Saturday, April 30, 2016

Kompas Edisi Sabtu 30 April 2016

Kompas Edisi Sabtu 30 April 2016

Kepala Daerah Kunci Kesuksesan

Layanan Daring Dipraktikkan


JAKARTA, KOMPAS — Komitmen kepala daerah menjadi salah satu kunci kesuksesan penerapan pelayanan publik berbasis dalam jaringan. Komitmen itu terutama untuk menghadapi resistansi petugas yang akan kehilangan uang dari petty corruption atau korupsi skala kecil, tetapi berlangsung masif.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengumpulkan contoh bagus pelayanan publik berbasis dalam jaringan (daring) dari sejumlah daerah, seperti Surabaya (Jawa Timur), Kabupaten dan Kota Bogor (Jawa Barat), serta Pekalongan (Jawa Tengah). Contoh-contoh baik itu akan disebarkan ke daerah lain yang sudah mempunyai nota kesepahaman dengan KPK, yakni 44 kabupaten dan kota serta 4 provinsi.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Jumat (29/4), di Jakarta, mengatakan, pelayanan publik berbasis daring akan menekan potensi korupsi. Sebab, pelayanan bentuk itu akan memotong beberapa hal, yakni pertemuan antara petugas pelayanan publik dan warga yang membutuhkan pelayanan, menghilangkan calo pelayanan pubik, menghilangkan pungutan tak resmi, dan mempercepat pelayanan, sehingga akan lebih efektif.


TEROR WARGA

Senapan Angin Disita, Pelaku Utama Dikejar


MAGELANG, KOMPAS — Setelah mengerahkan tim khusus, Kepolisian Resor Magelang Kota berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan misterius di Kota Magelang, Jawa Tengah. Penembakan diduga dilakukan St (30) alias P yang melarikan diri ketika rumahnya digerebek polisi.

Kepala Polres Magelang Kota Ajun Komisaris Besar Edi Purwanto, Jumat (29/4), mengatakan, sekitar pukul 02.00 polisi mendatangi rumah St di Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan. Namun, polisi hanya menemukan kakak St yang berinisial Sr,yang sedang mengonsumsi sabu. Dari keterangan Sr inilah diketahui St telah pergi dari rumah.

Di rumah tersebut, polisi menyita satu senapan angin, ratusan gotri, pedang, dan korek api. Gotri yang ditemukan mirip dengan gotri yang mengenai tubuh salah satu korban.


PENELITI MUDA

Membawa Limbah Kakao ke Belanda


Putu Sri Indah Cahyani (18) dan Ni Ketut Ayu Krisma Dewi (17) bakal mempresentasikan temuan mereka, yakni pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai superkapasitor, pada International Environment Sustainability Project Olympiad 2016 di Belanda, Mei nanti.

Kami tak menyangka temuan limbah kakao ini mampu meraih medali perunggu di Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada Februari lalu, dan kami terpilih mewakili Indonesia ke INESPO di Belanda pada Mei-Juni nanti," kata Indah, bersama Krisma di sekolahnya, di SMA Negeri 3 Denpasar, Bali.

Kedua siswa kelas XII tersebut tidak menyangka karena penelitian mereka hanya sekitar 60 hari. Alatnya pun mereka sewa dengan uang patungan bersama dan meminjam milik Jurusan Elektronik Fakultas Teknik Universitas Udayana. Pagi mereka sekolah, siang hingga dini hari mereka melakukan penelitian.

Friday, April 29, 2016

Kompas Edisi Jumat 29 April 2016

Kompas Edisi Jumat 29 April 2016

Presiden: Perbaiki Layanan Publik

Sistem Daring Jadi Solusi


JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo meminta layanan yang bersentuhan dengan rakyat kecil menggunakan sistem dalam jaringan agar lebih transparan dengan biaya dan harga jelas. Koneksi internet dan kepemilikan KTP elektronik menjadi tantangan awal untuk mewujudkan hal itu.

Layanan publik berbasis dalam jaringan (daring) diharapkan bisa dilakukan, antara lain, dalam pengurusan paspor, layanan bandara, pengurusan kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi, surat tanda nomor kendaraan, buku pemilik kendaraan bermotor, akta kelahiran, akta nikah, dan sertifikat tanah. Presiden menilai, layanan publik di atas belum efektif, efisien, dan mudah.

”Saya tak ingin mendengar ada keluhan rakyat terkait layanan publik yang tidak jelas biaya dan waktu layanan, dioper sana-sini. Semua itu harus hilang. Praktik percaloan tidak boleh ada lagi,” kata Presiden saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/4).


KERETA CEPAT

PT KCIC Akui Ada Kesalahan di Halim


JAKARTA, KOMPAS — Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Hanggoro Budi Wiryawan, Kamis (28/4), di Jakarta, menyampaikan permintaan maaf kepada TNI Angkatan Udara terkait insiden masuknya lima pekerja asal Tiongkok di area Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma tanpa izin. Hanggoro juga mengakui, kelima pekerja itu tengah melakukan pekerjaan pengeboran untuk mengambil sampel tanah terkait pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Hal itu dikatakan Hanggoro seusai bertemu Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma di lanud itu, Kamis. ”Danlanud menyatakan ini pelanggaran, dan kami berjanji tak lagi membuat kesalahan seperti ini. Untuk selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan TNI AU,” ujarnya.

Lima warga negara Tiongkok dan dua warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Satuan Keamanan Pertahanan Lanud Halim Perdanakusuma saat melakukan pengeboran di area itu, Selasa lalu. Kedua WNI itu kemudian dibebaskan karena hanya berperan sebagai pengemudi dan penerjemah.


PENEMBAKAN MISTERIUS

Trauma Tidak Hanya Sebatas Luka


Santi Rahayuninsih (20), perempuan warga Kota Magelang, Jawa Tengah, korban penembakan misterius, hanya mengalami luka ringan di bagian paha. Namun, kejadian itu tetap saja sulit untuk dilupakan.

Tepat seminggu kemudian, Senin (25/4), sekitar 40 kilometer arah selatan kota tersebut, seorang anak sekolah dasar berinisial NER (12) juga menjadi korban kejahatan misterius di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lengan anak perempuan itu disayat senjata tajam sejenis cutter. Di rumah sakit, lengannya ditangani dengan 25 jahitan.

"Kejadian itu terlalu menyeramkan untuk dilupakan. Pelaku menembak ke arah kios hingga tiga kali, dan akhirnya baru benar-benar berhenti setelah satu tembakan terakhir mengenai saya," ujar Santi, Kamis (28/4).

Thursday, April 28, 2016

Kompas Edisi Kamis 28 April 2016

Kompas Edisi Kamis 28 April 2016

Polisi Fokus pada Pelaku

Ganjar: Kasus Penembakan Resahkan Masyarakat


JAKARTA, KOMPAS — Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengatakan, kepolisian memfokuskan pada penangkapan para pelaku. Hal ini menjadi prioritas karena polisi ingin mengungkap motif kejahatan para pelaku penyayatan dan penembakan.

Badrodin telah menginstruksikan Kepolisian Daerah Jawa Tengah membentuk tim untuk membantu tugas jajaran Kepolisian Resor Magelang.

"Untuk menangkap pelaku dan mencegah kejadian serupa semakin meluas, saya telah menugaskan Polda Jateng memberikan tim bantuan untuk mendukung operasi pengungkapan kasus itu di Magelang. Penangkapan pelaku merupakan langkah utama untuk mengetahui motif penembakan," kata Badrodin di Jakarta, Rabu (27/4).


Pengampunan Pajak

Pemerintah Siapkan Payung Hukum Alternatif


TANGERANG, KOMPAS — Pemerintah menyiapkan pilihan payung hukum alternatif mengenai perpajakan jika pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak meleset dari target. Alternatif yang dimaksud adalah dengan menerbitkan peraturan pemerintah tentang deklarasi pajak yang semangatnya selain memperbaiki basis data juga meningkatkan pendapatan dari sektor pajak.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan alternatif itu saat di Tangerang, Banten, Rabu (27/4), saat ditanya jurnalis mengenai RUU Pengampunan Pajak.

"Proses pembahasan RUU (Pengampunan Pajak) itu ranahnya ada di DPR. Yang paling penting sudah ada proses ke sana," kata Presiden Jokowi, kemarin.

Namun, pemerintah mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya pembahasan RUU itu gagal atau meleset dari target waktu yang diharapkan. "Kami sudah menyiapkan peraturan pemerintah (PP) kalau pembahasan RUU Pengampunan Pajak ada masalah. PP tentang deklarasi pajak itu bisa. Tak harus tergantung dengan UU Pengampunan Pajak," kata Presiden.


WARGA PERBATASAN

Mereka Juga Ingin "Merasakan" Indonesia


Rulan Malang (39) dan beberapa nelayan asal Pulau Lirang, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, harus menyeberang ke Dili, Timor-Leste. Hal itu dilakukan untuk membeli es batu yang akan digunakan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan mereka.

Satu balok es batu dengan bobot sekitar 2 kilogram (kg) itu dibelinya dengan harga 20 sen dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 2.600. Setiap kali ke Dili, Rulan membeli maksimal 300 balok es sekaligus untuk menghemat energi. Waktu tempuh dari Dili ke Lirang 4 jam dengan risiko pelayaran yang tinggi. Jika perahu digulung ombak, tak jarang es balokan itu dikurangi, bahkan dibuang semuanya ke laut untuk menjaga keseimbangan.

Ia terpaksa membeli es balok di Dili karena di Lirang tidak ada produksi es batu atau ruang pendingin penampung hasil tangkapan nelayan. Warga di pulau berpenduduk sekitar 1.300 jiwa itu hanya mengandalkan listrik tenaga surya untuk kebutuhan penerangan.

Wednesday, April 27, 2016

Kompas Edisi Rabu 27 April 2016

Kompas Edisi Rabu 27 April 2016

Sejumlah Aturan Disinkronkan

Presiden Kumpulkan Penegak Hukum Bahas Pengampunan Pajak


JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo mengumpulkan pimpinan lembaga penegak hukum terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak. Presiden menginginkan agar mereka memiliki persepsi sama sebelum RUU disetujui dan kelak diberlakukan.

Langkah ini dilakukan agar pembahasan ketentuan berjalan lancar dan segera dapat disahkan Dewan Perwakilan Rakyat. Langkah lain yang disiapkan adalah menyinkronkan sejumlah aturan apabila RUU Pengampunan Pajak disetujui dan disahkan DPR.

Presiden menekankan adanya penyamaan persepsi itu saat bertemu Jaksa Agung M Prasetyo, Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, dan tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (26/4). Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP mengatakan, penyamaan persepsi itu penting artinya pada saat RUU masih dalam pembahasan.


TEROR WARGA

Motif Penembakan dan Penyayatan Gelap


MAGELANG, KOMPAS — Teror penembakan misterius di Kota Magelang, Jawa Tengah, sudah berlangsung lebih dari tiga minggu. Namun, hingga Selasa (26/4), pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku dan apa motif penembakan itu sehingga membuat warga Kota Magelang resah.

Kepala Polres Magelang Kota Ajun Komisaris Besar Edi Purwanto, di Magelang, mengatakan, polisi berupaya memperdalam penyelidikan. "Beberapa hal masih membingungkan dan terus kami selidiki, antara lain menyangkut motifnya. Kenapa pelaku melakukan aksi di jalan satu arah? Kenapa yang menjadi sasaran adalah korban perempuan?" ujar Edi, Selasa kemarin.

Hingga Selasa, jumlah korban penembakan terdata mencapai sembilan orang. Satu di antaranya merupakan korban laki-laki, yang sementara ini diduga hanya merupakan korban salah tembak. Selain di Jalan Pemuda di kawasan Pecinan, aksi penembakan juga terjadi di Jalan Ikhlas, Magelang. Wilayah itu merupakan kawasan sentra perdagangan dan jalan satu arah.


DAMPAK LINGKUNGAN

"Ngarung Aek" dalam Rumah


Banjir kali ini tidak seperti biasanya. Air sudah bertahan sebulan lebih, termasuk di dalam pondokan Rahman (41). Namun, belum ada tanda-tanda banjir akan surut. Padahal, tahun- tahun sebelumnya, banjir datang dan pergi dengan cepat mengikuti situasi pasang surut air laut.

Sejumlah warga mengungsi ke tempat kerabat masing- masing yang berumah panggung. Hanya Rahman yang tetap bertahan di rumahnya bersama istri dan seorang anaknya. Luapan air telah menggenangi lantai rumah hingga setinggi sekitar 50 sentimeter. "Setiap hari, kami terpaksa ngarung aek (mengarungi air) dalam rumah," ujar Rahman, petani Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (23/4).

Dalam rumahnya yang sempit, udara terasa pengap dan panas. Pupuk kimia bercampur bau tanaman yang telah membusuk akibat banjir berkepanjangan.

Tuesday, April 26, 2016

Kompas Edisi Selasa 26 April 2016

Kompas Edisi Selasa 26 April 2016

Penjara Penuh Napi Narkoba

Rehabilitasi Pencandu Jadi Solusi Kelebihan Penghuni LP


JAKARTA, KOMPAS — Lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia dipenuhi narapidana dan tahanan kasus narkoba. Ketiadaan perbedaan perlakuan hukum antara pengguna atau pencandu dan bandar narkoba membuat penjara kelebihan penghuni dan rawan terjadi kerusuhan.

Lonjakan jumlah napi dan tahanan dalam empat bulan terakhir hampir sama dengan penambahan jumlah napi dan tahanan per tahun sejak 2012. Rata-rata, kenaikan jumlah napi dan tahanan per tahun dari 2012 sampai 2015 adalah 10.000 hingga 13.000 orang. Sementara lonjakan jumlah napi dalam empat bulan terakhir mencapai lebih dari 11.000 orang.

Data dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) per 25 April 2016 menunjukkan, jumlah tahanan dan napi kasus narkoba mencapai 81.360 orang. Sementara total tahanan dan napi seluruh Indonesia 187.701 orang. Padahal, kapasitas total lembaga pemasyarakatan (LP) dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia idealnya hanya untuk 119.269 tahanan.


LIGA CHAMPIONS

Harmoni Orkestra Raksasa Sepak Bola


MANCHESTER, SENIN — Pelatih Manchester City Manuel Pellegrini merasakan aura tidak bersahabat saat dirinya tiba di markas Real Madrid tujuh tahun silam. Dia tahu, gelar juara Liga Spanyol pun tak akan kuasa melindungi dirinya dari "sabda" pemecatan. Pelatih yang mengagungkan permainan agresif itu hanya semusim bertahan di kuil sepak bola Santiago Bernabeu.

Pellegrini melanjutkan petualangannya. Dia menyemai filosofi permainan menyerang di Malaga, dan tiga musim terakhir di Manchester City. Di klub terakhirnya itu, Pellegrini bisa bersuara dalam transfer pemain, kekuasaan yang dilucuti Presiden Real Madrid Florentino Perez saat membangun "Los Galacticos" episode kedua.

"Saya tidak memiliki suara atau hak pilih di Madrid. Mereka mengontrak para pemain terbaik, tetapi bukan pemain terbaik yang dibutuhkan di posisi tertentu," ujar Pellegrini. "Tidak bagus memiliki orkestra dengan 10 gitaris terbaik jika saya tidak memiliki seorang pianis," lanjut pelatih asal Cile itu.


KEHIDUPAN PENJARA

Bersua "Mamah" dan "Ayah" di Rutan


Yuliana melambaikan tangannya. Seorang perempuan muda berkaus hitam melihat lambaian itu, lalu setengah berlari mendekati Yuliana. Sesampainya di depan Yuliana, ia pun membungkuk dan mencium tangan Yuliana.

"Ke mana tadi, kok, tidak kelihatan? Kenapa tidak ikut fashion show?" tanya Yuliana.

"Iya Mah, saya enggak ikut," kata perempuan berusia 20-an itu. Obrolan dua perempuan itu berlanjut. Gadis itu lalu memamerkan celananya yang sobek-sobek di bagian lutut sembari bertanya, "Gimana Mah, bagus, ya?"

Sekilas, obrolan itu seperti terjadi antara seorang anak gadis dan ibunya. Namun, jangan salah. Obrolan itu terjadi di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur, antara Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Yuliana dan salah satu narapidana (napi) kasus narkotika. Akhir pekan lalu, Rutan Salemba menggelar lomba peragaan busana antarnapi dan pegawai rutan.

Monday, April 25, 2016

Kompas Edisi Senin 25 April 2016

Kompas Edisi Senin 25 April 2016

Di Rutan, Toilet Pun Jadi Sel

Problem Komplikatif yang Tak Terselesaikan Jadi Penyulut Kerusuhan


JAKARTA, KOMPAS — Tak ada penyebab tunggal kerusuhan di penjara. Jumlah penghuni yang melebihi kapasitas, rasio petugas yang tak sebanding, dan tahanan yang stres karena tak bisa mendapatkan remisi adalah rangkaian penyebabnya. Masalah ini terdapat hampir di semua penjara di Indonesia.

Semua masalah itu bisa memicu kerusuhan setiap saat. Hanya berselang sehari, dua kerusuhan terjadi di lembaga pemasyarakatan (LP). Kamis (21/4) malam terjadi keributan di LP Kerobokan, Denpasar, Bali. Jumat pagi LP Banceuy, Bandung, Jawa Barat, rusuh dan terbakar.

Nyaris bersamaan dengan kedua kerusuhan itu, Kompas meliput langsung selama 24 jam kondisi dalam dua penjara besar di Jakarta. Dari Kamis pagi hingga Jumat sore di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, dan dari Jumat pagi hingga Sabtu siang di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.


JAKARTA KOTA SUNGAI

Selamatkan Sungai, Selamatkan Kota


JAKARTA, KOMPAS — Keberadaan belasan sungai di Ibu Kota tak pernah benar-benar disadari warganya. Alih-alih menjadi sumber peradaban kota, sedikitnya 13 sungai di Jakarta baru diingat warganya hanya saat jadi sumber bencana.

Sulit mencari warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang memiliki ingatan saat Kali Krukut masih bening. Padahal, kali yang membentang 40 kilometer dari Kali Citayam di Bogor, hingga Kali Ciliwung, Jakarta, itu melintasi wilayah mereka.

Kali ini membelah Kelurahan Pela Mampang dan Petogogan sepanjang 2 kilometer. Krukut kini penuh lumpur hasil pengendapan tanah dan sampah. Airnya kecoklatan. Aroma tak sedap muncul di sejumlah tempat di wilayah Kelurahan Petogogan dan Pela Mampang.


PULAU MOYO

Ironi di Surga Dunia


Hari menjelang sore ketika tukang ojek memboncengkan kami menuju Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/4). Deru mesin motor empat tak memecah keheningan pulau yang pernah didatangi Putri Diana dan Maria Sharapova itu.

Suhaidi, pengemudi ojek itu, memacu kendaraan motornya dengan kecepatan sedang saat melintas di jalan utama Desa Labuhan Aji, Kecamatan Badas, di Pulau Moyo. Jalan selebar sekitar 1 meter itu baru sebagian yang berpaving. Sebagian besar lainnya berupa tanah.

Setelah melewati jalan perkampungan, roda sepeda motor mulai menyusuri jalan menanjak di tengah perkebunan mede dan kawasan hutan. Sebagian jalan dihaluskan dengan semen. Namun, lebarnya hanya cukup untuk roda sepeda motor.

Sunday, April 24, 2016

Kompas Edisi Minggu 24 April 2016

Kompas Edisi Minggu 24 April 2016

Penjara Terus Bermasalah

Kasus Banceuy, Kerusuhan Ke-4 dalam Sebulan


JAKARTA, KOMPAS — Kerusuhan di sejumlah penjara di Tanah Air seperti bom waktu yang sewaktu-waktu siap meledak. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa sejumlah pembenahan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan belum berjalan baik.

Pada Sabtu (23/4) pagi, sejumlah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung, Jawa Barat, mengamuk dan membakar bangunan lapas. Para narapidana itu marah karena menduga rekannya, yaitu Undang Kosim (54), tewas akibat dianiaya petugas lapas. Sementara petugas mengatakan, Undang, terpidana empat tahun penjara yang dua bulan lagi akan bebas, meninggal karena gantung diri.

"Berapa (dana) yang harus dikeluarkan untuk membangun ini kembali. Pusing saya jadinya," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat berdialog dengan narapidana yang ditahan di Lapas Banceuy.


PARIWISATA

Transformasi ke Digital Jadi Kunci


DENPASAR, KOMPAS — Untuk memenangkan persaingan pasar global, setiap pelaku usaha dan institusi terkait industri pariwisata harus segera bertransformasi dalam bentuk digital. Industri pariwisata juga perlu memastikan keberlanjutan ekosistem pariwisata dengan melibatkan warga lokal.

Hal itu mengemuka dalam Dialog Teras Kita edisi khusus bertema "Lompatan Paradigma Pariwisata: Masyarakat Ekonomi ASEAN, Quality Tourism, dan Sumber Daya Manusia Pariwisata Indonesia", Sabtu (23/4), di Kantor Cabang BNI Denpasar, Bali. Acara itu merupakan kerja sama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) dengan harian Kompas dan Radio Sonora.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Pusat Kajian Pariwisata Universitas Udayana Anak Agung Suryawan Wiranatha, dan pegiat wisata ekologi berbasis desa Made Suarnata sebagai pembicara dengan moderator wartawan senior harian Kompas, Banu Astono. Diskusi juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Polda Bali Irjen Sugeng Priyanto, serta para regulator dan pelaku pariwisata.


Komedi

Memanggungkan Masalah ala Komika


Komedi menjadi cara alternatif mengungkapkan masalah. Mengkritik sekaligus juga menertawakannya. ”Stand up comedy” kini menjadi tren anak muda untuk menyampaikan rasa gundah dan resah.

Ning nong ning nong ning gong. Juminten kuliah di Washington. Kalau malam main ke Las Vegas. Lewat lagu ini, Kangen Band ingin menunjukkan bahwa kami warga dusun juga berhak mendapatkan pendidikan tinggi. Kalian ga ada yang tahu, kan, kalau ternyata Juminten itu tetangga saya,” kata Sadana Agung membuka komedinya dalam panggung Stand Up Comedy Indonesia 6 (SUCI6) KompasTV.

Dengan memakai persona orang dusun, Dana memutar, mematahkan persepsi orang tentang dusun. Misalnya, dia membawa penonton pada situasi konser dangdut yang identik dengan nyawer. Lantaran warga dusun adalah penduduk agraris, mereka menyawer dengan hasil bumi. Memakai kangkung, setandan pisang, atau sekarung beras. Membayangkan nyawer dengan setandan pisang saja memantik tawa.

Friday, April 22, 2016

Kompas Edisi Sabtu 23 April 2016

Kompas Edisi Sabtu 23 April 2016

Suap Peradilan Persoalan Sistemik

Tiga Tas Berisi Uang Dollar Disita


JAKARTA, KOMPAS — Dugaan suap terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, yang menyeret nama Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, menandakan ada persoalan sistemik di lembaga peradilan. Persoalan itu tidak lepas dari lambannya pembenahan tata kelola peradilan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang, di Jakarta, Jumat (22/4), mengatakan, penangkapan Edy Nasution pada Rabu (20/4) harus dipahami hingga ke persoalan mendasar. ”Jika di lembaga penegak hukum membahas soal mengapa orang korupsi kemudian ketemu sebabnya, lalu tidak diatasi, seolah kita kembali ke zaman Orde Baru,” katanya.

Edy bukan orang pertama yang ditangkap KPK terkait korupsi yang melibatkan aparatur di lembaga peradilan.


PERBURUAN BURON

Momentum Bangun Hubungan Khusus


JAKARTA, KOMPAS — Pemulangan buron Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Samadikun Hartono, dan tersangka kasus Bank Century, Hartawan Aluwi, menunjukkan adanya sikap kooperatif dari sejumlah negara terhadap perburuan buron yang dilakukan pemerintah. Kondisi ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk membangun hubungan khusus dengan pejabat negara lain yang jadi tempat tinggal sejumlah buron tersebut.

Sikap kooperatif itu kini, antara lain, diperlihatkan Tiongkok. "Pemerintah Tiongkok sedang gencar melakukan pemberantasan korupsi. Jadi hal-hal seperti itu menjadi perhatian serius," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (22/4), di Jakarta.

Kepulangan Hartawan, menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, juga menunjukkan bahwa Singapura telah menunjukkan sinyal hubungan yang positif.


PENYEDIA JASA

Allbenear dan SinTask, Aplikasi dari Bali


Mau cari makan di mana? Jual beli mobil, atau mau cari jodoh yang dekat ke mana? Semua ada dalam satu aplikasi baru Allbenear. Bahkan, urusan tugas kuliah tetap dilakukan tanpa harus bertatap muka. Dosen dan guru dimudahkan dalam memberikan tugas. Aplikasi SinTask menyediakan fasilitas itu.

Seru dan bermanfaat buat saya. Pekerjaan lancar, mau cari apa aja juga gampang dan gratis. Serunya, ada fitur mencari jodoh terdekat. Ini hal baru buat saya sebagai pengguna jasa-jasa online,” kata Puji Astuti (25), pebisnis yang memanfaatkan aplikasi Allbenear, Rabu (13/4).

Ia tak menyangka pencetusnya anak muda dari Bali. Bagi Puji, kreativitas dan inovasi itu patut diapresiasi di tengah masyarakat yang maunya praktis, ekonomis dengan memanfaatkan telepon pintar.

Kompas Edisi Jumat 22 April 2016

Kompas Edisi Jumat 22 April 2016

Perburuan Aset Jadi Target

Samadikun Hartono Ditahan di Rutan Salemba


JAKARTA, KOMPAS — Pemulangan buron perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Samadikun Hartono, ke Tanah Air oleh tim satuan tugas pemburu koruptor patut diapresiasi. Perburuan aset Samadikun dan terpidana BLBI lainnya menjadi target selanjutnya aparat hukum.

Berdasarkan rekapitulasi barang rampasan yang ditangani Pusat Pemulihan Aset periode Januari-Desember 2015, tercatat ada sejumlah aset milik bekas buron perkara BLBI, yaitu Komisaris Bank Harapan Santosa Hendra Rahardja dan Direktur Utama Bank Umum Servitia David Nusa Wijaya.

Sebagian dari aset itu sudah dilelang lewat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Meski belum ada data pasti, jumlah aset yang dilelang belum mampu mengembalikan potensi kerugian keuangan negara akibat penyalahgunaan dana BLBI yang besarnya hingga Rp 138,4 triliun.


CALON PERSEORANGAN

Presiden Tak Ingin Persyaratan Dipersulit


JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo tidak ingin syarat dukungan calon perseorangan pada pemilihan kepala daerah dipersulit. Presiden pun meminta Kementerian Dalam Negeri bertahan dengan syarat dukungan yang sudah ada, yaitu minimal 6,5-10 persen dari jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap pemilu terakhir di daerah terkait.

Upaya mayoritas fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat untuk menambah syarat dukungan bagi calon perseorangan, yaitu menjadi 11,5-15 persen dari jumlah penduduk atau minimal 10 persen dari jumlah penduduk di sebuah daerah, justru akan merugikan partai politik. Partai akan makin ditinggalkan rakyat karena dinilai hanya memikirkan dirinya sendiri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengingatkan, ide awal dibukanya kesempatan bagi calon perseorangan dalam pillkada adalah agar calon yang diusulkan dari aspirasi masyarakat, tetapi tidak mempunyai kekuatan parpol, tetap bisa berlaga.



Daerah Terisolasi

Ketangguhan Warga di Pulau Serua


Dari Pulau Serua, Maluku, Edo Ritiau (53) menyapa temannya melalui radio single- sideband. Suara dari pulau kecil di tengah Laut Banda itu merambat cepat lewat udara, menembus jarak 200 mil laut atau 370,4 kilometer. Suaranya menjangkau Pulau Seram, Maluku.

Beberapa detik berselang, suara Edo disambut "Wiski Papa", nama radio  single-sideband (SSB) di Waipia, Pulau Seram. Edo langsung membuka percakapan dengan menyebut nama stasiun SSB miliknya, "Mori." Pagi itu, ia menanyakan jadwal keberangkatan kapal perintis dari Pulau Seram ke Serua.

Radio SSB menjadi satu-satunya alat komunikasi keluar pulau. Radio yang dibeli Edo seharga Rp 8 juta itu dipakai bersama warga Serua. Aliran daya untuk radio menggunakan aki yang dicas dengan listrik tenaga surya. Radio membuat Serua dan Waipia serasa lebih dekat.

Thursday, April 21, 2016

Kompas Edisi Kamis 21 April 2016

Kompas Edisi Kamis 21 April 2016

Parpol Mengancam Demokrasi

Syarat Dukungan bagi Calon Perseorangan Akan Dinaikkan


JAKARTA, KOMPAS — Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat bersikukuh menaikkan syarat dukungan untuk pasangan calon yang akan berlaga dalam pemilihan kepala daerah dari jalur perseorangan. Upaya itu merupakan ancaman bagi demokrasi karena akan mempersulit seseorang maju dari jalur perseorangan.

Upaya mempersulit calon perseorangan ini makin terlihat karena pada saat yang sama syarat bagi pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang diusung partai politik akan diturunkan.

Usulan itu disepakati mayoritas fraksi dalam rapat internal Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang (Panja RUU) tentang Pilkada di Komisi II DPR, Rabu (20/4), di Jakarta. Dalam rapat itu, Panja merumuskan dua alternatif persentase minimal dukungan untuk calon perseorangan.


ALAT KESEHATAN

Produk Dalam Negeri Tekan Biaya Pengobatan


JAKARTA, KOMPAS — Penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri bisa menekan biaya pengobatan hingga 30 persen. Namun, sekitar 94 persen dari pangsa pasar alat kesehatan di Indonesia dikuasai produk impor. Untuk mendorong produksi alat kesehatan dalam negeri, pemerintah menyusun peta jalan pengembangan alat kesehatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2015, nilai pasar alat kesehatan mencapai Rp 12 triliun. Sekitar 94 persen dari pasar alat kesehatan itu dikuasai produk impor, sisanya diisi produk dalam negeri. Dari data nomor izin edar alat tahun 2011-2015, ada 35.536 alat kesehatan impor, sedangkan alat kesehatan dalam negeri hanya 2.575 izin edar.

Hingga 2015, ada 193 pelaku industri alat kesehatan dalam negeri yang mampu memproduksi 278 jenis alat kesehatan. Adapun produk yang bisa diproduksi antara lain ranjang rumah sakit, kursi roda, sarung tangan, benang bedah, dan tensimeter. Sementara produk alat kesehatan yang banyak diimpor adalah alat elektromedis yang belum bisa diproduksi Indonesia, seperti mesin sinar-X dan stent jantung.


REFLEKSI HARI KARTINI

Beban Menjadi Ibu Saat Masih Remaja


Siti Muslihah (17) duduk melantai di beranda rumah sambil menimang Vina (5 bulan). Sekilas, keduanya seperti kakak dan adik yang sedang bercengkerama. Padahal, Lili, panggilan akrab Siti Muslihah, adalah ibu dari bayi perempuan yang dia pangku. Pemandangan seperti ini lumrah di Cirebon, Jawa Barat.

Lili lahir dan mengenyam pendidikan menengah pertamanya di Jakarta, tepatnya di kawasan Pulogadung. Setamat dari madrasah tsanawiyah, ia dimasukkan ke pesantren tradisional di Kabupaten Kuningan, Jabar, oleh orangtuanya. Menjelang usia 17 tahun, Lili dinikahkan dengan Syamsudin (31), guru mengaji dari Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kabupaten Cirebon. Dusun itu adalah kampung halaman orangtua Lili. Syamsudin masih terbilang kerabatnya.

"Saya sudah menempuh pendidikan di pesantren. Sudah mandiri, bisa masak, dan mencuci sendiri. Jadi, sudah siap nikah," kata Lili ketika ditemui di dusun itu, Sabtu (16/4).

Wednesday, April 20, 2016

Kompas Edisi Rabu 20 April 2016

Kompas Edisi Rabu 20 April 2016

Wapres: Harus Terbuka

Moratorium Reklamasi Diharapkan Beri Kepastian


JAKARTA, KOMPAS — Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung moratorium reklamasi Teluk Jakarta untuk menuntaskan semua persoalan yang ada. Meski demikian, ia mengingatkan komite gabungan bekerja cepat dan terbuka agar ada kepastian hukum dan berinvestasi dalam setiap persoalan pembangunan.

 ”Ya, (komite gabungan) harus sesegera mungkin bekerja agar semua pihak segera mendapatkan jawaban dan kepastian dari setiap persoalan yang ada,” kata Kalla saat dihubungi Kompas, Selasa (19/4) malam. Kemarin, Wakil Presiden (Wapres) secara bergantian menerima Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Hanya Sementara

Menteri Agraria/Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan, seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, Selasa (19/4) siang, mengatakan, penghentian pembangunan reklamasi Teluk Jakarta hanya bersifat sementara sampai semua izin dipenuhi. Kementerian Agraria/BPN akan mengeluarkan persetujuan substansi setelah semua izin terpenuhi.


BARANG SITAAN

Pemerintah Godok Aturan Pengelolaan


JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah sedang menggodok peraturan presiden mengenai pengelolaan benda sitaan negara sebagai aturan pelaksana dari Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, Pasal 44-46. Perlu segera dibuat aturan untuk menghindari kerugian negara yang lebih besar akibat benda- benda sitaan susut nilainya, atau diselewengkan oknum penegak hukum.

Direktur Jenderal Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Widodo Ekatjahjana, Selasa (19/4), di Jakarta, mengatakan, draf Peraturan Presiden (Perpres) tentang Optimalisasi Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara pada Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) saat ini tengah digodok oleh pihaknya. Draf awal perpres itu pun telah dibuat berdasarkan usulan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Namun, draf itu belum final karena masih menunggu masukan dari tim ahli, kalangan lembaga swadaya masyarakat, penegak hukum, dan pendapat publik yang direpresentasikan melalui media massa. Secara umum, perpres itu dibuat dengan tujuan untuk mencegah kerugian negara timbul akibat tidak terkelolanya benda-benda sitaan negara.

HARI NASIONAL

Perjumpaan Kartini dengan Dua Ratu


"Kaum muda, wanita dan pria, seharusnya saling berhubungan. Mereka seorang-seorang dapat berbuat sesuatu untuk mengangkat martabat bangsa kita. Tetapi, jika kita semua bersatu, menyatupadukan kekuatan kita dan bekerja sama, hasil pekerjaan kita akan jauh lebih besar. Dalam persatuan letaknya kekuatan dan kekuasaan!" (Surat RA Kartini untuk Nyonya Abendanon, 30/9/1901, dalam "Kartini, Sebuah Biografi", Sitisoemandari S, 1986, "Kartini dari Sisi Lain", Dri Arbaningsih, 2002)

Di bulan kelahiran RA Kartini, kenangan atas sosok putri Bupati Jepara Adipati Aria Sosroningrat itu banyak menjelma menjadi bayangan hidup. Museum yang menyimpan aneka benda milik Kartini di sisi Alun-alun kota Jepara tak melonjak pengunjungnya.

Namun, tatkala berada di sana, meja kursi, foto-foto, lukisan, dan tentu saja surat-surat Kartini yang disimpan dalam salah satu lemari, seperti bertutur kembali tentang Sang Pahlawan.

Tuesday, April 19, 2016

Kompas Edisi Rabu 19 April 2016

Kompas Edisi Rabu 19 April 2016

Barang Sitaan Rawan Digelapkan

Penyelewengan oleh Aparat Sering Ditemukan


JAKARTA, KOMPAS — Penyelewengan dan penggelapan barang sitaan rawan terjadi di instansi yang memiliki kewenangan mengelola. Data yang tidak terinventarisasi dan tersinkronisasi dengan baik dari daerah ke pusat menjadi penyebab utama sulitnya mengawasi pengelolaan barang sitaan.

 Sejumlah kasus dugaan penggelapan barang sitaan oleh penegak hukum beberapa kali terjadi. Kejaksaan Agung, saat ini, tengah memeriksa mantan Ketua Satuan Tugas Khusus Penyelesaian Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi Chuck Suryosumpeno karena diduga terjadi pelanggaran prosedur pelelangan aset milik terpidana perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Hendra Rahardja.

Sebelumnya, seorang jaksa senior di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Djami Rotu Lede ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjual barang sitaan dari terdakwa pembobolan Bank BNI, Adrian Waworuntu.


GEMPA EKUADOR

Minim Peralatan, Bantuan Berdatangan


MANTA, SENIN — Jumlah korban gempa dengan magnitudo 7,8 di Ekuador melonjak menjadi sedikitnya 272 orang tewas dan sekitar 2.068 terluka, Senin (18/4). Jumlah korban dikhawatirkan akan bertambah lagi karena masih banyak korban terperangkap atau tertimbun reruntuhan bangunan dan rumah.

Proses penyelamatan dirasakan korban berjalan lambat. Selain karena jumlah petugas penyelamatan kurang, peralatannya pun minim sehingga banyak warga dan petugas yang memakai tangan kosong.

”Masih ada tanda-tanda kehidupan di reruntuhan bangunan atau rumah. Itu prioritas proses penyelamatan kami,” kata Presiden Ekuador Rafael Correa, yang mempersingkat kunjungan kenegaraannya ke Italia setelah gempa mengguncang, Sabtu lalu.


DIPLOMASI PANGAN

Jejak Indonesia di Ladang Afrika


Meski lahan tidak terlalu subur, tanaman sowel itu tumbuh baik di ladang pertanian di Kampung Jenoi, wilayah Lower River, tiga jam perjalanan darat dari Banjul, ibu kota Gambia. Sowel atau di Indonesia dikenal dengan nama okra adalah tanaman sayuran yang paling digemari para petani di bagian barat Afrika itu.

Selain bisa dimasak dengan cara ditumis, sowel bisa untuk bahan salad, dan juga baik untuk jus. Tanaman ini diyakini bisa menjaga daya tahan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit.

"Di sini sowel gampang dibudidayakan," ujar Babung Manjang, perempuan petani warga Jenoi.

Cara menanamnya mudah. Setelah tanah diolah dan diberi pupuk kandang, benih langsung ditebar. Dengan penyiraman yang teratur pagi dan sore, sayuran itu akan tumbuh baik sekalipun matahari membakar sepanjang hari.

Monday, April 18, 2016

Kompas Edisi Senin 18 April 2016

Kompas Edisi Senin 18 April 2016

Pengelolaan Barang Sitaan Buruk

Aset Triliunan Rupiah Bisa Hilang


JAKARTA, KOMPAS — Pengelolaan barang sitaan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara dan di tempat penyimpanan lain tidak terkoordinasi dan minim perawatan. Akibatnya, triliunan rupiah potensi pendapatan negara dari hasil sitaan itu bisa hilang melayang.

 Berdasarkan Pasal 44 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, benda sitaan disimpan dalam rumah penyimpanan benda sitaan negara (rupbasan) yang berada di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Namun, karena keterbatasan rupbasan, tidak semua barang sitaan disimpan di gudang milik rupbasan.

Sebagian barang sitaan tetap disimpan instansi yang menyita, seperti kepolisian dan kejaksaan di seluruh tingkatan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.


REKLAMASI

Pemerintah Urai Kompleksitas Aturan


JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah pusat saat ini sedang mengurai kompleksitas aturan terkait reklamasi sehingga dapat dipakai sebagai dasar proyek reklamasi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kini meneliti satu per satu dokumen analisis mengenai dampak lingkungan proyek di Teluk Jakarta itu.

 Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (17/4), kompleksitas yang dimaksud terjadi sejak terbitnya Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta yang ditandatangani Presiden Soeharto. Pasal 4 ketentuan itu mengatur wewenang dan tanggung jawab reklamasi pantura (Teluk Jakarta) yang berada pada Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Meski demikian, pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, menurut Siti, kewenangan izin reklamasi ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal itu dipertegas dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. ”Jadi, kami akan masuk pada penyempurnaan substansi renstra (rencana strategis) dan zonasi dalam bentuk perda tata ruang yang harus dirapikan rancangannya dan telah didiskusikan dengan pusat,” kata Siti.


TAMBORA CHALLENGE

Pelajaran dari Manusia Cadas


Tubuh melemah, kaki harus diseret untuk mampu bergerak. Telapak kaki melepuh hebat. Kuku jari kaki terlepas. Paha dan betis terkunci. Namun, semangat membara memaksa mereka untuk menuntaskan misi: berlari atau bergerak sekuat tenaga menyelesaikan jarak 320 kilometer di tengah cuaca ekstrem.

Mengikuti perjuangan para pelari ultra Lintas Sumbawa selama 72 jam lebih, tiga hari tiga malam, adalah menyaksikan bagaimana anak manusia mengalahkan dirinya sendiri.

Selepas titik 200 kilometer, 5 dari 11 pelari masih mencoba bertahan, Jumat (15/4) malam. Mereka adalah Matheos Berhitu (45), Pramonosidi Wijanarko (22), Eni Rosita (37), Lili Suryani (52), dan William (30). Saat itu, mereka berlima masih harus menyelesaikan lintasan sejauh 120 kilometer lagi dengan batas waktu hingga Sabtu (16/4) pukul 15.45 Wita.

Sunday, April 17, 2016

Kompas Edisi Minggu 17 April 2016

Petugas Berpacu Selamatkan Korban

Puluhan Orang Terperangkap


KUMAMOTO, SABTU — Petugas penyelamat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban setelah gempa dahsyat kembali menghantam Pulau Kyushu, Jepang, Sabtu (16/4) pagi. Gempa dengan magnitudo 7,3 di Prefektur Kumamoto ini lebih besar daripada gempa yang terjadi di pulau yang sama pada Kamis malam.

 Hujan yang diramalkan mengguyur hingga Minggu dikhawatirkan memperparah longsor di sejumlah tempat dan menambah jumlah korban. Rumah-rumah, jalan, dan rel kereta rusak berat ketika sejumlah bukit ambrol membawa ribuan ton lumpur. Gedung-gedung runtuh menjadi puing, termasuk asrama universitas dan kompleks apartemen yang dihuni banyak orang.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe seusai pertemuan darurat meminta petugas melakukan upaya sekuat tenaga untuk menolong korban. ”Tak ada yang lebih penting daripada jiwa manusia, dan ini berkejaran dengan waktu,” kata Abe.


KULINER

Pemberontakan di Republik Jengkol


Riwayat jengkol memikul paradoks yang menggelikan. Ia kerap dinista dan dicintai diam-diam. Martabatnya direndahkan, menjadi aib bagi kelas elite. Sang jengkol akhirnya memberontak, lalu mendirikan Republik Jengkol.

 Matahari siang itu tengah garang-garang- nya bersinar di langit Cililitan, Jakarta Timur. Sebuah warung makan sederhana mulai dipenuhi pengunjung yang kegerahan dengan peluh bercucuran. Di muka warung itu salah satu dinding dihiasi tulisan: ”Sensasi Makan Jengkol Enak dan Tidak Bau. Enggeh. Republik Jengkol”.

Inilah warung makan yang menamai dirinya Republik Jengkol. Di RJ, begitu singkatan populernya, menu yang berdaulat adalah jengkol, dengan segala olahannya yang revolusioner. Sebut saja tongseng jengkol, jengkol lada hitam, nasi goreng jengkol, sampai pasta jengkol!


POTENSI DAERAH

Pemerintah Kembangkan Tambora


DOMPU, KOMPAS — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Dompu berkomitmen terus mengembangkan kawasan Gunung Tambora. Tidak hanya sebagai taman nasional, kawasan gunung api tertinggi kedua di Nusa Tenggara Barat itu ke depan juga diharapkan menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan wilayah di sekitarnya.

 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan hal itu saat hadir mewakili Presiden Joko Widodo pada acara puncak Festival Pesona Tambora 2016 di Doro Ncanga, Dompu, Sabtu (16/4). Acara itu merupakan kelanjutan acara Tambora Menyapa Dunia yang digelar pada 2015 terkait peringatan 200 tahun letusan Gunung Tambora. Selain Siti, hadir pula dalam acara itu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi, Bupati Dompu Bambang M Yasin, dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo.

”Seperti yang kita ketahui, tahun 2015 Tambora diresmikan menjadi kawasan taman nasional oleh Presiden Joko Widodo. Tidak berhenti sampai di situ saja, kami hingga saat ini tetap konsisten mengikuti segala sesuatu terkait Tambora dan merencanakan berbagai hal untuk pengembangannya,” kata Siti.

Thursday, April 14, 2016

Kompas Edisi Kamis 14 April 2016

Kompas Edisi Kamis 14 April 2016

JKN Butuh Terobosan

Potensi Defisit 2016 Sekitar Rp 7 Triliun


JAKARTA, KOMPAS — Pendanaan Jaminan Kesehatan Nasional 2016 berpotensi defisit Rp 7 triliun akibat klaim berobat lebih besar daripada penerimaan iuran peserta. Perlu terobosan untuk mengantisipasi kolapsnya pendanaan program, termasuk lewat menambah peserta pekerja formal.

Peserta pekerja formal yang umumnya sehat, produktif, dan berpenghasilan stabil berkontribusi positif menjamin keberlanjutan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Harapannya, prinsip gotong royong lebih terasa.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, defisit terjadi karena secara aktuaria besaran iuran peserta lebih rendah dibandingkan dengan biaya kesehatan yang dikeluarkan. Itu dikatakan Fachmi dalam Pemaparan Publik BPJS Kesehatan Tahun 2015, Rabu (13/4), di Jakarta.


LIGA CHAMPIONS

Pesona Filosofi Manuel Pellegrini


MANCHESTER, RABU — Manuel Pellegrini merupakan kepingan terakhir yang melengkapi evolusi Manchester City. Peracik taktik berdarah Cile itu menyemai benih permainan menyerang yang mengubah ”Manchester Biru” menjadi monster gol sejak Juni 2013.

Dia menandai musim pertamanya dengan trofi Liga Inggris yang diraih dengan elegan. City menceploskan 102 gol di Liga Inggris dan total 154 gol dalam 56 laga di semua kompetisi.

City berevolusi dari tim yang berhati-hati di era Roberto Mancini menjadi tim yang berani mengambil risiko. Suporter City menikmati evolusi ini. Mereka membentangkan spanduk wajah Pellegrini dan tulisan ”Pria Memesona Ini” saat City melibas Aston Villa 4-0 di laga kedua sebelum musim 2013-2014 usai.


LARI LINTAS SUMBAWA

Tekad Para Pelari Tak Terbendung


Sebanyak 11 pelari memulai lomba lari ultra Lintas Sumbawa sejauh 320 kilometer dari Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/4), pukul 15.54 Wita. Bendera start meletupkan tekad para pelari untuk mampu menyelesaikan lomba lari terpanjang dan terberat di Indonesia ini.

Ketika Bupati Sumbawa Barat W Musyafirin dan Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo melepas pelari, langit sudah mendung. Hujan deras pun mengguyur para pelari di sekitar kilometer 10. Namun, hal itu tak menghentikan langkah para pelari. Mereka segera memakai jas hujan dan terus berlari.

Pelari asal Ambon, Matheos Berhitu, langsung berlari kencang sejak garis start dan jauh meninggalkan pelari lain. Abdul Aziz Dermawan dari Bandung yang di awal start lari di urutan ketiga ternyata mampu menyusul Matheos dengan cepat. Matheos dan Aziz menjadi pelari pertama yang menembus kilometer 30.

Wednesday, April 13, 2016

Kompas Edisi Rabu 13 April 2016

Kompas Edisi Rabu 13 April 2016

Kesungguhan Pemerintah Diuji

Penjara Masih Jadi Sarang Peredaran Narkoba


JAKARTA, KOMPAS — Keseriusan pemerintah dalam membenahi lembaga pemasyarakatan dipertanyakan. Pasalnya, persoalan, seperti peredaran narkoba, pemberian fasilitas istimewa untuk sejumlah narapidana, dan kerusuhan, terus terjadi di penjara.

 Di saat yang sama, penyelewengan dan pelanggaran juga terus dilakukan sejumlah oknum pegawai lembaga pemasyarakatan (lapas) meskipun sejumlah tindakan tegas telah diambil.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Selasa (12/4), mencopot Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam Setia Budi Irianto dan Kepala Pengamanan Lapas IIB Lubuk Pakam Ikhwansyah dari jabatannya karena membangun fasilitas ruang karaoke bagi pengedar dan bandar narkoba di dalam lapas.


KASUS SUMBER WARAS

Basuki: Permintaan BPK Tak Mungkin Dilakukan


JAKARTA, KOMPAS — Seusai dimintai keterangan sekitar 12 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Selasa (12/4), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ada kebenaran yang disembunyikan Badan Pemeriksa Keuangan. BPK juga meminta pihaknya melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

 Setelah dimintai keterangan sejak pukul 09.00, Basuki baru keluar dari gedung KPK pukul 21.25. Di hadapan wartawan yang menunggunya, ia mengatakan, BPK menyembunyikan kebenaran. Menurut Basuki, BPK memaksa pihaknya melakukan sesuatu yang tak mungkin dilakukan.

”BPK minta kami melakukan sesuatu yang tidak bisa kami lakukan. Suruh batalkan pembelian tanah rumah sakit. Itu tak bisa kami lakukan karena pembelian tanah itu terang dan tunai. Kalau mesti dibatalkan, harus jual balik. Kalau jual balik, mau enggak rumah sakit memakai harga baru? Kalau pakai harga lama, (terjadi) kerugian negara,” ujarnya.


TAMBORA CHALLENGE

Perjalanan Melawan Diri Sendiri


Bicara panorama Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, adalah perbincangan yang tak pernah habis bagi mereka yang pernah menjejakkan kaki di pulau itu. Pantai dengan hamparan pasir putih, lautan biru, deru ombak, layung di langit, dan bentangan savana hijau menyimpan cerita sendiri-sendiri.

Banyak pelancong dari berbagai belahan bumi memburu keindahan itu. Mereka menempuh perjalanan bukan saja dengan kendaraan bermotor, melainkan juga mengayuh kakinya dengan sepeda untuk mencapai keindahan panorama Sumbawa.

Ketika tantangan Tambora Challenge kembali digaungkan untuk mengajak para pencinta kegiatan luar ruang sejak akhir tahun, pembicaraan mulai bergulir di sosial media ataupun grup-grup bincang (chatting), seperti aplikasi WhatsApp. Saat Kompas menyelenggarakan acara Road to Tambora, awal Maret 2016, mereka yang berminat dengan antusias mendatangi untuk menjawab keingintahuan kegiatan yang akan diselenggarakan mulai Selasa (12/4) hingga 16 April mendatang.

Tuesday, April 12, 2016

Kompas Edisi Selasa 12 April 2016

Kompas Edisi Selasa 12 April 2016

Reformasi Kejaksaan Gagal

KPK Tangkap Jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat


JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (11/4), menangkap dua jaksa karena diduga tidak membayarkan uang pengganti kerugian negara dari terdakwa ke kas negara. Penangkapan ini kurang dari dua minggu setelah KPK menangkap pejabat PT Brantas Abipraya yang ditengarai berupaya menyuap untuk menghentikan penyelidikan korupsi perusahaan itu di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi Korps Adhyaksa untuk berani melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh," kata komisioner Komisi Kejaksaan, Erna Ratnaningsih, kemarin.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif membenarkan adanya penangkapan jaksa tersebut. KPK akan menjelaskan detail kasus itu pada hari ini.


TRANSPORTASI

Rel Ganda Bisa Dorong Loncatan Ekonomi


JAKARTA, KOMPAS — Keberadaan jalur rel ganda yang sudah berumur dua tahun di pantai utara Jawa bisa menyebabkan loncatan ekonomi di kota-kota yang dilalui jalur itu. Loncatan itu bisa terjadi apabila sejumlah syarat terpenuhi.

Selama beberapa hari Kompas melakukan perjalanan di beberapa kota yang dilalui jalur rel ganda untuk melihat dampak ekonomi setelah pengoperasian jalur itu pada 2014. Beberapa kalangan yang ditemui dan dihubungi sejak beberapa pekan lalu hingga Senin (11/4) menyimpulkan, loncatan ekonomi akan terjadi apabila ada upaya untuk membuat kota memiliki pusat pertumbuhan ekonomi, pemimpin daerah yang paham transportasi, dan penambahan sarana, seperti stasiun barang.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang dikonfirmasi sepakat apabila keberhasilan kota-kota di sepanjang rel ganda memanfaatkan infrastruktur itu untuk loncatan ekonomi terkait dengan dua faktor, yaitu peran pemimpin di daerah dan keberadaan pusat-pusat ekonomi. Pemimpin daerah yang sukses karena dia memahami transportasi.


PENATAAN PASAR IKAN

Rumah-rumah yang Terlindas Zaman


Sena Surya Delima (12) memeluk adiknya erat. Di dekatnya terdapat barang-barang terbungkus kardus atau kain yang diikat seadanya. Suara alat berat yang membongkar bangunan makin dekat. Kecemasan sedari pagi, bahkan sejak berhari-hari sebelumnya, begitu mencekam kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4).

Wajar saja mereka cemas. Rumah tempat mereka berteduh selama ini sebentar lagi rata terlindas zaman.

Orang-orang berlarian. Beberapa di antaranya berteriak menyuruh aparat berseragam dan bersenjata pentungan mundur. Hari beranjak siang, bertambah terik saat suasana makin panas.

Namun, tak lama kemudian, para pihak yang berhadapan sepakat untuk tidak memperparah situasi. Kondisi pun berangsur-angsur tenang.

Monday, April 11, 2016

Kompas Edisi Senin 11 April 2016

Kompas Edisi Senin 11 April 2016

Rel Ganda Ubah Kota di Jawa

Interaksi Warga Bertambah dan Memunculkan Kelompok Baru


JAKARTA, KOMPAS — Jalur ganda rel kereta api yang selesai dua tahun lalu mulai mengubah kehidupan warga kota-kota di Pulau Jawa. Angka-angka ekonomi memang belum memperlihatkan lonjakan, tetapi perubahan-perubahan mulai terjadi.

Wahyu Setiawan, pemilik usaha wisata di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak pernah membayangkan bahwa kini ia bisa sibuk menangani wisatawan ke kota itu.

Semula, jumlah wisatawan yang mengunjungi kota itu bisa dihitung dengan jari. Kini, wisatawan melirik kota itu setelah rel ganda selesai dan ada proyek migas, batik bojonegoro, serta sejumlah obyek wisata baru. Ia makin sering mengantar wisatawan ke kota itu. Sekarang, dalam sepekan, selalu ada wisatawan yang mampir di kota itu. Semula, kota ini tidak memiliki hotel berbintang, kini sudah ada satu hotel bintang tiga dan ada lagi tiga hotel yang tengah dibangun.


KONTAK SENJATA

18 Anggota Militer Filipina Tewas


ZAMBOANGA, MINGGU — Sebanyak 18 tentara anggota militer Filipina tewas dalam baku tembak dengan kelompok teroris Abu Sayyaf di Pulau Basila, Provinsi Basila, Filipina, Sabtu (9/4). Baku tembak hingga hampir 10 jam itu juga menewaskan sedikitnya lima anggota kelompok pemberontak itu.

Juru bicara regional militer Filipina, Mayor Filemon Tan, mengatakan, jumlah anggota kelompok Abu Sayyaf dalam bentrokan itu mencapai 100 orang. Baku tembak itu sendiri menjadi kekerasan paling buruk di Filipina, yang melibatkan militer dan kelompok teroris Abu Sayyaf sepanjang tahun ini. Dari 18 tentara yang tewas, empat orang ditemukan terpenggal. Sebanyak 53 anggota militer Filipina dan 20 anggota teroris mengalami luka-luka.

"Militer kami tengah berduka," kata Kepala Militer Filipina Jenderal Hernando Iriberri.


LAYANAN KESEHATAN

Mereka Terpaksa Berobat ke Timor-Leste


Di tengah gelombang tinggi dan angin kencang, Hamis Dolimotong (65) diangkut dengan perahu motor menuju Pulau Atauro, Timor- Leste. Penyakit kanker anus yang dideritanya tak bisa ditolong di puskesmas di Pulau Lirang, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku. Lambat ditangani, Hamis akhirnya meninggal.

Kala itu, Hamis didampingi istrinya, Djadia Masura (64), serta anaknya, Irianti Dolimotong (27). Cuaca buruk membuat waktu perjalanan yang biasanya 30 menit menjadi hampir 1 jam. Padahal, jarak di antara dua pulau itu hanya 4,6 mil laut atau sekitar 7,4 kilometer.

Setelah tiba di Pulau Atauro, Hamis dibawa ke rumah sakit setempat. Namun, karena minimnya fasilitas, tim dokter memutuskan merujuk Hamis ke Dili, ibu kota Timor-Leste yang berada di Pulau Timor. Tak lama, sebuah helikopter milik Pemerintah Timor-Leste datang dari Dili ke Atauro khusus menjemput Hamis.

Sunday, April 10, 2016

Kompas Edisi Minggu 10 April 2016

Kompas Edisi Minggu 10 April 2016

Harapan Baru dari Tontowi dan Liliyana

Greysia/Nitya dan Jonatan Kalah


JAKARTA, KOMPAS — Hampir setahun terakhir, tidak ada prestasi yang memukau dari pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Juara dunia ganda campuran 2013 itu tak pernah berada di podium tertinggi bulu tangkis dunia. Kini, di Malaysia, harapan baru dari pasangan ini kembali muncul.

 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya melangkah ke final kejuaraan bulu tangkis Malaysia Terbuka 2016 setelah pada laga semifinal di Stadion Malawati, Shah Alam, Malaysia, Sabtu (9/4), menaklukkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, 21-18, 21-17. Ini merupakan keberhasilan pertama ganda campuran peringkat kedua dunia itu melangkah ke final kejuaraan kasta tertinggi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di tahun ini, kejuaraan level Super Series Premier.

Sebelumnya, di All England, Tontowi/Liliyana hanya melangkah hingga perempat final.

Hasil di Malaysia adalah hasil terbaik Tontowi/Liliyana sejauh ini. Richard Mainaky, Kepala Pelatih Ganda Campuran Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), di Kuala Lumpur, Sabtu malam, mengatakan, ia menangkap gairah dan harapan baru pasangan yang sudah ditanganinya selama hampir satu windu ini.


PERTAHANAN

TNI AU Perkuat Ruang Udara di Perbatasan


JAKARTA, KOMPAS — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara memperkuat ruang udara perbatasan Indonesia dari kawasan Natuna di Kepulauan Riau, Tarakan di Kalimantan Utara, Morotai di Maluku Utara, Timika di Papua, hingga Kupang di Nusa Tenggara Timur.

 Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ke-70 TNI AU di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Sabtu (9/4), Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna menegaskan, radar baru, pesawat tempur baru, ataupun peningkatan kapasitas pesawat tempur, angkut, dan helikopter yang sudah ada akan ditingkatkan.

”Wilayah perbatasan, seperti Natuna yang kaya migas (minyak bumi dan gas), Tarakan, Morotai, Timika, hingga Kupang yang dekat dengan Blok Masela akan diperkuat. Kalau ada pesawat tempur, tentu tak ada kapal asing yang berani macam-macam. Jadi, tinggal koordinasi pesawat tempur dengan unsur kekuatan Angkatan Laut kita. Wilayah udara ibu kota Jakarta juga akan dilindungi khusus dengan pesawat tempur yang bergantian siaga di Lanud Halim Perdanakusuma,” kata Agus.


PERFILMAN

Indah, meski Hanya Sesaat di Layar Bioskop


Beberapa pekerja film Indonesia menjadikan film sebagai wahana untuk menyuarakan isu penting, tetapi terpinggirkan. Pekerja film, seperti Lola Amaria, Djenar Maesa Ayu, Garin Nugroho, dan Yosep Anggi Noen, bergeming dengan film ”idealistik”. Meski kenyataan selalu berulang, film seperti ”Jingga”, ”Nay”, dan ”Guru Bangsa: Tjokroaminoto” cuma bertahan tidak lebih dari seminggu di gedung bioskop.

Namun, mereka ”keras kepala” terus memproduksi film dan tujuan utamanya tetap jaringan bioskop. Di mana indahnya membuat film yang cuma bertahan sebentar di bioskop? Mereka selalu mempunyai jawabannya.

Seniman tidak akan berhenti karena berkarya adalah juga sebuah perjuangan. ”Film adalah ’alat’ yang lebih ampuh daripada senjata untuk menyuarakan apa pun, realitas, kegelisahan, ataupun ketidakadilan,” kata Djenar, Selasa (5/4), di Jakarta.

Saturday, April 9, 2016

Kompas Edisi Sabtu 9 April 2016

Kompas Edisi Sabtu 9 April 2016

RI Percaya kepada Filipina

Waktu Penyerahan Uang Lewat


JAKARTA, KOMPAS — Meskipun dari pemantauan satelit posisi kapal dan 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina telah diketahui, Pemerintah Indonesia tetap menghormati langkah yang tengah diupayakan Pemerintah Filipina untuk menyelamatkan sandera.

 ”Kita sudah tahu secara detail, dan sudah tahu mereka di mana. Kita menghormati Pemerintah Filipina dan harapannya bisa segera dibebaskan,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (8/4) siang.

Seperti diberitakan, kapal pandu Brahma 12 yang menarik tongkang Anand 12 bermuatan 7.500 metrik ton batubara curah, 26 Maret lalu, diketahui dibajak kelompok teroris Abu Sayyaf di Perairan Tawi-Tawi, Filipina. Sepuluh awak kapal pandu itu disandera. Kelompok itu meminta tebusan 50 juta peso, setara Rp 14,3 miliar, dengan batas waktu penyerahan 31 Maret lalu, yang diperpanjang 8 April 2016.


DIABETES

Biaya Pengobatan Akan Bebani Negara


JAKARTA, KOMPASBadan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mengeluarkan Rp 3,27 triliun untuk membiayai 3,32 juta kasus pengobatan terkait diabetes melitus pada fasilitas kesehatan rujukan selama 2015. Jumlah itu digunakan untuk mendanai pengobatan 813.373 pasien diabetes. Besaran biaya, jumlah kasus, dan jumlah pasien itu akan terus naik seiring berubahnya pola hidup dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

”Biaya itu mencakup pasien yang datang dengan kasus utama diabetes, komplikasi akibat diabetes, dan diabetes sebagai komorbiditas (penyerta) dari penyakit lain,” kata Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Togar Siallagan, Jumat (8/4), di Jakarta.

Dari seluruh pasien diabetes, 382.680 orang berobat dengan penyakit utama diabetes atau diabetes sebagai penyakit penyerta. Sisanya, 430.693 pasien, berobat karena penyakit lain walaupun menderita diabetes. Mereka umumnya sudah mengalami komplikasi berbagai penyakit lain, seperti luka gangren, gangguan penglihatan, gagal ginjal, penyakit jantung, dan stroke.


PEMBANGUNAN DAERAH

Berbenah Menuju Kota Tepian Air


Berkendara dari Gerbang Ni'u di Rasanae Barat- sekitar 10 kilometer dari Raba, pusat Pemerintahan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat-hingga Kolo, Kecamatan Asakota, kita disuguhi pemandangan Teluk Bima yang tenang dan menawan dengan pantai-pantainya yang indah.

Melewati gerbang Ni'u yang mengadaptasi model bangunan modern dan arsitektur khas daerah Bima, kita disambut Pantai Ni'u. Setiap sore, pantai di sisi timur Teluk Bima ini selalu ramai pengunjung.

Jika duduk di sisi barat taman yang menghadap Teluk Bima, kita bisa melihat suasana matahari terbenam. Taman ini dilengkapi lampu-lampu sehingga pengunjung bisa beraktivitas hingga malam. Tidak jauh dari taman terdapat deretan gazebo yang digunakan pedagang berjualan makanan.

Friday, April 8, 2016

Kompas Edisi Jumat 8 April 2016

Kompas Edisi Jumat 8 April 2016

Jumlah Pengidap Diabetes Terus Meningkat

Berdampak Luas pada Ekonomi


JAKARTA, KOMPAS — Jumlah penyandang diabetes melitus di sejumlah negara, termasuk Indonesia, terus meningkat. Masalah kesehatan itu membebani ekonomi penyandang diabetes serta negara. Hal itu terjadi akibat tingginya biaya kesehatan serta penurunan produktivitas penderitanya.

 Riset Kesehatan Dasar menunjukkan, kenaikan prevalensi diabetes dari 5,7 persen pada 2007 menjadi 6,9 persen (12,2 juta jiwa) pada 2014. Sementara itu, data Federasi Diabetes Internasional 2014 memperkirakan 9,2 juta pasien diabetes di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, kerugian akibat diabetes di dunia 2010-2030 mencapai 1,7 triliun dollar AS dari produk domestik bruto (PDB) global. Pada 2013, total belanja perawatan diabetes di dunia 612 miliar dollar AS atau 11 persen belanja kesehatan global. Untuk itu, WHO mengusung tema global Hari Kesehatan Sedunia tahun ini ”Beat Diabetes”. Di Indonesia, tema itu menjadi ”Cegah, Obati, Lawan Diabetes”.


PRODUK FARMASI

Obat Anestesi Bermasalah Diusut


JAKARTA, KOMPAS --- Kementerian Kesehatan melarang pemakaian obat anestesi Bupivacaine injeksi produksi PT Bernofarm untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas meninggalnya tiga pasien setelah operasi dengan memakai obat bius itu di Rumah Sakit Mitra Husada, Kabupaten Pringsewu, Lampung, dan dugaan kasus serupa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tim Kementerian Kesehatan kini menginvestigasi kasus itu.

 Larangan itu tercantum dalam surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 7 April 2016, yang ditujukan kepada direktur RS seluruh Indonesia. Surat itu ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo.

Bambang Wibowo, Kamis (7/4), di Jakarta, mengatakan, tiga pasien RS Mitra Husada, Pringsewu, meninggal setelah dioperasi, pada kurun 2-6 April 2016, diduga akibat obat anestesi Bupivacaine injeksi buatan Bernofarm. Tiga pasien tersebut yakni Supripto (62), pasien operasi tumor kaki; Reyhan Mahardika (16), operasi varikokel, pembesaran pembuluh vena di testis; dan Devi Franita (30), pasien operasi caesar.


PARIWISATA

Gili-gili, bak Gadis Cantik yang Menanti Pinangan


Dengan panjang garis pantai 2.333 kilometer dan sebaran 282 pulau, Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki banyak potensi destinasi wisata bahari. Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika merupakan salah satu potensi yang berpeluang besar dikembangkan bersama sembilan destinasi wisata prioritas di Indonesia.

Kawasan seluas 1.035 hektar di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, itu memiliki beberapa pantai menawan yang perawan, seperti Pantai Kuta, Pantai Seger, dan Tanjung Aan. Ombak besar di pantai-pantai itu cocok untuk selancar, alam bawah lautnya yang indah berpotensi untuk wisata penyelaman. Kawasan hutan dan tradisi mencari cacing nyale yang lekat dengan legenda Putri Mandalika cocok untuk ekowisata.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin, di Mataram, mengatakan, setelah macet 25 tahun, perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika pesat pada tahun ini karena mendapatkan perhatian khusus Presiden Joko Widodo. Pemerintah pusat sudah mengucurkan dana Rp 250 miliar dan menjanjikan tambahan Rp 1,8 triliun untuk pembangunan infrastruktur dan menarik investor masuk.

Thursday, April 7, 2016

Kompas Edisi Kamis 7 April 2016

Kompas Edisi Kamis 7 April 2016

Data Kemenkeu Lebih Lengkap

Media yang Ikut Investigasi Dokumen Panama Diretas


TOBELO, KOMPAS — Data mengenai investasi dan dana warga negara Indonesia di luar negeri yang dimiliki Kementerian Keuangan atau Kemenkeu lebih lengkap dibandingkan dengan data ”Panama Papers”. Dokumen ini hanya mempertegas data yang sudah dipegang pemerintah.

 Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah akan mengumumkan hasil final yang terkait data yang ada di Dokumen Panama. Hal tersebut akan dilakukan jika semua sudah selesai.

”Nanti akan saya sampaikan kalau sudah final. Semuanya ini, kan, menyangkut (RUU) Pengampunan Pajak. Nanti setelah itu kami umumkan,” kata Presiden menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela kunjungan kerja di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Rabu (6/4).


PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Jalur KA Papua Dimulai Tahun Ini


TOBELO, KOMPAS — Presiden Joko Widodo meresmikan lima pelabuhan di Indonesia bagian timur yang dipusatkan di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (6/4). Kegiatan ini semakin melengkapi infrastruktur transportasi di Indonesia bagian timur. Bahkan, pada semester dua tahun ini, jalur kereta api di Papua akan mulai dibangun.

Kemarin, di Tobelo, Presiden Joko Widodo meresmikan dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Tobelo dan Pelabuhan Galela yang mulai dibangun pada 2006 dan selesai pada 2015. Sementara di Provinsi Maluku, infrastruktur yang diresmikan adalah Pelabuhan Tutu, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor.

Sehari sebelumnya, Presiden meresmikan Pelabuhan Wasior di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Presiden juga meresmikan delapan pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang dibangun di Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.


FESTIVAL PESONA TAMBORA 2016

Mengungkap Pesona Lombok-Sumbawa


Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan harian Kompas kembali bekerja sama menggelar kegiatan dengan magnet Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Kegiatan bertajuk ”Festival Pesona Tambora 2016” ini merupakan kelanjutan program Tambora Menyapa Dunia 2015 yang digelar untuk memperingati 200 tahun letusan Gunung Tambora.

Kegiatan Tambora Menyapa Dunia 2015 yang juga menjadi pintu masuk untuk mempromosikan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mendapatkan apresiasi Presiden Joko Widodo. Saat memberikan sambutan pada puncak kegiatan itu di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, 11 April 2015, Presiden meminta agar kegiatan itu dijadikan agenda tahunan.

Gayung pun bersambut. Pemprov NTB juga tengah gencar mempromosikan potensi wisatanya agar tidak sekadar mendapat limpahan wisatawan dari Pulau Bali. Dari segi potensi alam untuk pariwisata, NTB tidak kalah dengan Bali. Pantai indah dengan laut biru dan pasir putih yang menjadi magnet kunjungan wisatawan, misalnya, bertebaran di Pulau Lombok dan Sumbawa, dua pulau utama di NTB.

Wednesday, April 6, 2016

Kompas Edisi Rabu 6 April 2016

Kompas Edisi Rabu 6 April 2016

”Panama Papers” Divalidasi

Pengampunan Pajak Dipercepat


JAKARTA, KOMPAS — Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tengah mempelajari data yang ada di ”Panama Papers”. Pemerintah lebih memberikan perhatian terhadap kemungkinan mengoptimalkan penerimaan pajak jika data itu benar setelah divalidasi.

 Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Selasa (5/4), mengatakan, pihaknya telah meminta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mempelajari Panama Papers. Pertama-tama yang harus dipelajari adalah validitas data, kemudian relevansi untuk optimalisasi penerimaan pajak.

Seperti diberitakan sebelumnya, jutaan dokumen dari firma hukum Panama, Mossack Fonseca, mengungkapkan beragam praktik pengelolaan keuangan yang mengaburkan pemilik uang sesungguhnya, asal uang, dan dugaan motif pengaburan itu.


KASUS SANDERA

Pasukan Pemukul Terus Berlatih


TARAKAN, KOMPAS — Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI terus menggelar latihan gabungan di Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (5/4). Latihan berlangsung tertutup. Pasukan juga menunggu perintah untuk melakukan pembebasan terhadap warga Indonesia yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Seluruh personel PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) TNI dalam kondisi siaga. Prajurit berlatih untuk menunjang keahlian dan kemampuan perorangan ataupun satuan. Rutinitas tentara, kan, berlatih, dan itu kami lakukan sebaik mungkin," kata Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel (Inf) Andi Gunawan di Kota Tarakan.

Ada lima kapal perang di Tarakan, yakni KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI Ahmad Yani, KRI Mandau, dan KRI Badau. Kapal-kapal itu ditunjang 2 kapal patroli cepat, 3 helikopter Bell, dan 1 helikopter Super Puma.


LINGKUNGAN

Rumah Harapan untuk Hulu DAS Cimanuk


"Kaik. kaik.." Teriakan nyaring lutung jawa (Trachypithecus auratus) itu menarik perhatian Gunawan. Ia segera mengambil teropong besarnya dan mengambil posisi sedikit membungkuk membidik sumber suara.

Mata kirinya menyipit membantu mata kanannya fokus mengintip gelap rimbun pohon rasamala (Altingia excelsa Noronha) yang berjarak 300 meter dari tempatnya berdiri. Beberapa lama diintip, si empunya suara tetap tak terlihat. Satwa endemik Jawa Barat itu terlalu pandai menyembunyikan tubuh hitamnya di antara dedaunan.

"Ia pasti sedang mengawasi kita," kata Gunawan, Direktur Yayasan Konservasi Elang Indonesia (YKEI), di kawasan Blok Dano dalam kawasan Cagar Alam Papandayan (CAP), Kabupaten Garut, Jabar, Senin (28/3) siang.

Tuesday, April 5, 2016

Kompas Edisi Selasa 5 April 2016

Kompas Edisi Selasa 5 April 2016

Komitmen Elite Jadi Kunci

Ditunggu, Pembangunan Sistem Anti Korupsi


JAKARTA, KOMPAS — Komitmen pemerintah dan parlemen menjadi kunci untuk menekan laju korupsi. Komitmen itu bisa berupa pengesahan regulasi untuk memperkuat efek jera bagi koruptor serta pembangunan sistem dari pusat hingga ke daerah untuk memperkecil peluang korupsi.

 Komitmen tersebut kini amat ditunggu karena korupsi semakin menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa. Sementara di sisi lain, efek jera bagi koruptor semakin rendah. Hal ini, antara lain, terlihat dari makin ringannya hukuman penjara bagi koruptor, yakni dari rata-rata 2 tahun 11 bulan pada 2013 menjadi 2 tahun 8 bulan pada 2014 dan kemudian 2 tahun 2 bulan pada 2015.

Pada saat yang sama, regulasi untuk menambah efek jera bagi koruptor, seperti melalui Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Tindak Pidana, juga belum dibahas untuk disahkan menjadi UU.


KEBOCORAN DOKUMEN

”Panama Papers” Sebut 12 Pemimpin Negara


PARIS, SENIN — Salah satu kebocoran dokumen finansial terbesar dalam sejarah mengguncang perhatian global awal pekan ini. Kebocoran itu berasal dari dokumen firma hukum Mossack Fonseca yang berbasis di Panama sehingga disebut sebagai ”Panama Papers”. Sedikitnya 140 politisi, termasuk 12 pemimpin dan mantan pemimpin negara, selebritas, dan bintang olahraga disebut dalam dokumen yang mengungkap aneka dugaan praktik skandal keuangan rahasia.

Tercatat 11,5 juta dokumen bocor, berisi informasi sejak 40 tahun lalu, sejak 1977 hingga awal 2015. Nama-nama yang disebut dalam bocoran dokumen itu diduga terkait berbagai perusahaan gelap yang sengaja didirikan di sejumlah negara yang terkenal sebagai surga bebas pajak di luar negara para pihak yang disebut.

Temuan itu merupakan hasil investigasi organisasi wartawan global, International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), koran Jerman Süddeutsche Zeitung, dan lebih dari 100 organisasi pers dari seluruh dunia. ICIJ menyatakan, dari dokumen-dokumen itu terungkap praktik-praktik yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam bisnis global.


AREMANIA

Sukacita untuk Sepak Bola Indonesia...


Euforia sebagai juara di Piala Torabika Bhayangkara 2016 mulai terasa di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (4/4). Sekumpulan Aremania- pendukung kesebelasan Arema Cronus-tampak "membirukan" beberapa sudut Malang. Mereka merayakan kemenangan "Singo Edan" atas Persib Bandung 2-0 dalam final yang digelar Minggu (3/4) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Besok akan ada konvoi besar karena tim dan piala diperkirakan sudah tiba di Malang. Saya tunggu di sini saja karena memang tidak bisa berangkat ke Jakarta," kata Rosim (17), Aremania Sawojajar.

Rosim awalnya ingin menonton langsung Arema berlaga di GBK. Namun, sebagai pelajar, ia tidak memiliki uang sehingga nekat mengamen sejak tiga hari sebelumnya. Ia ingin mengumpulkan uang Rp 350.000 agar bisa berangkat ke Jakarta bersama rombongan. Namun, selama tiga hari ia hanya bisa mengumpulkan Rp 70.000 sehingga gagal berangkat ke Jakarta.

Monday, April 4, 2016

Kompas Edisi Senin 4 April 2016

Kompas Edisi Senin 4 April 2016

Cita-cita Reformasi Dibajak

Kebijakan Publik Dikorupsi


JAKARTA, KOMPAS — Reformasi yang bertujuan mengubah sistem korup kini justru dikuasai relasi pengusaha-politisi yang menggunakan kebijakan publik demi kepentingan korporasi. Jika tidak diatasi, hal itu akan menumpulkan daya saing bangsa, sekaligus memperlebar kesenjangan sosial ekonomi.

 Penangkapan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M Sanusi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis pekan lalu, menjadi salah satu bukti adanya relasi politisi-pengusaha terkait kebijakan publik. Pasalnya, Sanusi diduga menerima Rp 2,14 miliar dalam dua tahap dari PT Agung Podomoro Land (PT APLN), terkait pembahasan aturan reklamasi pesisir dan pulau-pulau kecil di Jakarta Utara.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni M Sanusi, karyawan PT APLN Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APLN Ariesman Widjaja. KPK juga telah mencegah Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan bepergian ke luar negeri.

Sebelumnya, Mei 2014, KPK juga menangkap Bupati Bogor, Jawa Barat, Rachmat Yasin atas kasus suap Rp 4,5 miliar terkait konversi hutan lindung seluas 2.754 hektar menjadi lahan untuk perumahan PT Bukit Jonggol Asri.


PIALA TORABIKA BHAYANGKARA

Arema Juara, Kompetisi Didamba


JAKARTA, KOMPAS — Hampir 80.000 penonton memadati final turnamen sepak bola Piala Torabika Bhayangkara 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4), yang menghasilkan Arema Cronus sebagai juara. Namun, itu belum menghapus kerinduan insan sepak bola pada kompetisi yang mati suri setahun terakhir.

 Arema menjuarai turnamen pengisi kevakuman yang diikuti 10 klub besar itu setelah menaklukkan Persib 2-0 berkat gol Raphael Maitimo dan Sunarto. Kemenangan ini menegaskan dominasi Arema atas Persib. Tim asal Malang itu selalu menang di empat laga terakhir kedua tim.

”Piala Bhayangkara batu loncatan untuk ISC (Kejuaraan Super Indonesia). Turnamen ini lebih untuk menghibur. Tetapi, bagi klub, yang jauh lebih penting adalah kompetisi jangka panjang. Tanpa kompetisi, kami ibarat makan sayur tanpa garam,” ujar Manajer Arema Cronus Rudi Widodo.


LAKU PANDAI

Menjadi "Teller" di Warung Kopi


Mulanya mereka hanya berjualan kopi, membuka warung internet, game online, atau sekadar menjual pulsa telepon seluler. Namun, beberapa bulan terakhir mereka malah memiliki kesibukan baru, yakni menjembatani para nasabah yang enggan pergi ke bank. Mereka menjadi agen Laku Pandai.

Jarum jam menunjukkan pukul 10.15, Rabu (23/3), saat Susanti (38) sibuk melayani permintaan mengetik berkas susunan panitia pembangunan masjid menggunakan komputer di warung internet kecil miliknya yang menyatu dengan warung kopi dan tempat menjahit pakaian. Sementara di teras warung yang memakan trotoar, beberapa tukang ojek menunggu penumpang sambil menikmati kopi dan bermain kartu domino.

Kesibukan Susanti tiba-tiba terganggu ketika seorang lelaki setengah baya datang. Ternyata dia salah satu nasabah yang ingin mencairkan uangnya Rp 150.000 untuk membeli pulsa. Susanti pun cekatan melayani kliennya. Jemarinya yang semula "menari" di atas papan tik komputer seketika berpindah ke atas telepon pintar. Sejurus kemudian, tiga lembar uang pecahan Rp 50.000 keluar dari dompet dan diserahkan kepada sang nasabah.

Sunday, April 3, 2016

Kompas Edisi Minggu 3 April 2016

Kompas Edisi Minggu 3 April 2016

Giliran Kapal Malaysia Dirompak

TNI Siap Bebaskan WNI yang Disekap Kelompok Abu Sayyaf


KUALA LUMPUR, SABTU — Perompakan disertai penculikan anak buah kapal menimpa kapal milik Malaysia di Perairan Ligitan, Malaysia, Jumat (1/4). Hingga kemarin, sejumlah 4 ABK Malaysia masih disandera, sedangkan 3 warga negara Indonesia dan 2 warga Myanmar dilepaskan.

 Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nasir, dalam keterangan pers tertulis di Jakarta, kemarin, menyatakan, kapal itu adalah kapal tunda (tug boat) berbendera Malaysia, Massive 6, milik Highline Shipping Sdn Bhd. Peristiwa itu terjadi di Perairan Ligitan pada Jumat sekitar pukul 18.15 waktu setempat.

”Seluruh ABK (anak buah kapal) yang disandera adalah warga negara Malaysia. Sementara 3 warga Indonesia dan 2 warga Myanmar telah dilepaskan,” kata Arrmanatha.


India Terbuka

Indonesia Pastikan Satu Gelar Juara


NEW DEHLI, SABTU — Dua ganda putra tim ”Merah Putih” menciptakan final sesama Indonesia di India Terbuka 2016. Pada laga puncak, Markus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan bertemu Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi, India, Minggu ini. Dengan demikian, Indonesia memastikan telah meraih satu gelar juara.

Pada semifinal, Sabtu (2/4), Angga/Ricky mengalahkan pasangan peringkat ketujuh dunia, Ko Sung-hyun/Shin Baek-cheol (Korea Selatan), 21-18, 6-21, 21-19. Bagi duo Angga dan Ricky, kemenangan ini revans terhadap kekalahan mereka dari Ko/Shin pada final Selandia Baru Terbuka, 27 Maret lalu. Ketika itu, Angga/Ricky kalah dua gim, 18-21 dan 14-21.

Kesuksesan Angga/Ricky ke final diikuti pasangan Markus/ Kevin, yang pada semifinal hari Sabtu menundukkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia), 21-15 dan 21-17. Duel ganda putra Indonesia versus Malaysia itu berjalan cukup emosional, sampai-sampai wasit mengganjar Tan Wee Kiong dengan kartu kuning sebelum gim kedua berakhir.


Gaya Hidup

Cerita Sastra dari Ruang yang Tak Biasa


Dulu, sastra hanya milik para begawan yang bersemadi di ruang-ruang sunyi, jauh dari riuh rendah duniawi. Kini, sastra menjelma dari kursi seorang ”vice president” sebuah bank nasional, peneliti, eksekutif perusahaan telekomunikasi, wakil direktur perusahaan elektronik, desainer interior, hingga pemilik warung nasi uduk di sebuah sudut Jakarta yang metropolis.

 Minggu (27/3), di Studio Tari Salihara, Jakarta. Penonton terkekeh- kekeh mendengar piawainya Anggiyandra (Anggi) memerankan tokoh Barabah yang mengomel dalam logat Betawi yang kental. Begitu juga kala mereka melihat Syakieb A Sungkar, pemeran Banio, suami Barabah yang galak, tetapi sangat lucu.

Hari itu, Anggi dan Syakieb lagi-lagi ”sukses” membawakan karakter laki-bini dari lakon Barabah karya Motinggo Busye yang mereka mainkan. Namun, tunggu dulu, bagi Anggi dan Syakieb, teater hanyalah hobi.

Saturday, April 2, 2016

Kompas Edisi Sabtu 2 April 2016

Kompas Edisi Sabtu 2 April 2016

Hukuman Belum Berikan Efek Jera

Kasus Korupsi Terus Berulang


JAKARTA, KOMPAS — Kembali ditangkapnya anggota legislatif dan pengusaha oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena melakukan korupsi menunjukkan bahwa berbagai sanksi dan hukuman yang selama ini dijatuhkan kepada koruptor belum menimbulkan efek jera.

 Kondisi ini antara lain disebabkan oleh makin ringannya vonis untuk koruptor. Jika pada tahun 2013 rata-rata lama vonis penjara terpidana korupsi adalah 2 tahun 11 bulan, pada tahun 2015 hanya 2 tahun 2 bulan.

Pada saat yang sama, makin terkikisnya budaya malu membuat masyarakat juga permisif dan bahkan cenderung mudah melupakan pejabat negara yang melakukan korupsi.


DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

Perlindungan Pesisir Belum Sistematis


JAKARTA, KOMPAS — Kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah di wilayah pesisir telah berlangsung puluhan tahun. Namun, perlindungan wilayah pesisir dari dampak buruk abrasi, intrusi air laut, dan genangan (rob) belum tuntas ditangani.

Di pesisir pantai utara (pantura) Pulau Jawa, misalnya, hingga kini belum ada upaya sistematis untuk menyelamatkan kawasan dengan kerusakan parah itu. "Ketahanan pesisir pun terus menurun dari berbagai dampak perubahan iklim," kata Dedi Supriadi Adhuri, peneliti senior pada Kelompok Studi Maritim Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jumat (1/4), di Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah peneliti asing memublikasikan pemodelan dampak penghangatan atmosfer dan mencairnya es di Antartika, Rabu. Tahun 2100, kenaikan muka laut global diprediksi di atas 1 meter (Kompas, 1/4).


MUSIK

Kala Gairah Zaman Berdentaman


"Selama kaki masih bisa berjalan, dan tangan masih bisa diangkat, the show must go on," kata drumer Jelly Tobing (65). Jelly mengucapkan itu dengan napas agak tersengal dan tubuh berlumur penuh peluh seusai bermain tunggal di hadapan penonton.

Ia baru selesai mengawal lagu Metallica, "Enter Sandman", di ajang Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFest) 2016 di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jumat (1/4) malam. Jelly bermain penuh tenaga, mengingatkan gayanya kala menjadi bintang panggung di era 1970-an lewat band The Minstrels dan Super Kid.

Jelly merupakan salah satu dari delapan "jagoan" drumer dalam hajatan yang dihelat BBJ dan Indonesia Drummer pimpinan Ekki Soekarno itu. Selain Jelly, mereka adalah Benny Mustafa (75), Susy Nander (69), Karim Suweileh (65), Asido Panjaitan (63), Keenan Nasution (63), Jimmy Manopo (62), dan Rudy Subekti (62).