Tuesday, March 22, 2016

Kompas Edisi Selasa 22 Maret 2016

Kompas Edisi Selasa 22 Maret 2016

Operasi Tinombala Tak Terpengaruh

Presiden Sampaikan Dukacita atas Jatuhnya Heli


JAKARTA, KOMPAS — Pelaksanaan Operasi Tinombala tidak terpengaruh jatuhnya helikopter milik TNI Angkatan Darat yang menyebabkan 13 prajurit TNI gugur. TNI tetap mendukung polisi melaksanakan operasi keamanan dan pengejaran kelompok teroris pimpinan Santoso.

Operasi Tinombala akan terus dilakukan sampai Santoso ditangkap. Operasi itu meliputi seluruh wilayah Poso dan sebagian Kabupaten Sigi serta Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kepergian Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel (Inf) Saiful Anwar dengan menggunakan helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP nomor HA-5171, yang jatuh pada Minggu petang lalu, juga dalam rangka memantau Operasi Tinombala.


PERBANKAN

Indonesia Akan Jadi Pemain Regional


JAKARTA, KOMPAS — Dalam tiga hingga lima tahun mendatang, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ingin merealisasikan peran perbankan Indonesia di tingkat regional. Saat ini, proses pengurusan izin menambah cabang di Malaysia dan Singapura untuk merealisasikan peran itu sedang dilakukan.

"Kami akan menjadi pemain di level regional dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ini cita-cita mulia yang harus saya kawal. Bank Mandiri ingin menjadi bank pertama atau pionir di kancah regional," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dalam konferensi pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (21/3).

RUPST mengangkat Kartika Wirjoatmodjo sebagai Direktur Utama menggantikan Budi Gunadi Sadikin. Kartika yang lahir di Surabaya, 18 Juli 1973, sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri. Pergantian ini seiring masa jabatan Budi Gunadi yang berakhir.


KELUARGA KORBAN

Kebanggaan Besar di Balik Duka Mendalam...


Putra-putra terbaik bangsa kembali gugur ketika helikopter yang mereka tumpangi jatuh di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) petang. Keluarga yang ditinggalkan dirundung dukacita mendalam.

Namun, di balik rasa kehilangan itu, terungkap kebanggaan besar karena mengetahui orang-orang yang mereka cintai gugur saat mengemban tugas negara.

Dengan mata sembab, Salsabila Putri Anwar (16), putri kedua Komandan Resor Militer 132/Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar, membuka lagi memori tentang sang ayah. "Bapak orang yang taat pada agama. Ia selalu melakukan shalat di masjid. Jiwanya untuk Indonesia," ujar siswi Kelas X SMA Negeri 1 Kota Palu, Sulawesi Tengah, itu, Senin (21/3).