Thursday, May 12, 2016

Kompas Edisi Kamis 12 Mei 2016

Kompas Edisi Kamis 12 Mei 2016
Kompas Edisi Kamis 12 Mei 2016

Pembebasan WNI Hasil Kerja Bersama

Keempat ABK Segera Pulang


JAKARTA, KOMPAS — Pembebasan empat warga negara Indonesia awak kapal tunda Henry yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina sejak 15 April lalu merupakan hasil kerja bersama. Pembebasan itu bagian dari komitmen kesepakatan kerja sama trilateral di Yogyakarta, Kamis (5/5).

 Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Pemerintah Filipina dan Malaysia hingga akhirnya empat WNI dapat diselamatkan. Mereka menyusul 10 WNI anak buah kapal (ABK) kapal tunda Brahma 12 yang sudah dibebaskan pada Minggu (1/5).

”Keempat WNI tersebut dalam keadaan baik. Pembebasan sandera ini dapat dilakukan melalui kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (11/5).


REKLAMASI TELUK JAKARTA

Pengembang Diberi Waktu 120 Hari


JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (11/5), resmi menyegel atau menghentikan sementara kegiatan reklamasi di Pulau C, D, dan G, Teluk Jakarta, hingga 120 hari mendatang. Perusahaan pengembang bisa beraktivitas kembali jika telah melengkapi dan memperbaiki dokumen lingkungan serta konstruksi yang tak ramah lingkungan.

 Penyegelan itu dipimpin San Afri Awang, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan sekaligus Ketua Tim Evaluasi Reklamasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Awang didampingi Rasio Ridho Sani, Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan KLHK; dan Ilyas Asaad, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Kelembagaan Pusat dan Daerah.

Pemerintah melarang seluruh kegiatan konstruksi dan perluasan reklamasi di ketiga pulau tersebut. Kegiatan yang diperbolehkan hanya yang terkait paksaan pemerintah untuk perbaikan manajemen lingkungan dan pengawasan/pengendalian dampak lingkungan.


KRL JABODETABEK

Putaran Roda Besi Itu Membuka Peluang


Putaran roda kereta api telah berpuluh tahun menemani Sopiah (47) mencari rezeki ke Ibu Kota. Kereta api tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga menekan ongkos transportasi. Tersedianya layanan kereta api telah membuka berbagai peluang bagi warga di Kabupaten Lebak, Banten.

 Sopiah adalah satu dari sekian banyak pedagang yang ulang-alik Maja-Jakarta untuk mencari rezeki. Pada masa mudanya, dia menempuh jalur itu saban hari. ”Sekarang, saya jualan hanya Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu,” ujarnya di sela-sela perjalanan, Rabu (11/5).

Sopiah tidak ingat kapan mulai berjualan. Dia hanya ingat awal melakoni usaha ini, yakni saat anak satu-satunya berumur lima tahun. Kini, anaknya itu telah memberi satu cucu.