Wednesday, November 11, 2015

Kompas, Edisi, Rabu, 11 November 2015

Kompas Edisi Rabu 11 November 2015

Deregulasi Terganjal Birokrasi

Konsistensi Dorong Ekonomi


JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah sudah menerbitkan enam paket kebijakan ekonomi sejak September lalu. Sampai hari ini masih banyak kebijakan yang belum efektif karena aturan yang belum tuntas. Hal itu disebabkan birokrasi yang selama ini merasa mapan enggan terganggu.

Paket kebijakan itu antara lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, birokrasi berusaha mempertahankan sumber daya ekonomi yang selama ini dinikmati secara pribadi ataupun kelompok.

Paket kebijakan ekonomi tahap I-VI mengharuskan deregulasi 177 aturan. Hingga kini, 108 aturan telah diselesaikan. Namun, sebanyak 69 aturan belum tuntas, yang sebagian besar berupa aturan dalam paket kebijakan ekonomi I.


Hari Pahlawan

Presiden: Arah Pembangunan Diubah


SURABAYA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia saat ini tengah berada di awal jalan perubahan menuju penguatan fondasi pembangunan nasional. Selain membawa kemakmuran rakyat, perubahan tersebut juga akan menuju ke arah Indonesia sentris dan bukan sekadar Jawa sentris.

”Perubahan ke arah kebebasan berpendapat yang konstruktif dan merajut persatuan nasional, bukan menghasut konflik horizontal dan menciptakan histeria publik. Perubahan diarahkan ke penghargaan hak asasi manusia, perangi korupsi, dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan amanat pada upacara peringatan Hari Pahlawan 2015, di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/11).

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis dan dengan keyakinan kuat merajut persatuan, membangun bangsa, dan menggapai kemajuan. Ini penting agar NKRI tegak berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.


Sepak bola

Masuki Dunia Soliter Ronaldo


”Saya menganggap diri sebagai orang yang terisolasi. Saya tahu apa yang terbaik bagi diri saya. Dan, apa yang terbaik bagi saya adalah, saya pulang ke rumah, benar-benar terputus dari dunia, media, televisi, sepak bola. Saya ingin memasuki dunia saya.”

 Cristiano Ronaldo menjadi sosok yang sangat berbeda di dunia soliternya. Alam kesendiriannya. Dia sosok yang hangat, mesra, dan penuh perhatian. Dia menghabiskan waktunya bermain dengan putranya, Cristiano Ronaldo Junior, yang baru berusia lima tahun.

Dia ingin putranya mengenal dirinya secara personal, dari hati ke hati. Pengalaman batin itu tidak dirasakan oleh Ronaldo dari ayahnya, Jose Dinis Aveiro. Ronaldo tidak pernah bisa menyentuh sisi personal ayahnya yang mabuk hampir setiap hari.