Monday, November 16, 2015

Kompas Edisi Senin 16 November 2015

Kompas Edisi Senin 16 November 2015

Pelaku Terbagi atas Tiga Tim

Pemimpin Dunia Serukan Bersatu Melawan Terorisme


PARIS, MINGGU — Kepolisian Perancis meyakini, pelaku serangan teror yang menewaskan 129 orang di tujuh tempat di Paris terdiri atas tiga tim. Setiap anggota memakai rompi anti peluru, senapan serbu, dan bahan peledak. Diperkirakan pula ada terduga teroris yang masuk Eropa sebagai migran atau pengungsi.

Minggu (15/11), seorang penyerang diidentifikasi sebagai Omar Ismail Mostefai (29), warga Paris. Jaksa Perancis, Francois Molins, mengonfirmasi, tujuh penyerang tewas, bukan delapan seperti dikabarkan sebelumnya. Seorang di antaranya tercatat sebagai migran asal Suriah.

Keterangan jaksa merujuk pada penemuan satu paspor Suriah dekat jasad salah satu penyerang. Dari sidik jarinya diketahui, dia adalah pengungsi yang terdaftar masuk Eropa di Yunani. "Kami mengonfirmasi, pemegang paspor itu masuk melalui Pulau Leros, Yunani, pada 3 Oktober. Di sana, ia terdaftar di bawah peraturan Uni Eropa," kata Menteri Perlindungan Warga Yunani Nikos Toskas.


TAMBANG LIAR

Merkuri Dipasok dari Seram


AMBON, KOMPAS — Sebagian zat merkuri yang digunakan untuk memisahkan emas hasil penambangan liar di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, dipasok dari Pulau Seram, tak jauh dari Buru. Di Seram, tepatnya di antara Negeri Luhu dan Negeri Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, terdapat tambang liar batu sinabar yang memiliki kandungan merkuri 20-80 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Seram Bagian Barat Alvin Tuasun, yang dihubungi Minggu (15/11), mengatakan, tambang liar batu sinabar baru beroperasi awal 2014. Kini, ada 2.000 petambang. Selain warga setempat, ada juga dari luar daerah, yang sebelumnya menambang emas di Gunung Botak.

Batu sinabar diolah di sekitar lokasi tambang menjadi merkuri. Ada petambang yang menjual batu sinabar kepada pengepul guna dibawa ke Pulau Buru atau Ambon untuk diolah. Waktu tempuh lokasi tambang sinabar dengan Pulau Buru sekitar lima jam dengan perahu cepat.


PETANI KARET

Mimpi Indah Itu Buyar Dihantam Harga


Mimpi Misyanto (55) mengajak istri dan anak-anaknya berkeliling kampung dengan mobil pribadi pupus di ujung getah karet. Kebun seluas satu hektar warisan keluarga yang ia tanami 1.000 batang karet tak menuai untung karena anjloknya harga jual.

Sejak satu tahun lalu, ia tak lagi sibuk menyayat batang pohon karet, lalu mengumpulkan getahnya dalam batok kelapa. Ia juga tak pernah lagi menyemprotkan pestisida untuk mematikan rumput liar yang tumbuh di antara pohon karet miliknya.

Dulu, Misyanto rutin membeli pupuk tanaman agar pohon karet yang ia rawat sejak tujuh tahun lalu lekas tumbuh besar. Saat memutuskan menebang sekitar 500 batang pohon kelapa dan menggantinya dengan tanaman karet, Misyanto memiliki mimpi besar.