Monday, November 2, 2015

Kompas, Edisi, Senin, 2 November 2015

Kompas, Edisi, Senin, 2 November 2015

Daerah Kurang Peduli Bencana

Alokasi Dana Penanggulangan Kebakaran Hutan Nol Persen dalam APBD


JAKARTA, KOMPAS — Kebakaran hutan dan lahan berulang di Sumatera dan Kalimantan yang berbuah tragedi asap belum menjadi pelajaran bagi daerah. Bertahun-tahun, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak dialokasikan dalam anggaran daerah. Daerah bergantung pada dana dari pusat.

 Dari enam provinsi rentan kebakaran, yakni Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan, dua provinsi tidak sepeser pun menganggarkan khusus penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun ini, yaitu Jambi dan Kalbar. Penanganan kebakaran mengandalkan dana tak terduga. Di Sumsel, Riau, Kalsel, dan Kalteng, besaran anggaran di bawah 0,1 persen dari APBD.

”Ini ironi. Kita merasakan sendiri dahsyatnya dampak kabut asap, tapi masih tidak belajar dari pengalaman,” kata Pantun Bukit, dosen ekonomi Universitas Batanghari, Jambi, Minggu (1/11).


Kecelakaan Pesawat

Investigator Asing Bergabung ke Mesir


SHARM EL-SHEIKH, MINGGU — Investigator internasional, Minggu (1/11), mulai menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Rusia yang membawa 224 penumpang dan awak pesawat. Tim dari Rusia bersama sejumlah pejabat Rusia sudah tiba di tempat ditemukannya korban di Sinai, Mesir. Perancis dan Jerman juga mengirim timnya ke lokasi.

Pesawat penumpang yang dioperasikan maskapai Rusia, Kogalymavia, dengan nama Metrojet tersebut jatuh Sabtu pagi di Semenanjung Sinai dalam perjalanan dari Sharm el-Sheikh menuju St Petersburg, Rusia. Menurut Kementerian Penerbangan Sipil Mesir, pesawat jenis Airbus A321 itu hilang dari pantauan radar setelah 23 menit lepas landas.

Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) sempat mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, Perdana Menteri Mesir Sharif Ismail, mengutip pendapat para ahli keamanan dan penerbangan, memastikan kelompok militan itu tak memiliki sumber daya cukup untuk menjatuhkan pesawat yang berada pada ketinggian lebih dari 9.000 meter.


SEPAK BOLA

Semangat Satu Abad PSM Makassar


Bermula dari klub zaman Belanda, Makassaarsche Voetbalbond (MVB), PSM Makassar mengarungi jalan terpanjang dalam jagat sepak bola nasional. Hari ini, 2 November 2015, PSM merayakan satu abad kelahirannya.

Klub kebanggaan warga Makassar dan Sulawesi Selatan yang berdiri tahun 1915 itu menjadi klub sepak bola, bahkan klub olahraga, pertama di Tanah Air yang mencapai usia "keramat" 100 tahun. Sekadar perbandingan, umur PSM lebih tua daripada induk olahraga sepak bola Indonesia, PSSI, yang berdiri pada 19 April 1930. Karena itulah, momen usia satu abad menjadi penanda historis yang bukan hanya menjadi milik PSM atau penggemarnya, melainkan juga dunia olahraga nasional.

Dalam konteks sepak bola internasional, PSM membawa nama klub Indonesia masuk "daftar eksklusif" klub yang menembus usia 100 tahun.

Perayaan besar pun digelar di Makassar, yang rangkaian acaranya dimulai Minggu (1/11). Ratusan suporter fanatik PSM bergabung bersama puluhan ribu warga dalam acara jalan sehat yang juga menjadi rangkaian HUT Ke-408 Kota Makassar.