Friday, May 20, 2016

Kompas Edisi Jumat 20 Mei 2016

Kompas Edisi Jumat 20 Mei 2016
Kompas Edisi Jumat 20 Mei 2016

Kaum Muda Optimistis Bersaing di Skala Global

Kebangkitan Nasional Dimaknai dalam Konteks Kekinian


JAKARTA, KOMPAS — Kaum muda Indonesia dari beragam profesi memaknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional dalam konteks kekinian. Ditopang penguasaan teknologi, nilai-nilai gotong royong, serta toleransi, mereka optimistis bangsa ini dapat bersaing dan maju setara dengan bangsa lain di tingkat global.

Ainun Najib (31), programer Indonesia, di Singapura, yang menggagas Kawal Pemilu 2014, memaknai kebangkitan nasional sebagai kebangkitan setiap saat, setiap hari. Dengan kata lain, ini bukan momen yang hanya diingat sekali setahun, yakni tiap 20 Mei. Kebangkitan nasional setiap hari dimaknai menjadi lebih baik dengan terus berusaha. ”Siapa yang tidak bangkit setiap hari—menyikapi keadaan—akan merugi dan tergilas waktu,” ujar Ainun yang dihubungi melalui telepon seluler di Singapura dari Jakarta, Kamis (19/5).

Dia berusaha menjalani kebangkitan setiap hari dengan mengajak teman-temannya berkontribusi sesuai bidang masing-masing. ”Bayangkan jika semua elemen bangsa Indonesia, terutama pemuda, bersemangat membangkitkan negeri ini dari berbagai masalah yang melanda, tentu kita maju pesat,” ujarnya.

KECELAKAAN PESAWAT

MS804 Sempat Berbelok Mendadak


KAIRO, KOMPAS — Dunia penerbangan kembali berduka. Dari Kairo, Mesir, dikabarkan, Airbus A320 milik EgyptAir, Kamis (19/5) pagi, jatuh ke Laut Tengah saat terbang dari Paris menuju Kairo. Menurut BBC, pesawat dengan nomor penerbangan MS804 itu mengangkut 66 orang, terdiri dari 56 penumpang, 7 awak, dan 3 personel keamanan.

Presiden Perancis Francois Hollande yang 15 warganya turut dalam penerbangan tersebut memastikan terjadinya kecelakaan itu, dan Kantor Kejaksaan Paris pun segera menggelar penyelidikan. Wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, melaporkan dari Kairo, Menteri Urusan Penerbangan Sipil Mesir Sherif el-Fathi mengatakan, selain faktor teknis, faktor terorisme tidak dapat dikesampingkan.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Keamanan Rusia (FSB) Alexander Bortnikov. Bahkan, ia menduga, kecelakaan itu kemungkinan besar disebabkan oleh aksi teroris. Di Washington, Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menerima taklimat dari penasihat keamanan dalam negeri dan kontra terorisme terkait jatuhnya pesawat itu. Menurut Aviation Week, pesawat dengan nomor registrasi SU-GCC itu dioperasikan EgyptAir sejak November 2003.


PAKET A

Penyapu Jalan Memburu Masa Depan


Bagi sejumlah penyapu jalan Jakarta yang berusia di atas 45 tahun, memperoleh ijazah setara SD merupakan perjuangan. Ijazah itu menjadi penentu kelanjutan penghidupan mereka. Demi itulah mereka mengikuti ujian, satu ruangan bersama anak belasan tahun.

Diawali keengganan, mereka menghadapi rasa malu dan tidak percaya diri. Bermodal kemeja putih pinjaman hingga mencicil uang sekolah, mereka berupaya menggapai ijazah itu.

Rahim (48), petugas kontrak Dinas Kebersihan DKI Jakarta, berharap-harap cemas menanti hasil ujiannya, Kamis (19/5). Sehari sebelumnya, ia menyelesaikan ujian terakhir, yaitu mata pelajaran IPA.