Wednesday, January 13, 2016

Kompas Edisi Rabu 13 Januari 2016

Kompas Edisi Rabu 13 Januari 2016

GBHN Jangan Jadi Bola Liar

DPD Usulkan Amandemen UUD 1945 secara Menyeluruh


JAKARTA, KOMPAS — Indonesia membutuhkan haluan negara untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Namun, wacana yang digulirkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan memunculkan gagasan tentang Garis Besar Haluan Negara tersebut jangan sampai menjadi bola liar.

 Pasalnya, amandemen UUD 1945 yang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P diwacanakan hanya akan dilakukan untuk memberi kewenangan kepada MPR untuk menyusun dan menetapkan GBHN dapat melebar ke ketentuan lain dalam konstitusi.

Jika terjadi dalam kondisi politik saat ini, hal itu berpotensi menguras energi dan membawa ketidakpastian kehidupan berbangsa.


FIFA BALLON D'OR

Kematian Kecil Lionel Messi


ZURICH, SENIN — Lionel Messi tersenyum. Wajahnya semringah saat trofi FIFA Ballon d’Or yang berkilau kembali ke pelukannya untuk kelima kali, Senin (11/1) malam waktu Zurich, Swiss.

 Messi senang bisa naik panggung Kongresshaus lagi setelah dua tahun beruntun menyaksikan Cristiano Ronaldo meraih penghargaan Pemain Terbaik Dunia.

”Luar biasa bahwa ini kelima kali, jauh melampaui yang pernah saya impikan saat anak-anak,” lanjut ikon Barcelona itu dengan tersenyum.


PILKADA SERENTAK

Relasi Jadi Penentu Keberhasilan


JAKARTA, KOMPAS — Mayoritas pemenang pemilihan kepala daerah serentak 2015 adalah pasangan yang diusung koalisi partai politik oposisi dan pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kondisi ini membuat keberhasilan pembangunan di daerah terutama ditentukan oleh intensitas komunikasi antara kepala daerah dan elite pemerintah pusat, bukan antara kepala daerah dan partai pendukungnya.

Hasil olah data Litbang Kompas menunjukkan, dari 261 daerah yang menggelar pilkada pada Desember lalu, pilkada di 182 daerah dimenangi kandidat yang diusung partai dari Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa (12/1), menuturkan, relasi antarpartai dalam mengusung pasangan calon pada pilkada lalu amat dinamis. Selain itu, ada kandidat yang pada pilkada sebelumnya diusung salah satu partai, tetapi berubah diusung partai lain pada pilkada 2015.