Thursday, November 19, 2015

Kompas Edisi Kamis 19 November 2015

Kompas Edisi Kamis 19 November 2015

Langkah Cepat MKD Ditunggu

Luhut Pandjaitan Temui Presiden Joko Widodo


JAKARTA, KOMPAS — Mahkamah Kehormatan Dewan sudah dapat menindaklanjuti laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said terkait dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta sesuatu dari PT Freeport Indonesia.

 Hal ini karena Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Rabu (18/11), telah menerima rekaman pembicaraan pertemuan 8 Juni 2015. Pertemuan itu antara Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (FI) Maroef Sjamsoeddin, Ketua DPR Setya Novanto, dan pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid.

Setya, saat ditemui pers semalam, mengakui pernah dua kali mengadakan pertemuan dengan Muhammad Riza Chalid dan Maroef Sjamsoeddin. Pertemuan pertama pada 27 April 2015. ”Dia (Maroef) mengharapkan mendapat jaminan kelanjutan operasi PT Freeport Indonesia sampai tahun 2041. Dalam pertemuan itu, teman saya, Riza Chalid, bicara ada hal yang harus hati-hati,” katanya.



SATU TAHUN PEMERINTAHAN BASUKI

Kekusutan Ibu Kota Mulai Diurai


JAKARTA, KOMPAS — Sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki berbagai masalah berskala luar biasa. Kemacetan yang masif, penumpukan sampah, berbelitnya perizinan, dan rendahnya kualitas layanan publik menjadi menu sehari-hari yang harus ditangani para pemimpin Jakarta. Namun, persoalan itu mulai mendapat titik terang penanganan, sebagaimana tecermin dari penilaian positif publik terhadap kinerja Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat satu tahun terakhir.

Penilaian terhadap kepemimpinan Basuki-Djarot terekam dalam jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas, dua pekan lalu. Mayoritas publik Jakarta menyatakan puas terhadap kepemimpinan Basuki-Djarot dalam berbagai aspek persoalan yang dihadapi Jakarta.

Di tangan kedua pemimpin itu, Jakarta dinilai semakin baik. Tingkat keyakinan akan kepemimpinan Basuki dalam menyelesaikan berbagai persoalan ke depan juga tinggi.

Sebanyak 83 persen dari 544 responden menyatakan puas terhadap kepemimpinan Basuki-Djarot. Tujuh dari setiap 10 responden mengatakan, pengelolaan Jakarta semakin baik. Selain itu, lebih dari separuh (66 persen) responden yakin duet Basuki-Djarot akan mampu memecahkan masalah kemacetan dan banjir yang menjadi problem kronis Jakarta.



WUSHU

Kontingen Merah Putih Lampaui Target


JAKARTA, KOMPAS — Hasil membanggakan diraih tim wushu Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Wushu 2015 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang berakhir Rabu (18/11). Kontingen Merah Putih meraih tujuh medali emas, melampaui target Pengurus Besar Wushu Indonesia yang menetapkan perolehan satu medali emas.

Hingga hari terakhir kejuaraan, pendekar wushu Merah Putih mengemas 7 emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Indonesia menempati posisi kedua klasemen perolehan medali. Tiongkok tak terbendung dan mantap di puncak klasemen dengan 14 emas dan 1 perak.

Sebelum kejuaraan, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) menargetkan perbaikan peringkat tim Indonesia dari posisi saat Kejuaraan Dunia 2013 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ketika itu, Indonesia berada di peringkat ke-11 dengan 1 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu.