Monday, December 21, 2015

Kompas Edisi Senin 21 Desember 2015

Kompas Edisi Senin 21 Desember 2015

Ciptakan Rasa Aman Prioritas Aparat

Sejumlah Gereja Mulai Bersiaga



JAKARTA, KOMPAS — Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan prioritas utama pengamanan perayaan Natal hingga pergantian tahun di 13 daerah. Pengamanan diharapkan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang beribadah dan berlibur.

Untuk menjamin keamanan perayaan Natal hingga pergantian tahun, Polri menggelar Operasi Lilin pada 24 Desember 2015 hingga 2 Januari 2016. Dalam operasi itu dikerahkan 150.548 personel pengamanan, yang terdiri dari 80.197 personel Polri dan 70.351 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta elemen terkait.

Data rencana Operasi Lilin Markas Besar Polri menunjukkan, ke-13 kepolisian daerah yang menjadi prioritas utama itu adalah Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Adapun 19 polda lainnya masuk dalam prioritas dua.


CATATAN METROPOLITAN

Menunggu Tim Kerja Tangguh dan Selaras


Sepanjang 2015, pembangunan fisik dan pembenahan birokrasi digenjot di Jakarta. Sedikit banyak perubahan positif harus diakui terjadi di Ibu Kota. Akan tetapi, periode "kerja" ini terus diganggu keributan tak tentu arah, mulai dari perseteruan legislatif dan eksekutif hingga sikap pemarah sang pemimpin yang kadang kurang pada tempatnya.

Pemerintahan dengan program dan target yang jelas serta transparan coba diwujudkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Perombakan birokrasi berulang kali dilakukan demi terwujudnya tim birokrat bersih yang kompak. Sepanjang tahun ini, ada lebih dari 8.000 pegawai negeri sipil di lingkup DKI dipindahtugaskan, sekitar 1.500 orang di antaranya didemosi atau diturunkan pangkatnya. Demosi antara lain karena yang bersangkutan terbukti tidak bekerja dengan baik.


TRANSPORTASI PUBLIK

Berharap Pantura Lebih Tertib dan Nyaman


Lelap Asriadi (26) diinterupsi. Semilir angin yang masuk dari jendela bus sontak hilang, tergantikan bising pengeras suara dari vokal dua pengamen wanita. Warga Kuningan tersebut gagal melepas lelah yang menumpuk sedari Jakarta.

Dengan mata merah dan alis nyaris menyatu, Asriadi mencoba duduk tegap. Penumpang lain berpura-pura tidur, acuh tak acuh pada bunyi tersebut.

Pengamen yang masih berusia produktif itu naik ke bus ekonomi jurusan Jakarta-Cirebon-Kuningan, jalur pantai utara (pantura) Jawa, saat bus mampir di wilayah Subang, Jawa Barat, Minggu pekan lalu. Setelah mendendangkan sebuah lagu dangdut, dengan senyum merekah dari wajah yang dirias sekenanya, kedua wanita itu meminta imbalan seikhlasnya.