Wednesday, December 2, 2015

Kompas Edisi Rabu 2 Desember 2015

Kompas Edisi Rabu 2 Desember 2015
Kecelakaan Bukan akibat Cuaca

KNKT Umumkan Hasil Investigasi Jatuhnya Air Asia


JAKARTA, KOMPAS — Komite Nasional Keselamatan Transportasi telah menyelesaikan investigasi terhadap kecelakaan yang menimpa Air Asia Indonesia QZ8501 yang jatuh pada 28 Desember 2014. Dari investigasi diketahui, kecelakaan yang menewaskan 162 penumpang dan kru itu tidak disebabkan oleh satu faktor saja.

Penyelesaian investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) itu lebih cepat dibandingkan standar waktu yang ditetapkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), yakni satu tahun.

Jumpa pers mengenai hasil investigasi kecelakaan pesawat yang diawaki kapten pilot Irianto dan kopilot Remi Emmanuel Plesel itu digelar di kantor KNKT, Jakarta, Selasa (1/12). Jumpa pers itu menyedot perhatian media, baik nasional maupun asing. Setidaknya 125 wartawan memadati ruang jumpa pers yang tidak terlalu luas.

Dalam laporan investigasi tersebut dikatakan, setidaknya ada lima faktor utama yang menjadi penyebab kecelakaan. ”Kecelakaan ini tidak disebabkan oleh human error ataupun cuaca, tetapi ada lima faktor yang lebih dominan. Kalau disebut human error, produk yang rusak juga bisa disebut humanerror karena dibuat oleh manusia,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.


PEJABAT PUBLIK

Tak Mencapai Target, Dirjen Pajak Mundur


JAKARTA, KOMPAS — Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito mengundurkan diri dari jabatannya per Rabu (2/12) ini. Untuk sementara, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak Ken Dwijugiasteadi ditunjuk sebagai pelaksana tugas.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro melalui layanan pesan singkat (SMS), Selasa, di Jakarta, menyatakan sudah menerima surat pengunduran diri Sigit, Selasa pagi. Alasannya, realisasi penerimaan pajak jauh dari target.

Target penerimaan pajak tahun 2015, di luar pajak minyak dan gas, sebesar Rp 1.244 triliun. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak, penerimaan pajak hingga 27 November sebesar Rp 806 triliun atau 64,75 persen. Dengan demikian, realisasi terhadap target kurang Rp 438,72 triliun.


DUGAAN SUAP

KPK Tangkap Tangan Pejabat Banten


JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten dan seorang petinggi badan usaha milik daerah, PT Banten Global Development, di sebuah restoran di kawasan Serpong, Tangerang, Selasa (1/12). Mereka diduga terlibat dalam suap terkait dengan pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten.

"Sekitar pukul 12.42, di sebuah restoran di kawasan Serpong, ada tiga orang yang diduga hendak melakukan tindak pidana korupsi. Di restoran ini terjadi serah terima uang dalam bentuk dollar Amerika Serikat dan rupiah," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi SP.

Johan membenarkan, yang ditangkap KPK adalah dua anggota DPRD Banten dan petinggi suatu perusahaan. "Informasi yang saya terima, anggota DPRD-nya berinisial SMH dan TST, sementara direktur perusahaannya berinisial RT," ujarnya.