Monday, January 11, 2016

Kompas Edisi Senin 11 Januari 2016

Kompas Edisi Senin 11 Januari 2016

Pilkada Hadirkan Wajah Baru di Daerah

Hampir Separuh Petahana Kalah


JAKARTA, KOMPAS — Pemilihan kepala daerah serentak 2015 telah menghadirkan sejumlah wajah baru yang berhasil mengalahkan para petahana di daerah. Fenomena yang mengisyaratkan makin banyaknya pemilih rasional ini berpotensi mendorong adanya perubahan di daerah.

Hasil pengolahan data Litbang Kompas hingga Minggu (10/1) atas hasil pemungutan suara di 261 dari 264 daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak 9 Desember 2015 menunjukkan, dari 255 petahana yang mencalonkan diri, sebanyak 46,27 persen di antaranya kalah.

Posisi ini masih mungkin berubah karena hasil pilkada di sejumlah daerah masih disengketakan di Mahkamah Konstitusi. Namun, tingginya angka kekalahan petahana ini cukup mengagetkan. Pasalnya, sebagian dari petahana yang kalah banyak yang memiliki modal sosial dan politik untuk mempertahankan jabatannya.


PERTANIAN PADI

Sentra Pangan Krisis Air


CIREBON, KOMPAS — Sejumlah sentra pangan di Tanah Air yang berada di kawasan pantai utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mengalami krisis air.

Hal itu terjadi karena pasokan air dari sumber utama, seperti bendung dan waduk, berkurang. Di sisi lain, curah hujan yang minim menyebabkan sawah tadah hujan di daerah itu kekurangan pasokan air.

Kondisi yang sama terjadi di Provinsi Lampung dan Sulawesi Selatan. Areal persawahan di daerah itu yang seharusnya mulai ditanami pada Desember 2015, hingga Minggu (10/1), seperti dipantau Kompas, belum ditanami.


INDUSTRI DIGITAL

Merealisasikan Ide dan Inovasi dalam Inkubator


Semakin tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia semakin membuka peluang bagi perusahaan rintisan atau startup lokal untuk terus bertumbuh. Seperti halnya bayi prematur, para pelaku baru ini masuk dalam inkubator bisnis.

Mereka belajar, berbagi, memperluas jaringan, mendapat pendanaan, dan membuka kesempatan lebih luas untuk berkembang.

Di Semarang, Jawa Tengah, ide-ide dan kreativitas ditumpahkan dalam ruangan 5 meter x 8 meter di Inkubator Kreasi dan Inovasi Telematika Semarang (Ikitas). Sekitar 20 anak muda, Kamis (7/1), duduk di depan layar komputer. Mereka sibuk menggambar komik digital, membuat animasi, dan aneka produk digital lain. Inkubator bisnis ini sudah berjalan sejak tahun 2014 di Ikitas.