Saturday, January 23, 2016

Kompas Edisi Sabtu 23 Januari 2016

Kompas Edisi Sabtu 23 Januari 2016

Kota Baru Harus Produktif

KA Cepat agar Tak Kebablasan


JAKARTA, KOMPAS — Kota-kota baru yang muncul karena pembangunan kereta api cepat harus menjadi wilayah produktif. Modal awal penguasaan lahan oleh pemerintah memungkinkan pemerintah menghindarkan kegagalan pembentukan kota baru pada masa lalu melalui perencanaan yang benar.

Sejumlah ahli perencanaan kota yang ditemui dan dihubungi Kompas, Jumat (22/1), mengatakan, ada potensi besar dengan kehadiran kereta api cepat Jakarta-Bandung, tetapi pada saat yang sama bisa muncul masalah yang tidak kalah besarnya.

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Bernardus Djonoputro mengemukakan, kota baru harus dipersiapkan secara matang sebagai kota baru yang memiliki daya tarik. Kota itu harus didesain dengan memperhatikan daya dukungnya sehingga dapat diproyeksikan besaran populasi penduduk yang bakal tinggal di tempat itu.



SAMPAH PLASTIK

"Keresek" Berbayar Bukan Cari Untung


JAKARTA, KOMPAS — Rencana pembatasan kantong plastik berbayar bukan untuk mencari untung atau ajang berjualan kantong plastik peritel. Oleh karena itu, penting memastikan tujuan mengurangi timbunan sampah plastik benar-benar terwujud. Sosialisasi sebelum dan saat uji coba plastik berbayar juga perlu digencarkan, terutama di 22 daerah uji coba.

Sosialisasi perlu digencarkan untuk mengurangi potensi konflik konsumen dengan kasir atau pelanggan berpindah toko ritel. Setelah uji coba pada 21 Februari 2016 hingga 5 Juni 2016 serta evaluasi, kebijakan itu akan diterapkan permanen di Indonesia.

"Harus bisa dipastikan agar uang hasil plastik berbayar tidak masuk keuntungan peritel. Nanti malah jualan plastik dan tak jadi solusi pengurangan sampah plastik," kata pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, Jumat (22/1), di Jakarta.



KONFLIK GOLKAR

500 Peserta Hadiri Rapimnas


JAKARTA, KOMPAS — Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang akan diadakan di Jakarta 23-25 Januari diperkirakan akan dihadiri sekitar 500 peserta resmi yang merupakan pengurus partai tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Selain itu, diperkirakan bakal ada 3.000 kader Partai Golkar dari seluruh Indonesia yang akan melihat jalannya rapimnas.

Ketua Tim Transisi Penyelesaian Konflik Internal Partai Golkar Jusuf Kalla berharap Rapimnas Partai Golkar yang akan dibuka hari ini dilakukan dengan semangat rekonsiliasi untuk mendorong penyelenggaraan musyawarah nasional yang demokratis dan adil.

Melalui forum rapimnas yang digelar oleh kepengurusan Golkar hasil Munas Bali yang diketuai Aburizal Bakrie ini, kemungkinan besar akan diputuskan bahwa munas akan digelar paling lambat Juli 2016.