Monday, January 25, 2016

Kompas Edisi Senin 25 Januari 2016

Kompas Edisi Senin 25 Januari 2016

Indonesia Sudah Terdampak Bencana Iklim

Atasi Perubahan Iklim, Indonesia Hitung Pengurangan Emisi


JAKARTA, KOMPAS — Indonesia sudah terdampak perubahan iklim dengan kenaikan suhu berkisar 0,16-1,44 derajat celsius. Kekeringan di beberapa tempat juga menyebabkan ketidakpastian musim tanam padi pertama tahun ini. Perubahan iklim juga ditandai kekacauan pola iklim di Tanah Air.

Lektor Kepala Bidang Oseanografi Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor Alan Koropitan, Sabtu (23/1), mengatakan, tak ada keraguan lagi perubahan iklim telah terjadi. Dampaknya perlahan sehingga tak disadari.

Dampak perubahan iklim nyata terlihat, misalnya, dengan meningkatnya frekuensi dan kekuatan siklon tropis. Sebelumnya, topan itu tidak melanda negara tropis seperti Indonesia. Namun, karena menguat, ekor badai tropis, kini, bisa mencapai Indonesia. "Tahun 2012 terjadi badai Iggy, sumbernya di Australia yang dampaknya hingga ke perairan Indonesia," kata Alan.


DAMPAK PERUBAHAN IKLIM

Sulitnya Petani Membaca Alam


Awan kelabu menggelayut di lahan persawahan Bayalangu, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (23/1). Alkoni (55), petani, membiarkan hujan mengguyur tubuhnya yang kurus. Ayunan cangkul melunakkan tanah sawah yang beberapa hari sebelumnya kering, retak-retak.

Ia tak sendiri. Puluhan petani di Gegesik juga masih menggemburkan lahan persawahan yang bakal ditanami. "Bulan satu (Januari) seharusnya sudah tebar pupuk. Sekarang terlambat tanam," ujar Alkoni.

Tahun-tahun sebelumnya, kala hujan mulai turun, itu pertanda bahwa tanah sawah siap diolah untuk menyemai benih padi. Awal tanam paling lambat Desember, saat hujan sedang hebat-hebatnya. Namun, beberapa tahun terakhir ini berbeda. Hujan baru intens turun akhir Januari sehingga musim tanam pun terpaksa mundur.


BADAI SALJU AMERIKA

Warga Mulai Menggali Sisa Salju


NEW YORK, MINGGU — Jutaan warga, pemilik usaha, dan pekerja, Minggu (24/1), beramai-ramai mulai menggali salju yang tersisa di kota-kota pantai timur Amerika. Namun, Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) mengingatkan warga di pantai timur agar mewaspadai banjir.

 Badai salju besar yang turun sepanjang Sabtu mematikan aktivitas di sejumlah kota besar, seperti New York dan Washington DC. Badai yang disebut-sebut terbesar kedua di New York City setelah tahun 2006 itu mengakibatkan tumpukan salju hingga 68 sentimeter (cm).

Gubernur New York Andrew Cuomo menyatakan wilayahnya dalam keadaan darurat. Hal yang sama dinyatakan 10 gubernur negara bagian di Amerika. Tercatat 19 warga meninggal, empat di antaranya meninggal ketika menyerok salju di Maryland dan New York. Di Virginia, dua orang meninggal akibat hipotermia.