Sunday, December 27, 2015

Kompas Edisi Minggu 27 Desember 2015

Kompas Edisi Minggu 27 Desember 2015

Arus Balik Libur Terpecah

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Mengundurkan Diri karena Kemacetan Parah


JAKARTA, KOMPAS — Arus balik menuju Jakarta dan sekitarnya pada libur pergantian tahun ini diperkirakan terpecah menjadi dua, yakni pada Minggu (27/12) dan Minggu (3/1/2016). Walaupun demikian, petugas harus tetap mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan yang masuk ke jalan tol.

Selain warga kembali ke Jakarta dan sekitarnya tidak dalam waktu bersamaan, truk juga dilarang melintasi jalan nasional, baik jalan raya maupun jalan tol, pada 30 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016.

Larangan melalui Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 48 Tahun 2015 itu tidak berlaku untuk truk pengangkut bahan makanan, bahan bakar minyak dan gas, antaran pos, dan barang ekspor-impor dari dan ke arah pelabuhan.


MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Presiden Ajak Kades Berperan Aktif


BOYOLALI, KOMPAS — Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh rakyat, dalam beberapa hari ke depan Indonesia akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Presiden meminta masyarakat untuk tidak takut dan khawatir, tetapi sebaliknya, mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi dan bahkan merebut peluang pasar. Para kepala desa juga diajak berperan aktif memberi dukungan.

Presiden meminta masyarakat Indonesia jangan lagi menggunakan pola-pola atau tradisi lama dalam perdagangan sebab zaman sudah berubah. Salah satu cara agar Indonesia tidak dibanjiri produk-produk impor adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk dalam negeri serta menyiapkan produk yang bisa bersaing dengan produk luar negeri.

”Ini banyak yang belum sadar. Saya hanya ingin mengingatkan, lima hari lagi kita sudah akan masuk ke MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” ujar Presiden Joko Widodo saat memberi pengarahan dalam acara silaturahim dengan kepala desa dan perangkat desa seluruh Indonesia di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (26/12).



GAYA HIDUP

Belanja sambil ”Bobo-bobo Manis”...


Perkembangan teknologi digital tidak saja mengubah, bahkan bisa dibilang merevolusi, berbagai aspek kehidupan. Cukup menyentuh layar telepon seluler pintar atau membuka laptop yang terhubung dengan internet, belanja bisa dilakukan sambil leyeh- leyeh atau ”bobo-bobo manis” di kasur. Apa pun bisa dibeli lewat internet, mulai dari batu akik hingga properti.

 Belanja online atau dalam jaringan (daring) semakin mewabah dan menjadi gaya hidup, tidak hanya di Jakarta dan kota-kota besar, tetapi hingga ke pelosok. Hal ini didorong berbagai kemudahan, mulai dari cara pembayaran hingga pengiriman. Harga ponsel pintar yang semakin murah dan akses internet yang meluas membuat semua orang dengan gampang terhubung dengan dunia maya.

Demam belanja daring, misalnya, sangat terasa pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang tahun ini digelar tiga hari dengan puncaknya pada 12 Desember. Potongan harga hingga 90 persen mendorong orang berbelanja. Situs belanja daring mencatat peningkatan kunjungan 5-10 kali lipat dan penjualan rata-rata 1,8 kali lipat (data lembaga riset Nielsen).