Sunday, November 29, 2015

Kompas Edisi Minggu 29 November 2015

Kompas Edisi Minggu 29 November 2015

OCA Cemaskan Kesiapan Indonesia


JAKARTA, KOMPAS — Dewan Olimpiade Asia mencemaskan kesiapan Indonesia menggelar pesta olahraga akbar Asian Games yang, menurut rencana, digelar Agustus 2018. OCA akan memantau ketat realisasi renovasi arena, khususnya pembangunan wisma atlet di Kemayoran, yang terus tertunda.

"Itu (persiapan arena dan infrastruktur pendukung Asian Games), terus terang, memang mengkhawatirkan. Ini sebuah acara besar, bukan program kecil. Kami masih percaya, masalah-masalah itu bisa diatasi. Mudah-mudahan tidak terlalu lama karena bisa berdampak besar pada keberlangsungan Asian Games," kata Direktur Departemen Asian Games Dewan Olimpiade Asia (OCA), Haider Farman, di sela-sela Forum Regional OCA, di Jakarta, Sabtu (28/11). 

Indonesia ditunjuk OCA menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri, sejak September 2014. Namun, hingga kini, renovasi arena tanding di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan, belum berjalan. Peletakan batu pertama pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, yang seharusnya September lalu, gagal dilakukan dan diundur ke Februari 2016.

LIGA SPANYOL 

Neymar Semakin Bersinar, Barcelona Terus Menggelegar


BARCELONA, SABTU — Neymar Jr semakin bersinar dan membawa Barcelona terus menggelegar di puncak klasemen Liga Spanyol. Neymar mencetak 2 gol dan 1 asis sehingga Barcelona menekuk Real Sociedad dengan skor 4-0, Sabtu (28/11), di Stadion Nou Camp, Barcelona, Spanyol.

Dengan tambahan dua gol, Neymar menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol dengan 14 gol.  Produktivitas penyerang Brasil itu juga melebihi pemain terbaik Eropa tahun ini sekaligus rekan setimnya, Lionel Messi. 

Neymar bersinar saat Messi absen dua bulan karena cedera. Saat Messi kembali ke lapangan, sinar Neymar tidak kunjung redup dan justru kian mengilap. 

KEBINEKAAN 

Merdeka Berbudaya dalam Zapin


Tari dan musik zapin membuktikan bahwa dialog dan pergaulan budaya tumbuh di negeri ini. Zapin yang berasal dari Timur Tengah, direspons oleh seniman di sejumlah daerah menjadi zapin yang mengindonesia. Temu Zapin Nasional di Jakarta, 28-29 November, merayakan kemerdekaan berbudaya itu.

Ekspresi zapin dalam Temu Zapin yang berlangsung di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, amat beragam, baik dari sisi busana, musik, maupun gerakan. Simak, misalnya, penampilan Zapin Darussalam dari Sumatera Selatan. Penampil zapin, yang digunakan dalam berdakwah ini, mengenakan baju serba putih serta melantunkan lagu-lagu berbahasa Arab. Dengan gerakan-gerakan tenang dan lembut, mereka menari sambil bernyanyi. 

Berbeda dengan penampilan zapin yang dibawakan penari dari Sanggar Permata Ije Jela, Kalimantan Selatan. Dengan pakaian serba merah yang berhias pernak-pernik berkilau, mereka menari secara rancak. Mereka memadukan beberapa gerakan seperti susun sirih, langkah lima, dan buang anak. Gerakan bertempo lamban, sedang, kemudian cepat memukau penonton.