Wednesday, March 16, 2016

Kompas Edisi Rabu 16 Maret 2016

Kompas Edisi Rabu 16 Maret 2016

Mendagri Izinkan Tes Dadakan

Parpol Harus Pastikan Calon Kepala Daerah Bebas Narkoba


JAKARTA, KOMPAS — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempersilakan Badan Narkotika Nasional melakukan tes urine terhadap semua kepala dan wakil kepala daerah di Indonesia. Tes yang tanpa didahului pemberitahuan itu diharapkan bisa menjerat kepala daerah yang menjadi pencandu.

"Tidak perlu ada instruksi dari Mendagri supaya kepala dan wakil kepala daerah melakukan tes narkoba. Kalau sifatnya instruksi, mereka yang biasa memakai narkoba bisa siap-siap lebih dulu untuk mengakali hasil tes narkoba," kata Tjahjo, di Jakarta, Selasa (15/3).

Keinginan Tjahjo disampaikan menyusul keterangan pers Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso, Senin, setelah Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi beserta empat orang lainnya tertangkap di rumah orangtuanya, mantan Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya, di Jalan Musyawarah III, Gandus, Palembang. Penangkapan terjadi pada Minggu (13/3) malam.



LIGA CHAMPIONS

Taruhan Pep Guardiola


Manusia ini mudah lupa. Dalam politik, lupa itu penyakit. Karena itu, penulis Milan Kundera mengingatkan, perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan untuk melawan lupa. Namun, tidak hanya dalam hal politik, dalam hal bola pun orang mudah lupa. Inilah tragika yang bisa saja bakal ditanggung oleh Pep Guardiola.

Guardiola telah membawa Bayern tidak hanya menjadi tim yang selalu menang, tetapi sekaligus pandai bermain indah. Di bawah asuhannya, Bayern tidak hanya solid, tetapi juga konstan dengan permainan ofensif. Tidak adil jika jasa Guardiola itu dilupakan. Tapi, seperti dikatakan koresponden olahraga koran Frankfurter Allgemeine, Christian Eichler, jasa Guardiola itu seakan tak berbekas jika dalam laga perdelapan final Liga Champions nanti Bayern Muenchen kalah dari Juventus.

Maklum, walau Guardiola bilang, orang bisa lebih banyak belajar dari kekalahan daripada dari kemenangan, toh dalam sepak bola, seakan hanya berlaku "hukum kemenangan". Jika Bayern kalah, fans Bayern pun akan berteriak, "Musim ketika kami merebut treble (tiga gelar juara dalam semusim) ternyata jauh lebih baik." Artinya, di bawah Jupp Heynckes, Bayern ternyata lebih baik daripada bersama Guardiola. Andai kekalahan itu terjadi, dalam sekejap orang melupakan segala jasa Guardiola.



PAMERAN TENUN

"Selembar Kain yang Berjiwa..."


"Selembar kain yang berjiwa, a cloth with a soul...," ucap pencinta tenun tentang kain yang dibuat dari alat tenun bukan mesin. Di balik selembar tenun itu, terentang kehidupan rakyat di desa-desa yang dengan sabar, tabah, dan tekun menyatukan helai-helai benang menjadi kain indah."

Sampai hari ini saya enggak sampai hati liat tenun digunting karena tenun itu ada jiwanya," kata Dewi Motik Pramono, yang membuka pameran Cerita Tenun Tangan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan 17, Selasa (15/3) malam. Pameran akan berlangsung hingga 20 Maret.

Tenun tangan itu, antara lain, lahir dari tangan renta Mbah Ronoprawiro (82) yang pelan memutar jentera penggulung benang. Benang itu akan ditenun anaknya, Jimah (45).