Thursday, January 7, 2016

Kompas Edisi Kamis 7 Januari 2016

Kompas Edisi Kamis 7 Januari 2016

Lelang Dini Dorong Ekonomi

Presiden Minta Proyek Infrastruktur Libatkan Tenaga Kerja Sebanyak-banyaknya


JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo meminta kementerian dan lembaga negara mempercepat pembangunan. Pola baru yang diterapkan adalah lelang dini agar proyek dikerjakan sejak awal tahun. Sebanyak 1.026 paket infrastruktur pemerintah senilai Rp 25,8 triliun diharapkan segera mendorong pertumbuhan ekonomi pada awal tahun.

"Kalau sudah ditandatangani, artinya besok sudah harus bekerja. Pola-pola baru seperti ini yang akan terus saya dorong dan tekankan kepada semua kementerian. Saya bahagia Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) sudah bisa memulai kontrak-kontrak ditandatangani Januari dan dimulai di awal bulan Januari. Kenapa proyek dimulai di depan? Karena ini akan mendorong dan memberikan stimulasi pada pertumbuhan ekonomi," kata Presiden, Rabu (6/1), di Jakarta, saat menyaksikan penandatanganan 644 paket proyek infrastruktur senilai Rp 8,81 triliun secara bersamaan di lima lokasi berbeda, yakni Medan, Banjarmasin, Sidoarjo, Manado, dan Jayapura.

Selain itu juga ditandatangani 382 paket proyek tahun jamak senilai Rp 16,99 triliun.


PENGAMANAN BAGASI

Bandara dan Maskapai Penerbangan Berbenah


JAKARTA, KOMPAS — Terungkapnya kasus pencurian bagasi penumpang pesawat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, belakangan ini menjadi momentum bagi pengelola bandara dan maskapai untuk berbenah.

Pihak bandara mengoptimalkan pengawasan dengan memasang kamera pemantau (CCTV) mulai dari area parkir, terminal penumpang, tempat penataan bagasi, hingga ruang tunggu. Adapun maskapai menjalin kerja sama dengan polisi untuk menjamin keamanan bagasi penumpang.

Berdasarkan pantauan, Rabu (6/1), yang berbenah bukan hanya Bandara Soekarno-Hatta, melainkan juga Bandara Ahmad Yani, Bandara Juanda (Surabaya), dan Bandara Internasional Adisutjipto (Yogyakarta).


PENOBATAN PAKU ALAM X

Sukacita Warga Menyambut Pemimpin Baru


KADIPATEN PAKUALAMAN, KAMIS — (7/1) ini, akan memiliki pemimpin baru. Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo, sang putra mahkota, bakal menjalani penobatan sebagai Adipati Pakualaman dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X.

Penobatan ini tak hanya disambut gembira para kerabat Pakualaman, tetapi juga masyarakat umum. Kegembiraan itu, antara lain, dirasakan oleh Mujiran (68), warga Kampung Kauman, Kelurahan Gunungketur, Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta. Pada Rabu siang, Mujiran bersama sejumlah tetangganya terlihat sibuk membuat penjor, hiasan jalan terbuat dari janur. Janur-janur berwarna kuning gading itu dipotong, ditekuk, lalu dirakit menjadi hiasan aneka rupa. Setelah selesai, hiasan itu ditancapkan ke bambu, lalu siap dipasang di pinggir jalan.

"Pembuatan penjor ini untuk menyambut penobatan Paku Alam X. Ini murni inisiatif warga, Kadipaten Pakualaman tidak memerintahkan dan tidak memberi dana," kata Mujiran yang tinggal tak jauh dari Puro Pakualaman.