Showing posts with label berita kompas hari ini. Show all posts
Showing posts with label berita kompas hari ini. Show all posts

Sunday, May 8, 2016

Kompas Edisi Minggu 8 Mei 2016

Kompas Edisi Minggu 8 Mei 2016

Kehidupan

Ritus Bali dalam Gedoran Industri


Bali selalu memiliki jalan pulang menuju kesejatiannya. Industri pariwisata yang mengomodifikasi seni ritual tidak asal ditolak. Tradisi secara lentur mencari bentuk baru tanpa kehilangan asal-usul. Oleh sebab itu, seni ritus bisa berdampingan dengan seni komersial.

Sejak buku Gregor Krause, Bali 1912, diterbitkan pertama kali di Eropa pada 1920, Bali mendunia. Babak berikutnya, tradisi dan ritual disesap industri pariwisata dan kian terkomodifikasi. Namun, Bali tak pernah menyerah, ritus-ritus di pura tanpa pernah kehilangan makna, tetap menjadi energi pulau ini. Para penari selalu menjalani laku ngayah, mempersembahkan tarian terbaik ke hadapan para dewata.

Lautan manusia berbaju putih memusar di Pura Samuan Tiga, Minggu (24/4). Pura bersejarah di Desa Pakraman Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, itu melanjutkan prosesi panjang upacara Panca Wali Krama Kahyangan Jagad Pura Samuan Tiga.


KEKERASAN SEKSUAL

Bentuk Satuan Tugas Perlindungan Anak


REJANG LEBONG, KOMPAS — Komisi Nasional Perlindungan Anak mendesak pemerintah daerah untuk segera membentuk satuan tugas perlindungan anak. Keberadaan satuan tugas ini dinilai dapat mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak.

Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi, Sabtu (7/5), mengatakan, masih banyak orang yang tidak peduli terhadap kekerasan seksual yang terjadi di sekitarnya. ”Banyak orang yang cuek dan tidak tahu. Mereka menganggap hal itu adalah wilayah domestik dan menjadi urusan pribadi,” ujarnya seusai mengunjungi keluarga YY di Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Pada awal bulan lalu, YY (14), siswi sekolah menengah pertama di Padang Ulak Tanding, diperkosa dan dibunuh 14 laki-laki, yang semuanya berumur di bawah 20 tahun. Kasus ini mengejutkan publik di Indonesia. Berbagai kalangan pun mengecam peristiwa tersebut.


LIGA INGGRIS

”Setan Merah” Berebut Tiket Liga Champions


NORWICH, SABTU — Gol di menit ke-72 oleh Juan Mata memastikan kemenangan tandang Manchester United 1-0 atas Norwich City, Sabtu (7/5), di Stadion Carrow Road, Norwich, Inggris. Ini kemenangan krusial karena menjaga peluang skuad ”Setan Merah” mengakhiri Liga Inggris musim ini di zona Liga Champions.

Manchester United (MU) kini berada di peringkat kelima dengan nilai 63, satu poin di bawah Manchester City, dan terpaut empat poin dari peringkat tiga Arsenal. Posisi tiga besar lolos otomatis ke fase grup Liga Champions musim depan, dan peringkat empat melalui kualifikasi.

”Ya, ini sangat penting karena kami masih berada dalam persaingan dan kami tetap bersaing dengan terus menekan para pesaing kami. Ini sangat penting. Saya sangat senang. Ini bukan kemenangan mudah karena Norwich berjuang lepas dari degradasi dan kami harus menang karena kami telah kehilangan dua poin melawan Leicester (imbang 1-1 di pekan ke-35). Sekarang kami masih dalam persaingan (ke Liga Champions),” ujar Manajer MU Louis Van Gaal.

Saturday, May 7, 2016

Kompas Edisi Sabtu 7 Mei 2016

Kompas Edisi Sabtu 7 Mei 2016

Atasi Problem secara Utuh

Hadirkan Relasi Jender yang Adil


JAKARTA, KOMPAS — Berbagai kalangan mendesak agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual secepat mungkin disahkan. Lewat regulasi itu, Indonesia memiliki payung hukum untuk mengatasi problem kekerasan seksual di masyarakat secara komprehensif.

”RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. DPR harus segera menuntaskannya,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah GKR Hemas, Jumat (6/5), di Jakarta.

Sekretaris Nasional Perempuan Mahardika Mutiara Ika Pratiwi, kemarin, menjelaskan, dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual terdapat aturan yang menegaskan pentingnya upaya pencegahan di masyarakat. Upaya pencegahan itu ditempuh melalui pendidikan kesehatan reproduksi yang mengajarkan tata cara memahami relasi jender secara adil dan bermartabat.


ISRA MIRAJ

Presiden Ingin Santri Siap Hadapi MEA


MAGELANG, KOMPAS — Mulai berlakunya era perdagangan bebas di negara-negara di kawasan Asia Tenggara atau yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN, sejak 1 Januari 2016, menjadi penanda semakin ketatnya persaingan antarnegara, khususnya dalam lingkup Asia Tenggara. Untuk itu, siapa pun, termasuk para santri di pondok pesantren, harus siap menghadapinya.

Saat ‎peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/5) malam, Presiden Joko Widodo mengatakan, santri merupakan salah satu aset bangsa yang harus siap menghadapi kompetisi bebas tersebut.

”Santri bersama kita semua harus bersama-sama berupaya memenangi kompetisi dalam kompetisi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” ujar Presiden, yang hadir di sela-sela kunjungan kerjanya selama dua hari, Rabu dan Kamis (5/5).


PELAJAR INSPIRATIF

Dari Tanah Papua Mereka Terbang Menggayuh Mimpi


Pemuda Papua menggayuh mimpi menjadi penerbang lewat Program Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat. Sebagian dari mereka adalah anak-anak dari keluarga biasa dan sederhana, tetapi sarat prestasi.

Mereka dipilih, ditempa, dan dididik dengan harapan bisa turut serta membangun Papua lebih baik lagi. Anita Ema Bwefar dan Lukman La 'Ali memeluk erat putri mereka, Restiana Zakinah (20), di depan hanggar sekolah Penerbangan Banyuwangi, Jawa Timur. Air mata mereka tumpah tak kuasa menahan haru setelah menyaksikan sang putri diwisuda menjadi pilot.

Sebanyak 11 putra-putri Papua dilantik menjadi pilot pada Kamis (28/4) seusai menjalani pendidikan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi selama 22 bulan. Kesebelas anak muda itu dipilih khusus dalam Program Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat yang dimulai tiga tahu lalu (2013).

Wednesday, May 4, 2016

Kompas Edisi Rabu 4 Mei 2016

Kompas Edisi Rabu 4 Mei 2016

Kasus YY Puncak Gunung Es

Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan Terus Meningkat


JAKARTA, KOMPAS — Pemerkosaan dan pembunuhan terhadap YY (14), remaja asal Bengkulu, oleh 14 pria merupakan puncak gunung es persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jika masalah ini tak segera diatasi, korban akan terus bertambah dan Indonesia semakin jauh dari keadaban.

YY, siswi sekolah menengah pertama di Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, diperkosa lalu dibunuh oleh 14 pria yang semuanya berumur di bawah 20 tahun, dan 5 di antaranya pelajar, pada 2 April lalu.

Jenazah YY ditemukan dalam kondisi membusuk di jurang dengan tangan dan kaki terikat pada 4 April 2016.


PEMBUNUHAN DOSEN

Interaksi Kurang Harmonis Jadi Pemicu


MEDAN, KOMPAS — Interaksi kurang harmonis antara pengajar dan mahasiswa di ruang kelas diduga menjadi pemicu pembunuhan dosen di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Senin lalu.

RS (21), mahasiswa semester VI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), diduga membunuh dosennya karena sakit hati yang terpendam sebulan terakhir. Korban sering menegur pelaku di kelas saat pelaku tidak memperhatikan korban yang tengah mengajar. ”Yang bersangkutan selalu dimarahi dosen,” kata Kepala Polresta Medan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto, Selasa (3/5).

Korban pernah mengusir pelaku keluar kelas karena tidak membawa buku dan tidak memakai kemeja.


LIGA INGGRIS

Para Pemain Buangan Membuka Mata Dunia


Bintang klub Leicester City, Riyad Mahrez (25), pernah mengecap getirnya kehidupan dan disepelekan orang. Telah berkali-kali ia ditolak klub-klub besar karena postur tubuhnya yang kurus kering dan rapuh. Namun, bersama barisan pemain terbuang lainnya, ia membuka mata dunia.

Mahrez adalah salah satu aktor lapangan di balik kesuksesan Leicester City menjungkirbalikkan logika, yaitu menjuarai Liga Primer Inggris. Leicester menjadi klub gurem berbiaya rendah pertama di era modern Liga Primer Inggris sejak 1992 yang meraih gelar prestisius itu.

Diboyong dari klub divisi kedua Liga Perancis, Le Havre, pada 2014, Mahrez menjelma sebagai megabintang baru, tidak hanya di Leicester, tetapi juga di Liga Inggris.

Tuesday, May 3, 2016

Kompas Edisi Selasa 3 Mei 2016

Kompas Edisi Selasa 3 Mei 2016

Fokus pada 4 Sandera

Pemerintah Kembali Memakai Diplomasi Total


JAKARTA, KOMPAS — Setelah 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf dapat dibebaskan, kini Pemerintah Indonesia memusatkan perhatian pada upaya pembebasan empat WNI lainnya yang masih disandera kelompok bersenjata di Filipina selatan itu.

Diplomasi total yang membuahkan hasil dalam pembebasan 10 sandera akan kembali digunakan dalam upaya pembebasan empat sandera yang masih ditahan. Dalam strategi diplomasi total ini, dua acuan dipakai pemerintah, yakni keselamatan sandera dan membuka simpul komunikasi dengan sebanyak mungkin pihak.

"Kita paham, satu simpul tidak memadai untuk suatu operasi yang sangat besar dan penuh risiko. Satu batu bata tidaklah cukup untuk membangun sebuah rumah," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di sela-sela penyerahan 10 WNI anak buah kapal tunda Brahma 12 kepada keluarga mereka, Senin (2/5), di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.


LIGA CHAMPIONS

”Peluru” Terakhir Pep Guardiola


MUENCHEN, SENIN — Media-media Jerman telah menyiapkan obituari akhir era Pep Guardiola di Bayern Muenchen menjelang laga kedua semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid di Muenchen, Rabu (4/5), pukul 01.45 WIB. Namun, Pep Guardiola belum rela ”mati”. Ia melawan ”pemakaman” dini itu.

”Saya belum mati. Setelah laga ini berakhir, boleh kalian ramai-ramai ’memakamkan’ saya. Namun, saat ini saya masih memiliki satu peluru tersisa,” ujar Guardiola, yang menganggap laga itu sebagai ”hidup-mati” karier kepelatihannya, khususnya di Jerman.

Guardiola menyadari, trofi Liga Champions adalah satu-satunya ”mata uang” yang berlaku di klub raksasa Eropa, seperti Muenchen. Deretan trofi Liga, Piala Liga, dan Piala Super UEFA yang diraihnya bersama Muenchen akan kurang berarti tanpa ”si kuping lebar”—julukan trofi Liga Champions.


PENDIDIKAN ANAK PESISIR

Ketika Laut Menjauh dari Imajinasi


Anak-anak itu lahir dan tumbuh kembang di tepi laut. Gulungan ombak ibarat teman bermain. Di laut mereka menyaksikan orangtua mencari nafkah. Sayangnya, hamparan samudra itu menjauh dari imajinasi mereka. Bagi mereka, laut tak menjanjikan masa depan.

Inilah kisah buram kampung nelayan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kedekatan fisik dengan laut ternyata tidak menumbuhkan semangat bahari pada anak-anak setempat.

Angga (13) tanpa ragu menggelengkan kepala saat ditanya apakah dia nanti mau jadi nelayan seperti ayahnya. Siswa kelas I Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ishlah, Tembokrejo, Muncar, itu berujar, "Tidak enak jadi nelayan. Saya mau jadi guru."

Monday, May 2, 2016

Kompas Edisi Senin 2 Mei 2016

Kompas Edisi Senin 2 Mei 2016

Diplomasi Total Berhasil

Pendekatan Kemanusiaan Dilakukan sejak Awal


MANILA, KOMPAS — Sepuluh warga negara Indonesia korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf yang dibebaskan akhirnya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5) pukul 23.15. Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat untuk cek kesehatan.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi Pemerintah Filipina dan semua pihak yang terlibat dalam proses pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf faksi Al Habsyi, baik secara formal maupun informal.

Pemerintah Indonesia akan terus melanjutkan diplomasi total dalam mendekati kelompok penyandera agar membebaskan empat warga Indonesia lainnya yang menjadi anak buah kapal (ABK) berbeda dan masih disandera sejak 23 Maret lalu.


PENDIDIKAN KARAKTER

Sekolah Terjebak Pragmatisme


JAKARTA, KOMPAS — Menyambut Hari Pendidikan Nasional, gugatan terhadap penyelenggaraan pendidikan pada berbagai aspek dan tingkatan mengemuka. Salah satu topik yang relevan adalah pendidikan karakter, terutama jika dikaitkan dengan fenomena sosial.

Fakta yang dihimpun Kompas sepekan terakhir menunjukkan, sebagian satuan pendidikan di sejumlah wilayah belum optimal mengajarkan pendidikan karakter. Budaya instan justru bersemai di sekolah. Lembaga pendidikan dibayangi pragmatisme. Pembelajaran larut dalam orientasi hasil dan menafikan proses. Mentalitas menerabas pun marak.

"Budaya malu jika berbuat salah makin luntur. Coba amati, pejabat pemerintah dan legislatif yang tersangkut kasus korupsi kini rata-rata berusia makin muda ketimbang era 5-10 tahun lalu. Pendidikan mereka makin bagus, berijazah magister-doktoral. Tetapi, di depan kamera, mereka senyum-senyum tanpa merasa malu," ujar Said Hamid Hasan, guru besar emeritus dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Minggu (1/5).


HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Inspirasi dari Ruang Kelas


Merayakan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional, tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara (1889-1959), tokoh pendidikan dan Menteri Pengajaran Indonesia yang pertama, berarti menapaki jejak langkah revolusionernya.

Lembaga pendidikan yang dia dirikan, Perguruan Tamansiswa, pada 22 Juli 1922, dia jadikan kendaraan merebut kemerdekaan, sifatnya revolusioner-anti penjajahan. Dari antara banyak lembaga pendidikan sebelum Indonesia merdeka, paling menonjol adalah Perguruan Tamansiswa di Yogyakarta.

Repotnya, nama Ki Hadjar Dewantara makin sayup-sayup. Sebuah penelitian kecil-kecilan belum lama ini, yang dilakukan oleh Ki Tato Darmanto-Ketua Pengurus Pusat Keluarga Besar Tamansiswa-dari 100 responden anak-anak SMA dan SMK, hanya 40 persen yang mengetahui tentang Ki Hadjar Dewantara. Dari 40 persen yang mengaku tahu itu, hanya 10 persen yang tahu pemikirannya.

Saturday, April 30, 2016

Kompas Edisi Sabtu 30 April 2016

Kompas Edisi Sabtu 30 April 2016

Kepala Daerah Kunci Kesuksesan

Layanan Daring Dipraktikkan


JAKARTA, KOMPAS — Komitmen kepala daerah menjadi salah satu kunci kesuksesan penerapan pelayanan publik berbasis dalam jaringan. Komitmen itu terutama untuk menghadapi resistansi petugas yang akan kehilangan uang dari petty corruption atau korupsi skala kecil, tetapi berlangsung masif.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengumpulkan contoh bagus pelayanan publik berbasis dalam jaringan (daring) dari sejumlah daerah, seperti Surabaya (Jawa Timur), Kabupaten dan Kota Bogor (Jawa Barat), serta Pekalongan (Jawa Tengah). Contoh-contoh baik itu akan disebarkan ke daerah lain yang sudah mempunyai nota kesepahaman dengan KPK, yakni 44 kabupaten dan kota serta 4 provinsi.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Jumat (29/4), di Jakarta, mengatakan, pelayanan publik berbasis daring akan menekan potensi korupsi. Sebab, pelayanan bentuk itu akan memotong beberapa hal, yakni pertemuan antara petugas pelayanan publik dan warga yang membutuhkan pelayanan, menghilangkan calo pelayanan pubik, menghilangkan pungutan tak resmi, dan mempercepat pelayanan, sehingga akan lebih efektif.


TEROR WARGA

Senapan Angin Disita, Pelaku Utama Dikejar


MAGELANG, KOMPAS — Setelah mengerahkan tim khusus, Kepolisian Resor Magelang Kota berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan misterius di Kota Magelang, Jawa Tengah. Penembakan diduga dilakukan St (30) alias P yang melarikan diri ketika rumahnya digerebek polisi.

Kepala Polres Magelang Kota Ajun Komisaris Besar Edi Purwanto, Jumat (29/4), mengatakan, sekitar pukul 02.00 polisi mendatangi rumah St di Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan. Namun, polisi hanya menemukan kakak St yang berinisial Sr,yang sedang mengonsumsi sabu. Dari keterangan Sr inilah diketahui St telah pergi dari rumah.

Di rumah tersebut, polisi menyita satu senapan angin, ratusan gotri, pedang, dan korek api. Gotri yang ditemukan mirip dengan gotri yang mengenai tubuh salah satu korban.


PENELITI MUDA

Membawa Limbah Kakao ke Belanda


Putu Sri Indah Cahyani (18) dan Ni Ketut Ayu Krisma Dewi (17) bakal mempresentasikan temuan mereka, yakni pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai superkapasitor, pada International Environment Sustainability Project Olympiad 2016 di Belanda, Mei nanti.

Kami tak menyangka temuan limbah kakao ini mampu meraih medali perunggu di Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada Februari lalu, dan kami terpilih mewakili Indonesia ke INESPO di Belanda pada Mei-Juni nanti," kata Indah, bersama Krisma di sekolahnya, di SMA Negeri 3 Denpasar, Bali.

Kedua siswa kelas XII tersebut tidak menyangka karena penelitian mereka hanya sekitar 60 hari. Alatnya pun mereka sewa dengan uang patungan bersama dan meminjam milik Jurusan Elektronik Fakultas Teknik Universitas Udayana. Pagi mereka sekolah, siang hingga dini hari mereka melakukan penelitian.

Friday, April 29, 2016

Kompas Edisi Jumat 29 April 2016

Kompas Edisi Jumat 29 April 2016

Presiden: Perbaiki Layanan Publik

Sistem Daring Jadi Solusi


JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo meminta layanan yang bersentuhan dengan rakyat kecil menggunakan sistem dalam jaringan agar lebih transparan dengan biaya dan harga jelas. Koneksi internet dan kepemilikan KTP elektronik menjadi tantangan awal untuk mewujudkan hal itu.

Layanan publik berbasis dalam jaringan (daring) diharapkan bisa dilakukan, antara lain, dalam pengurusan paspor, layanan bandara, pengurusan kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi, surat tanda nomor kendaraan, buku pemilik kendaraan bermotor, akta kelahiran, akta nikah, dan sertifikat tanah. Presiden menilai, layanan publik di atas belum efektif, efisien, dan mudah.

”Saya tak ingin mendengar ada keluhan rakyat terkait layanan publik yang tidak jelas biaya dan waktu layanan, dioper sana-sini. Semua itu harus hilang. Praktik percaloan tidak boleh ada lagi,” kata Presiden saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/4).


KERETA CEPAT

PT KCIC Akui Ada Kesalahan di Halim


JAKARTA, KOMPAS — Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Hanggoro Budi Wiryawan, Kamis (28/4), di Jakarta, menyampaikan permintaan maaf kepada TNI Angkatan Udara terkait insiden masuknya lima pekerja asal Tiongkok di area Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma tanpa izin. Hanggoro juga mengakui, kelima pekerja itu tengah melakukan pekerjaan pengeboran untuk mengambil sampel tanah terkait pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Hal itu dikatakan Hanggoro seusai bertemu Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma di lanud itu, Kamis. ”Danlanud menyatakan ini pelanggaran, dan kami berjanji tak lagi membuat kesalahan seperti ini. Untuk selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan TNI AU,” ujarnya.

Lima warga negara Tiongkok dan dua warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Satuan Keamanan Pertahanan Lanud Halim Perdanakusuma saat melakukan pengeboran di area itu, Selasa lalu. Kedua WNI itu kemudian dibebaskan karena hanya berperan sebagai pengemudi dan penerjemah.


PENEMBAKAN MISTERIUS

Trauma Tidak Hanya Sebatas Luka


Santi Rahayuninsih (20), perempuan warga Kota Magelang, Jawa Tengah, korban penembakan misterius, hanya mengalami luka ringan di bagian paha. Namun, kejadian itu tetap saja sulit untuk dilupakan.

Tepat seminggu kemudian, Senin (25/4), sekitar 40 kilometer arah selatan kota tersebut, seorang anak sekolah dasar berinisial NER (12) juga menjadi korban kejahatan misterius di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lengan anak perempuan itu disayat senjata tajam sejenis cutter. Di rumah sakit, lengannya ditangani dengan 25 jahitan.

"Kejadian itu terlalu menyeramkan untuk dilupakan. Pelaku menembak ke arah kios hingga tiga kali, dan akhirnya baru benar-benar berhenti setelah satu tembakan terakhir mengenai saya," ujar Santi, Kamis (28/4).

Thursday, April 28, 2016

Kompas Edisi Kamis 28 April 2016

Kompas Edisi Kamis 28 April 2016

Polisi Fokus pada Pelaku

Ganjar: Kasus Penembakan Resahkan Masyarakat


JAKARTA, KOMPAS — Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengatakan, kepolisian memfokuskan pada penangkapan para pelaku. Hal ini menjadi prioritas karena polisi ingin mengungkap motif kejahatan para pelaku penyayatan dan penembakan.

Badrodin telah menginstruksikan Kepolisian Daerah Jawa Tengah membentuk tim untuk membantu tugas jajaran Kepolisian Resor Magelang.

"Untuk menangkap pelaku dan mencegah kejadian serupa semakin meluas, saya telah menugaskan Polda Jateng memberikan tim bantuan untuk mendukung operasi pengungkapan kasus itu di Magelang. Penangkapan pelaku merupakan langkah utama untuk mengetahui motif penembakan," kata Badrodin di Jakarta, Rabu (27/4).


Pengampunan Pajak

Pemerintah Siapkan Payung Hukum Alternatif


TANGERANG, KOMPAS — Pemerintah menyiapkan pilihan payung hukum alternatif mengenai perpajakan jika pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak meleset dari target. Alternatif yang dimaksud adalah dengan menerbitkan peraturan pemerintah tentang deklarasi pajak yang semangatnya selain memperbaiki basis data juga meningkatkan pendapatan dari sektor pajak.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan alternatif itu saat di Tangerang, Banten, Rabu (27/4), saat ditanya jurnalis mengenai RUU Pengampunan Pajak.

"Proses pembahasan RUU (Pengampunan Pajak) itu ranahnya ada di DPR. Yang paling penting sudah ada proses ke sana," kata Presiden Jokowi, kemarin.

Namun, pemerintah mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya pembahasan RUU itu gagal atau meleset dari target waktu yang diharapkan. "Kami sudah menyiapkan peraturan pemerintah (PP) kalau pembahasan RUU Pengampunan Pajak ada masalah. PP tentang deklarasi pajak itu bisa. Tak harus tergantung dengan UU Pengampunan Pajak," kata Presiden.


WARGA PERBATASAN

Mereka Juga Ingin "Merasakan" Indonesia


Rulan Malang (39) dan beberapa nelayan asal Pulau Lirang, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, harus menyeberang ke Dili, Timor-Leste. Hal itu dilakukan untuk membeli es batu yang akan digunakan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan mereka.

Satu balok es batu dengan bobot sekitar 2 kilogram (kg) itu dibelinya dengan harga 20 sen dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 2.600. Setiap kali ke Dili, Rulan membeli maksimal 300 balok es sekaligus untuk menghemat energi. Waktu tempuh dari Dili ke Lirang 4 jam dengan risiko pelayaran yang tinggi. Jika perahu digulung ombak, tak jarang es balokan itu dikurangi, bahkan dibuang semuanya ke laut untuk menjaga keseimbangan.

Ia terpaksa membeli es balok di Dili karena di Lirang tidak ada produksi es batu atau ruang pendingin penampung hasil tangkapan nelayan. Warga di pulau berpenduduk sekitar 1.300 jiwa itu hanya mengandalkan listrik tenaga surya untuk kebutuhan penerangan.

Wednesday, April 27, 2016

Kompas Edisi Rabu 27 April 2016

Kompas Edisi Rabu 27 April 2016

Sejumlah Aturan Disinkronkan

Presiden Kumpulkan Penegak Hukum Bahas Pengampunan Pajak


JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo mengumpulkan pimpinan lembaga penegak hukum terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak. Presiden menginginkan agar mereka memiliki persepsi sama sebelum RUU disetujui dan kelak diberlakukan.

Langkah ini dilakukan agar pembahasan ketentuan berjalan lancar dan segera dapat disahkan Dewan Perwakilan Rakyat. Langkah lain yang disiapkan adalah menyinkronkan sejumlah aturan apabila RUU Pengampunan Pajak disetujui dan disahkan DPR.

Presiden menekankan adanya penyamaan persepsi itu saat bertemu Jaksa Agung M Prasetyo, Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, dan tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (26/4). Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP mengatakan, penyamaan persepsi itu penting artinya pada saat RUU masih dalam pembahasan.


TEROR WARGA

Motif Penembakan dan Penyayatan Gelap


MAGELANG, KOMPAS — Teror penembakan misterius di Kota Magelang, Jawa Tengah, sudah berlangsung lebih dari tiga minggu. Namun, hingga Selasa (26/4), pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku dan apa motif penembakan itu sehingga membuat warga Kota Magelang resah.

Kepala Polres Magelang Kota Ajun Komisaris Besar Edi Purwanto, di Magelang, mengatakan, polisi berupaya memperdalam penyelidikan. "Beberapa hal masih membingungkan dan terus kami selidiki, antara lain menyangkut motifnya. Kenapa pelaku melakukan aksi di jalan satu arah? Kenapa yang menjadi sasaran adalah korban perempuan?" ujar Edi, Selasa kemarin.

Hingga Selasa, jumlah korban penembakan terdata mencapai sembilan orang. Satu di antaranya merupakan korban laki-laki, yang sementara ini diduga hanya merupakan korban salah tembak. Selain di Jalan Pemuda di kawasan Pecinan, aksi penembakan juga terjadi di Jalan Ikhlas, Magelang. Wilayah itu merupakan kawasan sentra perdagangan dan jalan satu arah.


DAMPAK LINGKUNGAN

"Ngarung Aek" dalam Rumah


Banjir kali ini tidak seperti biasanya. Air sudah bertahan sebulan lebih, termasuk di dalam pondokan Rahman (41). Namun, belum ada tanda-tanda banjir akan surut. Padahal, tahun- tahun sebelumnya, banjir datang dan pergi dengan cepat mengikuti situasi pasang surut air laut.

Sejumlah warga mengungsi ke tempat kerabat masing- masing yang berumah panggung. Hanya Rahman yang tetap bertahan di rumahnya bersama istri dan seorang anaknya. Luapan air telah menggenangi lantai rumah hingga setinggi sekitar 50 sentimeter. "Setiap hari, kami terpaksa ngarung aek (mengarungi air) dalam rumah," ujar Rahman, petani Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (23/4).

Dalam rumahnya yang sempit, udara terasa pengap dan panas. Pupuk kimia bercampur bau tanaman yang telah membusuk akibat banjir berkepanjangan.

Tuesday, April 26, 2016

Kompas Edisi Selasa 26 April 2016

Kompas Edisi Selasa 26 April 2016

Penjara Penuh Napi Narkoba

Rehabilitasi Pencandu Jadi Solusi Kelebihan Penghuni LP


JAKARTA, KOMPAS — Lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia dipenuhi narapidana dan tahanan kasus narkoba. Ketiadaan perbedaan perlakuan hukum antara pengguna atau pencandu dan bandar narkoba membuat penjara kelebihan penghuni dan rawan terjadi kerusuhan.

Lonjakan jumlah napi dan tahanan dalam empat bulan terakhir hampir sama dengan penambahan jumlah napi dan tahanan per tahun sejak 2012. Rata-rata, kenaikan jumlah napi dan tahanan per tahun dari 2012 sampai 2015 adalah 10.000 hingga 13.000 orang. Sementara lonjakan jumlah napi dalam empat bulan terakhir mencapai lebih dari 11.000 orang.

Data dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) per 25 April 2016 menunjukkan, jumlah tahanan dan napi kasus narkoba mencapai 81.360 orang. Sementara total tahanan dan napi seluruh Indonesia 187.701 orang. Padahal, kapasitas total lembaga pemasyarakatan (LP) dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia idealnya hanya untuk 119.269 tahanan.


LIGA CHAMPIONS

Harmoni Orkestra Raksasa Sepak Bola


MANCHESTER, SENIN — Pelatih Manchester City Manuel Pellegrini merasakan aura tidak bersahabat saat dirinya tiba di markas Real Madrid tujuh tahun silam. Dia tahu, gelar juara Liga Spanyol pun tak akan kuasa melindungi dirinya dari "sabda" pemecatan. Pelatih yang mengagungkan permainan agresif itu hanya semusim bertahan di kuil sepak bola Santiago Bernabeu.

Pellegrini melanjutkan petualangannya. Dia menyemai filosofi permainan menyerang di Malaga, dan tiga musim terakhir di Manchester City. Di klub terakhirnya itu, Pellegrini bisa bersuara dalam transfer pemain, kekuasaan yang dilucuti Presiden Real Madrid Florentino Perez saat membangun "Los Galacticos" episode kedua.

"Saya tidak memiliki suara atau hak pilih di Madrid. Mereka mengontrak para pemain terbaik, tetapi bukan pemain terbaik yang dibutuhkan di posisi tertentu," ujar Pellegrini. "Tidak bagus memiliki orkestra dengan 10 gitaris terbaik jika saya tidak memiliki seorang pianis," lanjut pelatih asal Cile itu.


KEHIDUPAN PENJARA

Bersua "Mamah" dan "Ayah" di Rutan


Yuliana melambaikan tangannya. Seorang perempuan muda berkaus hitam melihat lambaian itu, lalu setengah berlari mendekati Yuliana. Sesampainya di depan Yuliana, ia pun membungkuk dan mencium tangan Yuliana.

"Ke mana tadi, kok, tidak kelihatan? Kenapa tidak ikut fashion show?" tanya Yuliana.

"Iya Mah, saya enggak ikut," kata perempuan berusia 20-an itu. Obrolan dua perempuan itu berlanjut. Gadis itu lalu memamerkan celananya yang sobek-sobek di bagian lutut sembari bertanya, "Gimana Mah, bagus, ya?"

Sekilas, obrolan itu seperti terjadi antara seorang anak gadis dan ibunya. Namun, jangan salah. Obrolan itu terjadi di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur, antara Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Yuliana dan salah satu narapidana (napi) kasus narkotika. Akhir pekan lalu, Rutan Salemba menggelar lomba peragaan busana antarnapi dan pegawai rutan.

Monday, April 25, 2016

Kompas Edisi Senin 25 April 2016

Kompas Edisi Senin 25 April 2016

Di Rutan, Toilet Pun Jadi Sel

Problem Komplikatif yang Tak Terselesaikan Jadi Penyulut Kerusuhan


JAKARTA, KOMPAS — Tak ada penyebab tunggal kerusuhan di penjara. Jumlah penghuni yang melebihi kapasitas, rasio petugas yang tak sebanding, dan tahanan yang stres karena tak bisa mendapatkan remisi adalah rangkaian penyebabnya. Masalah ini terdapat hampir di semua penjara di Indonesia.

Semua masalah itu bisa memicu kerusuhan setiap saat. Hanya berselang sehari, dua kerusuhan terjadi di lembaga pemasyarakatan (LP). Kamis (21/4) malam terjadi keributan di LP Kerobokan, Denpasar, Bali. Jumat pagi LP Banceuy, Bandung, Jawa Barat, rusuh dan terbakar.

Nyaris bersamaan dengan kedua kerusuhan itu, Kompas meliput langsung selama 24 jam kondisi dalam dua penjara besar di Jakarta. Dari Kamis pagi hingga Jumat sore di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, dan dari Jumat pagi hingga Sabtu siang di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.


JAKARTA KOTA SUNGAI

Selamatkan Sungai, Selamatkan Kota


JAKARTA, KOMPAS — Keberadaan belasan sungai di Ibu Kota tak pernah benar-benar disadari warganya. Alih-alih menjadi sumber peradaban kota, sedikitnya 13 sungai di Jakarta baru diingat warganya hanya saat jadi sumber bencana.

Sulit mencari warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang memiliki ingatan saat Kali Krukut masih bening. Padahal, kali yang membentang 40 kilometer dari Kali Citayam di Bogor, hingga Kali Ciliwung, Jakarta, itu melintasi wilayah mereka.

Kali ini membelah Kelurahan Pela Mampang dan Petogogan sepanjang 2 kilometer. Krukut kini penuh lumpur hasil pengendapan tanah dan sampah. Airnya kecoklatan. Aroma tak sedap muncul di sejumlah tempat di wilayah Kelurahan Petogogan dan Pela Mampang.


PULAU MOYO

Ironi di Surga Dunia


Hari menjelang sore ketika tukang ojek memboncengkan kami menuju Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/4). Deru mesin motor empat tak memecah keheningan pulau yang pernah didatangi Putri Diana dan Maria Sharapova itu.

Suhaidi, pengemudi ojek itu, memacu kendaraan motornya dengan kecepatan sedang saat melintas di jalan utama Desa Labuhan Aji, Kecamatan Badas, di Pulau Moyo. Jalan selebar sekitar 1 meter itu baru sebagian yang berpaving. Sebagian besar lainnya berupa tanah.

Setelah melewati jalan perkampungan, roda sepeda motor mulai menyusuri jalan menanjak di tengah perkebunan mede dan kawasan hutan. Sebagian jalan dihaluskan dengan semen. Namun, lebarnya hanya cukup untuk roda sepeda motor.

Sunday, April 24, 2016

Kompas Edisi Minggu 24 April 2016

Kompas Edisi Minggu 24 April 2016

Penjara Terus Bermasalah

Kasus Banceuy, Kerusuhan Ke-4 dalam Sebulan


JAKARTA, KOMPAS — Kerusuhan di sejumlah penjara di Tanah Air seperti bom waktu yang sewaktu-waktu siap meledak. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa sejumlah pembenahan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan belum berjalan baik.

Pada Sabtu (23/4) pagi, sejumlah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Bandung, Jawa Barat, mengamuk dan membakar bangunan lapas. Para narapidana itu marah karena menduga rekannya, yaitu Undang Kosim (54), tewas akibat dianiaya petugas lapas. Sementara petugas mengatakan, Undang, terpidana empat tahun penjara yang dua bulan lagi akan bebas, meninggal karena gantung diri.

"Berapa (dana) yang harus dikeluarkan untuk membangun ini kembali. Pusing saya jadinya," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat berdialog dengan narapidana yang ditahan di Lapas Banceuy.


PARIWISATA

Transformasi ke Digital Jadi Kunci


DENPASAR, KOMPAS — Untuk memenangkan persaingan pasar global, setiap pelaku usaha dan institusi terkait industri pariwisata harus segera bertransformasi dalam bentuk digital. Industri pariwisata juga perlu memastikan keberlanjutan ekosistem pariwisata dengan melibatkan warga lokal.

Hal itu mengemuka dalam Dialog Teras Kita edisi khusus bertema "Lompatan Paradigma Pariwisata: Masyarakat Ekonomi ASEAN, Quality Tourism, dan Sumber Daya Manusia Pariwisata Indonesia", Sabtu (23/4), di Kantor Cabang BNI Denpasar, Bali. Acara itu merupakan kerja sama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) dengan harian Kompas dan Radio Sonora.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Pusat Kajian Pariwisata Universitas Udayana Anak Agung Suryawan Wiranatha, dan pegiat wisata ekologi berbasis desa Made Suarnata sebagai pembicara dengan moderator wartawan senior harian Kompas, Banu Astono. Diskusi juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Polda Bali Irjen Sugeng Priyanto, serta para regulator dan pelaku pariwisata.


Komedi

Memanggungkan Masalah ala Komika


Komedi menjadi cara alternatif mengungkapkan masalah. Mengkritik sekaligus juga menertawakannya. ”Stand up comedy” kini menjadi tren anak muda untuk menyampaikan rasa gundah dan resah.

Ning nong ning nong ning gong. Juminten kuliah di Washington. Kalau malam main ke Las Vegas. Lewat lagu ini, Kangen Band ingin menunjukkan bahwa kami warga dusun juga berhak mendapatkan pendidikan tinggi. Kalian ga ada yang tahu, kan, kalau ternyata Juminten itu tetangga saya,” kata Sadana Agung membuka komedinya dalam panggung Stand Up Comedy Indonesia 6 (SUCI6) KompasTV.

Dengan memakai persona orang dusun, Dana memutar, mematahkan persepsi orang tentang dusun. Misalnya, dia membawa penonton pada situasi konser dangdut yang identik dengan nyawer. Lantaran warga dusun adalah penduduk agraris, mereka menyawer dengan hasil bumi. Memakai kangkung, setandan pisang, atau sekarung beras. Membayangkan nyawer dengan setandan pisang saja memantik tawa.

Friday, April 22, 2016

Kompas Edisi Sabtu 23 April 2016

Kompas Edisi Sabtu 23 April 2016

Suap Peradilan Persoalan Sistemik

Tiga Tas Berisi Uang Dollar Disita


JAKARTA, KOMPAS — Dugaan suap terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, yang menyeret nama Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, menandakan ada persoalan sistemik di lembaga peradilan. Persoalan itu tidak lepas dari lambannya pembenahan tata kelola peradilan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang, di Jakarta, Jumat (22/4), mengatakan, penangkapan Edy Nasution pada Rabu (20/4) harus dipahami hingga ke persoalan mendasar. ”Jika di lembaga penegak hukum membahas soal mengapa orang korupsi kemudian ketemu sebabnya, lalu tidak diatasi, seolah kita kembali ke zaman Orde Baru,” katanya.

Edy bukan orang pertama yang ditangkap KPK terkait korupsi yang melibatkan aparatur di lembaga peradilan.


PERBURUAN BURON

Momentum Bangun Hubungan Khusus


JAKARTA, KOMPAS — Pemulangan buron Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Samadikun Hartono, dan tersangka kasus Bank Century, Hartawan Aluwi, menunjukkan adanya sikap kooperatif dari sejumlah negara terhadap perburuan buron yang dilakukan pemerintah. Kondisi ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk membangun hubungan khusus dengan pejabat negara lain yang jadi tempat tinggal sejumlah buron tersebut.

Sikap kooperatif itu kini, antara lain, diperlihatkan Tiongkok. "Pemerintah Tiongkok sedang gencar melakukan pemberantasan korupsi. Jadi hal-hal seperti itu menjadi perhatian serius," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (22/4), di Jakarta.

Kepulangan Hartawan, menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, juga menunjukkan bahwa Singapura telah menunjukkan sinyal hubungan yang positif.


PENYEDIA JASA

Allbenear dan SinTask, Aplikasi dari Bali


Mau cari makan di mana? Jual beli mobil, atau mau cari jodoh yang dekat ke mana? Semua ada dalam satu aplikasi baru Allbenear. Bahkan, urusan tugas kuliah tetap dilakukan tanpa harus bertatap muka. Dosen dan guru dimudahkan dalam memberikan tugas. Aplikasi SinTask menyediakan fasilitas itu.

Seru dan bermanfaat buat saya. Pekerjaan lancar, mau cari apa aja juga gampang dan gratis. Serunya, ada fitur mencari jodoh terdekat. Ini hal baru buat saya sebagai pengguna jasa-jasa online,” kata Puji Astuti (25), pebisnis yang memanfaatkan aplikasi Allbenear, Rabu (13/4).

Ia tak menyangka pencetusnya anak muda dari Bali. Bagi Puji, kreativitas dan inovasi itu patut diapresiasi di tengah masyarakat yang maunya praktis, ekonomis dengan memanfaatkan telepon pintar.

Kompas Edisi Jumat 22 April 2016

Kompas Edisi Jumat 22 April 2016

Perburuan Aset Jadi Target

Samadikun Hartono Ditahan di Rutan Salemba


JAKARTA, KOMPAS — Pemulangan buron perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Samadikun Hartono, ke Tanah Air oleh tim satuan tugas pemburu koruptor patut diapresiasi. Perburuan aset Samadikun dan terpidana BLBI lainnya menjadi target selanjutnya aparat hukum.

Berdasarkan rekapitulasi barang rampasan yang ditangani Pusat Pemulihan Aset periode Januari-Desember 2015, tercatat ada sejumlah aset milik bekas buron perkara BLBI, yaitu Komisaris Bank Harapan Santosa Hendra Rahardja dan Direktur Utama Bank Umum Servitia David Nusa Wijaya.

Sebagian dari aset itu sudah dilelang lewat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Meski belum ada data pasti, jumlah aset yang dilelang belum mampu mengembalikan potensi kerugian keuangan negara akibat penyalahgunaan dana BLBI yang besarnya hingga Rp 138,4 triliun.


CALON PERSEORANGAN

Presiden Tak Ingin Persyaratan Dipersulit


JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo tidak ingin syarat dukungan calon perseorangan pada pemilihan kepala daerah dipersulit. Presiden pun meminta Kementerian Dalam Negeri bertahan dengan syarat dukungan yang sudah ada, yaitu minimal 6,5-10 persen dari jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap pemilu terakhir di daerah terkait.

Upaya mayoritas fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat untuk menambah syarat dukungan bagi calon perseorangan, yaitu menjadi 11,5-15 persen dari jumlah penduduk atau minimal 10 persen dari jumlah penduduk di sebuah daerah, justru akan merugikan partai politik. Partai akan makin ditinggalkan rakyat karena dinilai hanya memikirkan dirinya sendiri.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengingatkan, ide awal dibukanya kesempatan bagi calon perseorangan dalam pillkada adalah agar calon yang diusulkan dari aspirasi masyarakat, tetapi tidak mempunyai kekuatan parpol, tetap bisa berlaga.



Daerah Terisolasi

Ketangguhan Warga di Pulau Serua


Dari Pulau Serua, Maluku, Edo Ritiau (53) menyapa temannya melalui radio single- sideband. Suara dari pulau kecil di tengah Laut Banda itu merambat cepat lewat udara, menembus jarak 200 mil laut atau 370,4 kilometer. Suaranya menjangkau Pulau Seram, Maluku.

Beberapa detik berselang, suara Edo disambut "Wiski Papa", nama radio  single-sideband (SSB) di Waipia, Pulau Seram. Edo langsung membuka percakapan dengan menyebut nama stasiun SSB miliknya, "Mori." Pagi itu, ia menanyakan jadwal keberangkatan kapal perintis dari Pulau Seram ke Serua.

Radio SSB menjadi satu-satunya alat komunikasi keluar pulau. Radio yang dibeli Edo seharga Rp 8 juta itu dipakai bersama warga Serua. Aliran daya untuk radio menggunakan aki yang dicas dengan listrik tenaga surya. Radio membuat Serua dan Waipia serasa lebih dekat.

Thursday, April 21, 2016

Kompas Edisi Kamis 21 April 2016

Kompas Edisi Kamis 21 April 2016

Parpol Mengancam Demokrasi

Syarat Dukungan bagi Calon Perseorangan Akan Dinaikkan


JAKARTA, KOMPAS — Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat bersikukuh menaikkan syarat dukungan untuk pasangan calon yang akan berlaga dalam pemilihan kepala daerah dari jalur perseorangan. Upaya itu merupakan ancaman bagi demokrasi karena akan mempersulit seseorang maju dari jalur perseorangan.

Upaya mempersulit calon perseorangan ini makin terlihat karena pada saat yang sama syarat bagi pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang diusung partai politik akan diturunkan.

Usulan itu disepakati mayoritas fraksi dalam rapat internal Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang (Panja RUU) tentang Pilkada di Komisi II DPR, Rabu (20/4), di Jakarta. Dalam rapat itu, Panja merumuskan dua alternatif persentase minimal dukungan untuk calon perseorangan.


ALAT KESEHATAN

Produk Dalam Negeri Tekan Biaya Pengobatan


JAKARTA, KOMPAS — Penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri bisa menekan biaya pengobatan hingga 30 persen. Namun, sekitar 94 persen dari pangsa pasar alat kesehatan di Indonesia dikuasai produk impor. Untuk mendorong produksi alat kesehatan dalam negeri, pemerintah menyusun peta jalan pengembangan alat kesehatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2015, nilai pasar alat kesehatan mencapai Rp 12 triliun. Sekitar 94 persen dari pasar alat kesehatan itu dikuasai produk impor, sisanya diisi produk dalam negeri. Dari data nomor izin edar alat tahun 2011-2015, ada 35.536 alat kesehatan impor, sedangkan alat kesehatan dalam negeri hanya 2.575 izin edar.

Hingga 2015, ada 193 pelaku industri alat kesehatan dalam negeri yang mampu memproduksi 278 jenis alat kesehatan. Adapun produk yang bisa diproduksi antara lain ranjang rumah sakit, kursi roda, sarung tangan, benang bedah, dan tensimeter. Sementara produk alat kesehatan yang banyak diimpor adalah alat elektromedis yang belum bisa diproduksi Indonesia, seperti mesin sinar-X dan stent jantung.


REFLEKSI HARI KARTINI

Beban Menjadi Ibu Saat Masih Remaja


Siti Muslihah (17) duduk melantai di beranda rumah sambil menimang Vina (5 bulan). Sekilas, keduanya seperti kakak dan adik yang sedang bercengkerama. Padahal, Lili, panggilan akrab Siti Muslihah, adalah ibu dari bayi perempuan yang dia pangku. Pemandangan seperti ini lumrah di Cirebon, Jawa Barat.

Lili lahir dan mengenyam pendidikan menengah pertamanya di Jakarta, tepatnya di kawasan Pulogadung. Setamat dari madrasah tsanawiyah, ia dimasukkan ke pesantren tradisional di Kabupaten Kuningan, Jabar, oleh orangtuanya. Menjelang usia 17 tahun, Lili dinikahkan dengan Syamsudin (31), guru mengaji dari Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kabupaten Cirebon. Dusun itu adalah kampung halaman orangtua Lili. Syamsudin masih terbilang kerabatnya.

"Saya sudah menempuh pendidikan di pesantren. Sudah mandiri, bisa masak, dan mencuci sendiri. Jadi, sudah siap nikah," kata Lili ketika ditemui di dusun itu, Sabtu (16/4).

Wednesday, April 13, 2016

Kompas Edisi Rabu 13 April 2016

Kompas Edisi Rabu 13 April 2016

Kesungguhan Pemerintah Diuji

Penjara Masih Jadi Sarang Peredaran Narkoba


JAKARTA, KOMPAS — Keseriusan pemerintah dalam membenahi lembaga pemasyarakatan dipertanyakan. Pasalnya, persoalan, seperti peredaran narkoba, pemberian fasilitas istimewa untuk sejumlah narapidana, dan kerusuhan, terus terjadi di penjara.

 Di saat yang sama, penyelewengan dan pelanggaran juga terus dilakukan sejumlah oknum pegawai lembaga pemasyarakatan (lapas) meskipun sejumlah tindakan tegas telah diambil.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Selasa (12/4), mencopot Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam Setia Budi Irianto dan Kepala Pengamanan Lapas IIB Lubuk Pakam Ikhwansyah dari jabatannya karena membangun fasilitas ruang karaoke bagi pengedar dan bandar narkoba di dalam lapas.


KASUS SUMBER WARAS

Basuki: Permintaan BPK Tak Mungkin Dilakukan


JAKARTA, KOMPAS — Seusai dimintai keterangan sekitar 12 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Selasa (12/4), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ada kebenaran yang disembunyikan Badan Pemeriksa Keuangan. BPK juga meminta pihaknya melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

 Setelah dimintai keterangan sejak pukul 09.00, Basuki baru keluar dari gedung KPK pukul 21.25. Di hadapan wartawan yang menunggunya, ia mengatakan, BPK menyembunyikan kebenaran. Menurut Basuki, BPK memaksa pihaknya melakukan sesuatu yang tak mungkin dilakukan.

”BPK minta kami melakukan sesuatu yang tidak bisa kami lakukan. Suruh batalkan pembelian tanah rumah sakit. Itu tak bisa kami lakukan karena pembelian tanah itu terang dan tunai. Kalau mesti dibatalkan, harus jual balik. Kalau jual balik, mau enggak rumah sakit memakai harga baru? Kalau pakai harga lama, (terjadi) kerugian negara,” ujarnya.


TAMBORA CHALLENGE

Perjalanan Melawan Diri Sendiri


Bicara panorama Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, adalah perbincangan yang tak pernah habis bagi mereka yang pernah menjejakkan kaki di pulau itu. Pantai dengan hamparan pasir putih, lautan biru, deru ombak, layung di langit, dan bentangan savana hijau menyimpan cerita sendiri-sendiri.

Banyak pelancong dari berbagai belahan bumi memburu keindahan itu. Mereka menempuh perjalanan bukan saja dengan kendaraan bermotor, melainkan juga mengayuh kakinya dengan sepeda untuk mencapai keindahan panorama Sumbawa.

Ketika tantangan Tambora Challenge kembali digaungkan untuk mengajak para pencinta kegiatan luar ruang sejak akhir tahun, pembicaraan mulai bergulir di sosial media ataupun grup-grup bincang (chatting), seperti aplikasi WhatsApp. Saat Kompas menyelenggarakan acara Road to Tambora, awal Maret 2016, mereka yang berminat dengan antusias mendatangi untuk menjawab keingintahuan kegiatan yang akan diselenggarakan mulai Selasa (12/4) hingga 16 April mendatang.

Sunday, March 20, 2016

Kompas Edisi Minggu 20 Maret 2016

Kompas Edisi Minggu 20 Maret 2016

Pesawat Flydubai Jatuh di Rusia

62 Penumpang dan Awak Tewas, Tak Ada WNI


ROSTOV-ON-DON, SABTU — Pesawat jet Flydubai jatuh di Rusia selatan, Sabtu (19/3) dini hari, menewaskan 62 penumpang dan awak pesawat seluruhnya. Pesawat saat itu mencoba mendarat dalam cuaca buruk di kota Rostov-on-Don.

 Pesawat Boeing 737, yang terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab, menuju kota di Rusia selatan, itu dilaporkan sedang melakukan percobaan kedua untuk mendarat pada pukul 03.40 waktu setempat (pukul 07.40 WIB). Kegagalan pendaratan menyebabkan pesawat itu meledak dan bola api besar membubung saat menghantam landasan, meninggalkan puing-puing yang berceceran di sebuah area luas.

”Pesawat itu menghantam daratan dan terpecah-pecah,” kata Komite Penyidik Rusia dalam pernyataan di lamannya. ”Ada 55 penumpang dan 7 awak di dalamnya. Mereka semua tewas.” Kedua kotak hitam pesawat itu telah ditemukan tanpa kerusakan, menurut komite itu dalam pernyataannya.


FORMULA 1 GP AUSTRALIA

Tim Manor Harus Banyak Berbenah


MELBOURNE, KOMPAS — Hasil sesi latihan dan kualifikasi balapan Formula 1 pada Grand Prix Australia, Sabtu (19/3), menunjukkan, tim Manor yang menjadi tempat bergabungnya pebalap Indonesia, Rio Haryanto, harus banyak berbenah. Apalagi, dari hasil kualifikasi itu, dua pebalap Manor harus membalap dari posisi baris paling belakang.

 Insiden yang terjadi antara Rio dan pebalap tim Haas, Romain Grosjean, pada sesi latihan terakhir memperlihatkan koordinasi yang kurang baik di tim Manor. Rio mendapatkan perintah keluar pit justru saat mobil Grosjean akan melintas.

Akibat insiden itu, Rio mendapat hukuman mundur tiga grid dan mendapat dua poin penalti. Pebalap Indonesia itu akan berlomba dari posisi ke-22 meski di babak kualifikasi menempati posisi 21, atau lebih cepat dari Pascal Wehrlein, rekan setimnya.


Kehidupan

Mengistirahatkan Bumi, Mendaur Ulang Energi


Bumi bekerja tanpa henti. Sebagai organisme yang hidup, ia membutuhkan saat-saat istirahat untuk memulihkan energi kehidupan. Bahkan kemudian mengalirkan energi itu untuk ”menyalakan” kehidupan segenap makhluk yang bermukim di dalamnya. Kapan Bumi istirahat?

Secara ritualistik, masyarakat penganut Hindu di Indonesia menerjemahkannya dengan melangsungkan Nyepi, yang senantiasa jatuh pada saat perayaan tahun baru Caka. Nyepi selalu dirayakan pada bulan mati kesembilan dalam perhitungan kalender Caka atau sekitar bulan Maret dalam tahun Masehi. Nyepi adalah saat-saat melakukan bratha (ibadah), yang secara garis besar berkaitan dengan pengendalian diri. ”Sebenarnya ini juga seperti mulat sarira, segala sesuatu dimulai dari diri sendiri, yakni pengendalian,” ujar peneliti kebudayaan Bali asal Perancis, Jean Couteau, Kamis (17/3), di Bandung, Jawa Barat.

Pada 10 Maret 2016, Nyepi bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari total (GMT) yang bisa disaksikan di sebagian wilayah Indonesia. GMT, kata Jean, bisa juga menandai betapa cahaya pun membutuhkan istirahat. Minimalisasi cahaya juga dilaksanakan secara ritualistik dengan mematikan lampu. ”Itu simbol dari pelaksanaan pengendalian api dalam diri,” ujar Jean lagi.

Thursday, March 17, 2016

Kompas Edisi Kamis 17 Maret 2016

Kompas Edisi Kamis 17 Maret 2016

Legislator Belum Transparan

9.676 Anggota DPRD Belum Isi LHKPN


JAKARTA, KOMPAS — Anggota legislatif, baik di tingkat pusat maupun daerah, belum memiliki kultur transparansi yang memadai dalam melaporkan harta kekayaan. Padahal, transparansi kekayaan menjadi bentuk akuntabilitas terhadap para pemilih, sekaligus meminimalkan potensi korupsi.

Minimnya budaya transparan ini antara lain terlihat dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dihimpun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Data KPK per 8 Maret 2016 menunjukkan anggota legislatif secara akumulatif paling banyak yang belum menyerahkan LHKPN dibandingkan dengan anggota lembaga eksekutif, yudikatif, dan pejabat BUMN/BUMD.

Sebanyak 9.755 anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau sekitar 72,72 persen dari wajib lapor belum pernah sama sekali menyerahkan LHKPN. Dari jumlah total tersebut, terdapat 69 anggota DPR, 10 anggota DPD, dan 9.676 anggota DPRD. Dari jumlah anggota legislatif yang sudah melapor pun, tidak semua patuh memperbarui LHKPN.


SUMBER DAYA MANUSIA

Korporasi Bersaing Memikat Generasi Y


JAKARTA, KOMPAS — Persaingan untuk mendapatkan sumber daya manusia generasi milenial makin ketat. Mereka lebih memilih untuk bekerja di usaha rintisan (start up) berbasis digital dengan kultur kerja yang menarik. Situasi ini menjadikan perusahaan mapan harus mencari cara untuk mendapatkan SDM terbaik.

Kalangan eksekutif perusahaan mapan ataupun usaha rintisan yang dihubungi Kompas di Jakarta, Rabu (16/3), menyatakan, mereka menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang terbaik. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain memantau kantong-kantong sumber talenta, menawarkan magang sebelum lulus, tawaran melanjutkan studi, dan menawarkan suasana kerja yang dinamis.

Presiden Direktur dan CEO PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja mengatakan, secara umum kantong-kantong yang memiliki generasi Y dengan potensi dan kemampuan yang diinginkan OCBC sudah diidentifikasi.


KOPERASI TANI

Meski Anak Sapi Harus Mati...


Anda serius mau mengonsumsi beras organik yang sehat? Silakan hubungi Koperasi Sri Asih di Kabupaten Indramayu sebelum musim gadu, Mei nanti. Petani di sana telah siap melayani. Bahkan, kini, mereka berinovasi dari pengutang jadi pemberi pinjaman uang tunai, dan pembeli sawah gadai sesama petani.

Tanaman padi organik di lahan seluas empat bahu (2,8 hektar) saat ini tengah berbunga. Akhir April nanti anggota Koperasi Sri Asih akan memanen beras organik tak kurang dari 18 ton. Setiap hektar rata-rata menghasilkan 8 ton gabah kering panen. Separuh lahan dari 2,8 hektar itu milik pribadi lima petani.

"Inilah hasil beras organik dari sistem gadai yang kami ambil. Kalau sewa sawah terus, kami rugi. Karena selalu ada petani yang menggadaikan sawahnya, kami beli sawah itu. Tahun pertama 2013 dengan modal Rp 7,5 juta, kami bisa beli gadai setengah bahu (3.500 meter persegi), tahun 2014 dapat gadai satu setengah bahu (10.500 meter persegi) seharga Rp 23,5 juta. Tahun lalu kami punya keuntungan lumayan sehingga bisa ambil sawah gadai dua bahu atau 1,4 hektar seharga Rp 42 juta," kata Rokhi (38), Ketua Kelompok Tani Sumber Sri Asih, Balong Adem, Desa Wanguk, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Tuesday, March 15, 2016

Kompas Edisi Selasa 15 Maret 2016

Kompas Edisi Selasa 15 Maret 2016

BNN Intai Kepala Daerah Lain

Bupati Ogan Ilir Nofiadi Mawardi Tertangkap Gunakan Narkoba


JAKARTA, KOMPAS — Seleksi kesehatan calon kepala daerah, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dinilai buruk. Belum sebulan dilantik menjadi Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi ditangkap Badan Narkotika Nasional karena menggunakan narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso, Senin (14/3), saat memberikan keterangan pers soal penangkapan Nofiadi Mawardi beserta empat orang lainnya, menduga tim dokter yang memeriksa kesehatan calon Bupati Ogan Ilir sudah merekayasa hasil laboratoriumnya.

”Hasil pemeriksaannya tidak dilaksanakan dengan benar. Pasti hasilnya pun direkayasa,” ungkap Budi.


KECELAKAAN MEDIS

Kamar Terapi Terbakar, 4 Tewas


JAKARTA, KOMPAS — Empat orang tewas di dalam kamar terapi hiperbarik Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Mintoharjo, Jakarta, Senin (14/3) siang. Korsleting listrik diduga menyebabkan percikan api di kamar terapi dan mengakibatkan insiden tragis itu.

Keempat korban meninggal itu adalah Inspektur Jenderal (Purn) Abubakar Nataprawira (65), Edi Suwandi (67), dr Dimas (28), dan Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng, Sulistiyo (54).

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Zainudin menjelaskan, kebakaran terjadi di ruang tabung Pulau Miangas Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi sekitar pukul 13.00. Kebakaran terjadi saat pasien berada di dalam tabung sehingga tidak terselamatkan.


LUAPAN SUNGAI CITARUM

Derita Banjir yang Tak Kunjung Berakhir


Lalan Koswara (35) berdiri termenung di lantai dua Masjid Ash-Shofia, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (14/3). Tatapan matanya tajam memandang Jalan Raya Dayeuhkolot yang lebih mirip aliran sungai karena terendam air sejak Sabtu lalu.

Banjir akibat luapan Sungai Citarum yang melanda kawasan Bandung Selatan memaksanya angkat kaki dari rumahnya yang terletak di RT 005 RW 009 Desa Dayeuhkolot karena tergenang hingga 1,5 meter.

Masjid Ash-Shofia memang menjadi lokasi pengungsian bagi warga Dayeuhkolot dan Baleendah. Banjir kali ini merendam 15 kecamatan di Kabupaten Bandung dan yang terparah dalam lima tahun terakhir.


Sunday, March 13, 2016

Kompas Edisi Minggu 13 Maret 2016


Kompas Edisi Minggu 13 Maret 2016

BNN Intai Kepala Daerah Lain

Bupati Ogan Ilir Nofiadi Mawardi Tertangkap Gunakan Narkoba


JAKARTA, KOMPAS — Seleksi kesehatan calon kepala daerah, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dinilai buruk. Belum sebulan dilantik menjadi Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi ditangkap Badan Narkotika Nasional karena menggunakan narkoba.

 Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso, Senin (14/3), saat memberikan keterangan pers soal penangkapan Nofiadi Mawardi beserta empat orang lainnya, menduga tim dokter yang memeriksa kesehatan calon Bupati Ogan Ilir sudah merekayasa hasil laboratoriumnya.

”Hasil pemeriksaannya tidak dilaksanakan dengan benar. Pasti hasilnya pun direkayasa,” ungkap Budi.

Menurut Budi, saat ini, ada sejumlah pejabat dan kepala daerah lain yang ditengarai sebagai penyalah guna narkoba. Untuk itu, BNN tak perlu melapor kepada Presiden dan Gubernur untuk menangkap penyalah guna narkoba itu. ”Ada beberapa yang sedang kami intai, tetapi tidak bisa kami sebutkan sekarang,” kata Budi.

Kultur Korporasi

Generasi Y Bawa Perubahan Sosial


JAKARTA, KOMPAS — Kehadiran generasi Y atau generasi milenial, di samping mengelola bisnis, juga membawa perubahan sosial. Kehadiran mereka yang bersamaan dengan ledakan teknologi digital telah mampu membuat kolaborasi untuk peduli terhadap masalah di masyarakat.

Mereka yang ditemui dan dihubungi Kompas sejak pekan lalu hingga Senin (14/3) mengakui, kehadiran teknologi digital membuat mereka bisa mudah berkolaborasi dan ikut menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat.

Muhammad Alfatih Timur (24), pendiri Kitabisa.com, laman kumpul dana publik (crowdfunding) pertama di Indonesia, menyatakan, di lamannya sudah ada 900 kampanye berbagai kegiatan sosial dan dana terkumpul mencapai Rp 10 miliar. Target nilai dana yang terkumpul adalah Rp 30 miliar sampai akhir tahun 2016.


LUAPAN SUNGAI CITARUM

Derita Banjir yang Tak Kunjung Berakhir


Lalan Koswara (35) berdiri termenung di lantai dua Masjid Ash-Shofia, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (14/3). Tatapan matanya tajam memandang Jalan Raya Dayeuhkolot yang lebih mirip aliran sungai karena terendam air sejak Sabtu lalu.

Banjir akibat luapan Sungai Citarum yang melanda kawasan Bandung Selatan memaksanya angkat kaki dari rumahnya yang terletak di RT 005 RW 009 Desa Dayeuhkolot karena tergenang hingga 1,5 meter.

Masjid Ash-Shofia memang menjadi lokasi pengungsian bagi warga Dayeuhkolot dan Baleendah. Banjir kali ini merendam 15 kecamatan di Kabupaten Bandung dan yang terparah dalam lima tahun terakhir.