Sunday, March 13, 2016

Kompas Edisi Minggu 13 Maret 2016


Kompas Edisi Minggu 13 Maret 2016

BNN Intai Kepala Daerah Lain

Bupati Ogan Ilir Nofiadi Mawardi Tertangkap Gunakan Narkoba


JAKARTA, KOMPAS — Seleksi kesehatan calon kepala daerah, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dinilai buruk. Belum sebulan dilantik menjadi Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi ditangkap Badan Narkotika Nasional karena menggunakan narkoba.

 Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso, Senin (14/3), saat memberikan keterangan pers soal penangkapan Nofiadi Mawardi beserta empat orang lainnya, menduga tim dokter yang memeriksa kesehatan calon Bupati Ogan Ilir sudah merekayasa hasil laboratoriumnya.

”Hasil pemeriksaannya tidak dilaksanakan dengan benar. Pasti hasilnya pun direkayasa,” ungkap Budi.

Menurut Budi, saat ini, ada sejumlah pejabat dan kepala daerah lain yang ditengarai sebagai penyalah guna narkoba. Untuk itu, BNN tak perlu melapor kepada Presiden dan Gubernur untuk menangkap penyalah guna narkoba itu. ”Ada beberapa yang sedang kami intai, tetapi tidak bisa kami sebutkan sekarang,” kata Budi.

Kultur Korporasi

Generasi Y Bawa Perubahan Sosial


JAKARTA, KOMPAS — Kehadiran generasi Y atau generasi milenial, di samping mengelola bisnis, juga membawa perubahan sosial. Kehadiran mereka yang bersamaan dengan ledakan teknologi digital telah mampu membuat kolaborasi untuk peduli terhadap masalah di masyarakat.

Mereka yang ditemui dan dihubungi Kompas sejak pekan lalu hingga Senin (14/3) mengakui, kehadiran teknologi digital membuat mereka bisa mudah berkolaborasi dan ikut menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat.

Muhammad Alfatih Timur (24), pendiri Kitabisa.com, laman kumpul dana publik (crowdfunding) pertama di Indonesia, menyatakan, di lamannya sudah ada 900 kampanye berbagai kegiatan sosial dan dana terkumpul mencapai Rp 10 miliar. Target nilai dana yang terkumpul adalah Rp 30 miliar sampai akhir tahun 2016.


LUAPAN SUNGAI CITARUM

Derita Banjir yang Tak Kunjung Berakhir


Lalan Koswara (35) berdiri termenung di lantai dua Masjid Ash-Shofia, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (14/3). Tatapan matanya tajam memandang Jalan Raya Dayeuhkolot yang lebih mirip aliran sungai karena terendam air sejak Sabtu lalu.

Banjir akibat luapan Sungai Citarum yang melanda kawasan Bandung Selatan memaksanya angkat kaki dari rumahnya yang terletak di RT 005 RW 009 Desa Dayeuhkolot karena tergenang hingga 1,5 meter.

Masjid Ash-Shofia memang menjadi lokasi pengungsian bagi warga Dayeuhkolot dan Baleendah. Banjir kali ini merendam 15 kecamatan di Kabupaten Bandung dan yang terparah dalam lima tahun terakhir.