Wednesday, March 30, 2016

Kompas Edisi Rabu 30 Maret 2016

Kompas Edisi Ratbu 30 Maret 2016

Pembebasan Terus Diupayakan

Keselamatan 10 Sandera WNI Jadi Prioritas


JAKARTA, KOMPAS — Keselamatan 10 warga negara Indonesia, anak buah kapal tunda Brahma 12 dan tongkang Anand 12 yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, menjadi prioritas pemerintah. TNI siap membebaskan mereka, tetapi saat ini upaya diplomatik menjadi prioritas.

 Presiden Joko Widodo, Selasa (29/3), memerintahkan Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi untuk mencari jalan terbaik guna menyelamatkan 10 WNI yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Selain 10 WNI, keberadaan kapal Anand 12 yang membawa 7.000 ton batubara juga belum diketahui posisinya. Sementara kapal Brahma 12 sudah dilepaskan pembajak dan kini ada di Filipina.


MESIR

Pembajakan EgyptAir Berakhir Damai


KAIRO, KOMPAS — Drama pembajakan pesawat Airbus 320 milik maskapai penerbangan Mesir, EgyptAir, Selasa (29/3), berakhir damai di Bandar Udara Larnaca, Siprus. Drama selama sekitar 5 jam itu selesai setelah pembajaknya keluar dari pesawat dengan mengangkat tangan tanda menyerah.

 Aparat keamanan Siprus langsung menahan pembajak bernama Seif el-Din Mustafa tersebut, dan membebaskan sisa sandera. Otoritas Mesir langsung mengirim tim dari aparat keamanan dan intelijen ke Siprus untuk menginterogasi Mustafa.

Wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo, melaporkan, Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail mengumumkan berakhirnya pembajakan EgyptAir di Siprus, dan pembajaknya telah ditangkap. Pembajak tidak mengajukan tuntutan tertentu dan hanya minta bertemu dengan perwakilan Uni Eropa untuk mendapat suaka politik di salah satu negara Eropa.


KAPAL BRAHMA 12

Kapal Papa Dibajak, Ma...


 Dering telepon pada Minggu (27/3) siang itu mengagetkan Youla Lasut (30). Di layar telepon pintarnya, sederet nomor tidak dikenal tertera. Dengan penasaran, ia lalu mengangkat telepon di sela-sela kegiatannya menjaga warung makan milik keluarganya di daerah Jakarta Utara.

”Mama..., ini papa. Mama jangan panik,” suara suaminya, Alfian Elvis Repi (33), terdengar dari seberang.

”Kapal papa dibajak, Ma. Mama jangan panik, kondisinya masih aman.”

Mendengar kalimat-kalimat itu, Youla langsung tercekat. Dadanya berdetak kencang dan terasa sesak. Ia tidak tahu harus berbuat apa. ”Jadi, mama harus bagaimana?” tanya Youla kepada suaminya.