Friday, November 6, 2015

Kompas, Edisi, Jumat, 6 November 2015

Kompas Edisi Jumat 6 November 2015

Perekonomian Mulai Membaik

Masyarakat Menahan Belanja, Konsumsi Melambat


JAKARTA, KOMPAS — Perekonomian Indonesia mulai membaik. Produk domestik bruto triwulan III-2015 tumbuh 4,73 persen, sedikit lebih baik dibandingkan dengan triwulan II-2015 yang sebesar 4,67 persen. Perbaikan ditopang belanja pemerintah dan investasi.

Pertumbuhan triwulan III tahun 2015 itu diperkirakan akan menjadi titik balik untuk kembali menanjak. Sejak akhir 2011, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia melambat.

Namun, angka pertumbuhan tersebut masih di bawah proyeksi Bank Indonesia (BI), yakni 4,85 persen. Secara nominal, PDB menurut harga konstan triwulan III-2015 sebesar Rp 2.311,2 triliun. Pada triwulan I-2015, PDB Indonesia tumbuh 4,72 persen.

Ekspansi belanja pemerintah menopang perbaikan pertumbuhan ekonomi, dengan berkontribusi 9,82 persen terhadap PDB. Belanja pemerintah tumbuh 6,56 persen. Pertumbuhan belanja pemerintah antara lain dipengaruhi realisasi belanja barang yang meningkat.


 ERUPSI BARUJARI

Arah Angin Berubah, Ngurah Rai Dibuka


BADUNG, KOMPAS — Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (5/11), kembali dibuka pukul 14.30 Wita. Bandara itu ditutup sekitar 42 jam sejak Selasa (3/11) akibat terdampak erupsi Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani, di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Otoritas bandara dan maskapai segera menyesuaikan jadwal penerbangan 10 maskapai domestik dan 36 maskapai internasional. Ribuan calon penumpang yang mendapatkan penjadwalan ulang harus antre untuk mendapatkan giliran. Namun, sebagian calon penumpang, terutama penumpang tujuan domestik, memilih jalur darat menuju Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, untuk melanjutkan penerbangan.

General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Trikora Harjo mengatakan, arah angin berubah, yang semula dari timur ke barat menjadi dari utara ke selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyatakan, embusan angin erupsi aman sehingga Ngurah Rai bisa dibuka kembali.


Kisruh Sampah Jakarta

Rakyat Kecil yang Terdampak Lebih Dulu


Da’i Supriyana (28) mengusap matanya yang tampak lelah. Sopir truk sampah DKI Jakarta itu baru saja tidur sekitar dua jam di dalam truknya yang diparkir di areal Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi. Sudah tiga hari terakhir Da’i kurang istirahat.

”Harus disempatin tidur karena pasti begadang di truk. Habis antrenya lama banget untuk masuk sini,” ujar Da’i yang ditemui di areal TPST Bantargebang, Kamis (5/11) siang.

Da’i berangkat Rabu (4/11) malam, sekitar pukul 20.30, dari Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, dengan mengangkut sekitar 20 ton sampah. Dua jam kemudian, ia tiba di Jalan Raya Narogong, Bantargebang.

Di lokasi, antrean truk yang hendak memasuki areal TPST sudah mencapai 1 kilometer. Alhasil, Da’i harus antre sekitar 2,5 jam untuk tiba di lokasi penimbangan sampah di pintu masuk TPST Bantargebang. Setelah itu, Da’i harus kembali menunggu giliran bongkar muat sampah di dalam TPST. Hingga selesai bongkar muatan sampah, Da’i harus menunggu sejak pukul 01.30 hingga pukul 11.00, sekitar 9,5 jam!