Tuesday, December 29, 2015

Kompas Edisi Selasa 29 Desember 2015

Kompas Edisi Selasa 29 Desember 2015

Kembangkan Sikap Berbagi

Presiden: Natal Tanpa Perubahan Perilaku Hanya Seremonial


KUPANG, KOMPAS — Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Natal Bersama Nasional 2015 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/12). Presiden menyatakan, sudah saatnya bangsa ini mengembangkan sikap berbagi kepada sesama dan meninggalkan kultur semu yang mementingkan diri.

Presiden menyatakan, Natal berarti mengubah cara berpikir, mengubah cara bertindak, dan mengubah cara berhubungan antar-anak bangsa untuk menghayati Pancasila. Pancasila harus menjadi habitus bangsa dalam iman, harap, dan kasih.

Lebih dari itu, perayaan Natal juga hendaknya dimaknai sebagai langkah untuk menjalankan revolusi karakter, revolusi mental, yang intinya adalah menjadi manusia baru yang berubah lebih produktif, lebih optimistis, lebih disiplin, dan lebih bekerja keras. ”Karena dengan bekerja keras berarti kita berdoa,” ujar Presiden.


LIBUR AKHIR TAHUN

Mudik Hidupkan Perekonomian Daerah


JAKARTA, KOMPAS — Aktivitas mudik pada libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, perayaan Natal, dan Tahun Baru ikut menggerakkan perekonomian daerah. Sektor pariwisata berperan penting dalam mendorong perekonomian daerah menjelang akhir tahun.

Mudik menjelang akhir tahun ini melengkapi mudik Lebaran lalu yang juga berhasil mendongkrak perekonomian di daerah. Pemantauan di daerah hingga Senin (28/12) menunjukkan, tempat-tempat wisata dipadati pengunjung selama sepekan liburan ini.

Aktivitas wisata di daerah didukung oleh meningkatnya penarikan uang tunai pada Desember ini yang, menurut Bank Indonesia, bisa mencapai Rp 80 triliun. Wilayah Jawa masih mendominasi peredaran uang berdasarkan indikator penarikan uang tunai yang mencapai Rp 62 triliun.


TEKNOLOGI

Mendeteksi Kemacetan di Peta Digital...


Rudi (42) duduk dengan kepala tertunduk, di depan minimarket, tempat istirahat Kilometer 72 Tol Purbaleunyi, Jawa Barat, Senin (28/12) siang. Matanya terus memandangi pita merah, hijau, dan kuning yang malang melintang di layar telepon seluler pintarnya. Pita warna-warni itu merupakan indikator kepadatan arus kendaraan di setiap ruas jalan, layanan informasi lalu lintas yang disediakan peta digital beraplikasi di daring.

”Hari ini tidak terlalu macet dari Jakarta. Saya lihat terus di Google Maps. Lihat ini, informasinya lengkap sekali. Hanya beberapa ratus meter sudah kelihatan informasi adanya kemacetan,” ujar Rudi yang sedang istirahat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung, Jawa Barat, dengan menumpang mobil travel.

Siang itu Rudi membuka dua halaman peta digital, Google Maps dan Waze. Menurut Rudi, kedua peta itu cukup akurat dalam mengabarkan kemacetan hampir di setiap ruas jalan. Terutama selama arus mudik liburan Natal dan Tahun Baru yang berlangsung sejak 24 Desember hingga hari ini.