Saturday, January 30, 2016

Kompas Edisi Sabtu 30 Januari 2016

Kompas Edisi Sabtu 30 Januari 2016

Virus Zika Terdeteksi di Jambi

Hindari Negara Terjangkit


JAKARTA, KOMPAS — Virus Zika dipastikan telah ditemukan di Indonesia pada 2015. Penyebaran virus itu melalui nyamuk Aedes aegypti dan gejalanya mirip demam berdarah, yang membuat keberadaannya tidak dikenali secara spesifik. Virus itu bisa meluas, terutama di daerah-daerah endemis demam berdarah.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pertama kali menemukan ada virus Zika di Indonesia. ”Awalnya ada wabah dengue (demam berdarah) di Jambi pada Desember 2014-April 2015. Kami diminta memeriksa 103 sampel darah pasien yang diduga kena dengue itu,” kata Deputi Direktur Eijkman Herawati Sudoyo di Jakarta, Jumat (29/1).

”Ada satu sampel yang setelah diteliti tak ada indikasi dengue. Setelah dikaji lebih jauh, ditemukan virus Zika dalam sampel pasien itu,” ujarnya.


KOMUNIKASI POLITIK

Kedepankan Etika Pemerintahan


JAKARTA, KOMPAS — Silang pendapat di ruang publik terus terjadi di antara sejumlah menteri anggota Kabinet Kerja meski Presiden Joko Widodo telah beberapa kali mengingatkan hal itu seharusnya hanya terjadi di rapat kabinet. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait penegakan etika dan koordinasi pemerintahan.

Silang pendapat di antara menteri tersebut belakangan ini, misalnya, terjadi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP mengatakan, Presiden memperhatikan kondisi itu.

”Tim komunikasi telah dikumpulkan dan kami membicarakan formula komunikasi pemerintah yang baik kepada publik. Salah satu poinnya, Presiden meminta agar para menteri tidak bicara di luar bidang tugasnya,” kata Johan, Jumat (29/1), di Jakarta.


GUS MUS-JAYA SUPRANA

Menggugat Keangkuhan dan ?Kebangsaan


Bait-bait "Puisi Islam" yang dibawakan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus itu menghipnotis hadirin yang menyaksikan pertunjukan "Duel Puisi Gus Mus Vs Piano Gus Jaya (Suprana)" di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (28/1) malam

Bukan saja karena pembacanya adalah sang penulisnya sendiri, KH Mustofa Bisri, sehingga penghayatannya optimal, melainkan juga karena kalimat-kalimat yang dibacakan dengan lantang itu sungguh menghunjam nurani.

Gus Mus membacakan 10 puisi y?ang ditulisnya sendiri dalam rentang tahun 1990-an hingga 2000-an. Namun, seperti dikatakan Jaya Suprana dengan berseloroh, "Duel puisi Gus Mus dan piano Gus Jaya ini baru pertama kali digelar. Belum pernah terjadi di belahan dunia mana pun."