), mengatakan, perbaikan itu mulai terlihat sehingga mereka merevisi target pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun ini.

Menurut Alvin Pattisahusiwa, Direktur Investasi Manulife Aset Manajemen Indonesia, secara bertahap terjadi perbaikan produk domestik bruto dan profitabilitas perusahaan. Selain itu, pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak menghapuskan ketidakpastian di pasar. "Masih ada potensi kenaikan peringkat dari Standard and Poor's (S&P) yang akan berdampak positif atas persepsi dan imbal hasil obligasi Indonesia," katanya.


OLIMPIADE 2016

Kasih Ibu Antar Maria Londa ke Rio de Janeiro


Bawalah bekal ini untuk mengobati rasa rindumu pada Tanah Air." Itulah pesan sang ibu kepada atlet lompat jauh terbaik Indonesia, Maria Natalia Londa (26), sesaat sebelum terbang selama 32 jam perjalanan menuju Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (27/7) malam. Dengan sekantong keripik tempe buatan bundanya, Maria meluncur ke "medan perang" untuk membela "Merah Putih" di ajang olahraga akbar sedunia, Olimpiade 2016.

Maria menjadi salah seorang dari 28 atlet Indonesia yang tampil di Rio 2016. Lulusan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali itu adalah atlet pertama Indonesia yang meraih tiket Olimpiade Rio 2016 setelah mencapai Limit A kualifikasi dengan jarak lompatan 6,70 meter di SEA Games Singapura 2015.

Agar tampil optimal di Rio, Maria berlatih keras, menjaga pola istirahat, dan mengatur asupan nutrisi. Putri pertama dari tiga bersaudara itu sebenarnya pantang makan makanan pedas dan gorengan karena bisa memengaruhi pemulihan tubuh. Namun, ibunya, Anastasia Ariningsih, tetap memasak makanan kesukaan Maria.