Wednesday, May 4, 2016

Kompas Edisi Rabu 4 Mei 2016

Kompas Edisi Rabu 4 Mei 2016

Kasus YY Puncak Gunung Es

Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan Terus Meningkat


JAKARTA, KOMPAS — Pemerkosaan dan pembunuhan terhadap YY (14), remaja asal Bengkulu, oleh 14 pria merupakan puncak gunung es persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jika masalah ini tak segera diatasi, korban akan terus bertambah dan Indonesia semakin jauh dari keadaban.

YY, siswi sekolah menengah pertama di Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, diperkosa lalu dibunuh oleh 14 pria yang semuanya berumur di bawah 20 tahun, dan 5 di antaranya pelajar, pada 2 April lalu.

Jenazah YY ditemukan dalam kondisi membusuk di jurang dengan tangan dan kaki terikat pada 4 April 2016.


PEMBUNUHAN DOSEN

Interaksi Kurang Harmonis Jadi Pemicu


MEDAN, KOMPAS — Interaksi kurang harmonis antara pengajar dan mahasiswa di ruang kelas diduga menjadi pemicu pembunuhan dosen di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Senin lalu.

RS (21), mahasiswa semester VI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), diduga membunuh dosennya karena sakit hati yang terpendam sebulan terakhir. Korban sering menegur pelaku di kelas saat pelaku tidak memperhatikan korban yang tengah mengajar. ”Yang bersangkutan selalu dimarahi dosen,” kata Kepala Polresta Medan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto, Selasa (3/5).

Korban pernah mengusir pelaku keluar kelas karena tidak membawa buku dan tidak memakai kemeja.


LIGA INGGRIS

Para Pemain Buangan Membuka Mata Dunia


Bintang klub Leicester City, Riyad Mahrez (25), pernah mengecap getirnya kehidupan dan disepelekan orang. Telah berkali-kali ia ditolak klub-klub besar karena postur tubuhnya yang kurus kering dan rapuh. Namun, bersama barisan pemain terbuang lainnya, ia membuka mata dunia.

Mahrez adalah salah satu aktor lapangan di balik kesuksesan Leicester City menjungkirbalikkan logika, yaitu menjuarai Liga Primer Inggris. Leicester menjadi klub gurem berbiaya rendah pertama di era modern Liga Primer Inggris sejak 1992 yang meraih gelar prestisius itu.

Diboyong dari klub divisi kedua Liga Perancis, Le Havre, pada 2014, Mahrez menjelma sebagai megabintang baru, tidak hanya di Leicester, tetapi juga di Liga Inggris.