Tuesday, November 10, 2015

Kompas, Edisi, Selasa, 10 November 2015

Kompas Edisi Selasa 10 November 2015

Lebih Optimistis di 2016

Penerimaan Pajak Masih Jadi Persoalan


JAKARTA, KOMPAS — Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 diproyeksikan lebih baik dibandingkan dengan 2015. Hal itu disebabkan sejumlah sektor mulai menggeliat. Kendati kinerja ekspor kemungkinan masih tertekan, belanja pemerintah yang ekspansif akan mendorong investasi dan belanja rumah tangga.

Perekonomian Indonesia tahun 2016 terutama akan dipengaruhi belanja pemerintah dan investasi.

Kendati konsumsi rumah tangga melambat dan kinerja ekspor masih turun, perekonomian Indonesia pada triwulan III-2015 masih tumbuh 4,73 persen. Kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan triwulan I dan II pada 2015, yakni 4,72 persen dan 4,67 persen.

Namun, realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan III-2015 masih lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III-2014 yang sebesar 4,92 persen.


PERKEMBANGAN KOTA

Tergagap karena "Mendadak Kota"


Kampung-kampung di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, kini sudah lenyap. Sawah, kebun, dan perkampungan berubah jadi pusat perbelanjaan, pusat konvensi kelas dunia, dan perumahan mewah. Warga dan pemerintah daerah tergagap oleh kampung yang mendadak jadi kota.

Sambil menyeruput kopi dan menjepit rokok, Nurhasan (60) menikmati pemandangan di sebelah rumahnya: truk-truk besar dan ekskavator yang lalu lalang. Petani Desa Cijantra, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, itu tak percaya kampungnya telah berubah total empat bulan terakhir. "Musim kemarau tahun lalu saya masih menanam palawija," ujarnya.

Persawahan telah diratakan dan dikeruk untuk perumahan. Walungan, selokan tempat Nurhasan menyedot air untuk sawahnya, telah ditanggul dan diuruk tanah. Tak ada lagi persawahan.


Tambang Liar

Jumat, Gunung Botak Harus Sudah Kosong


NAMLEA, KOMPAS — Gubernur Maluku Said Assagaff kembali memerintahkan pengosongan kawasan Gunung Botak di Kabupaten Buru, Maluku, dari aktivitas penambangan emas secara liar yang berlangsung sejak empat tahun silam. Jika hingga Jumat (13/11) petambang dan pengolah hasil tambang tidak menutup usaha tersebut, mereka akan diproses secara hukum.

Saat ini diperkirakan masih ada sekitar 4.000 petambang. Pada 2012-2013, jumlah petambang lebih dari 20.000 orang.

Wakil Bupati Buru Juhana Soedradjat membacakan perintah itu dalam rapat bersama pimpinan TNI/Polri setempat, tokoh masyarakat, petambang, serta wakil dari organisasi kepemudaan dan lembaga swadaya masyarakat. Juhana didampingi Komandan Komando Distrik Militer 1506 Namlea Letnan Kolonel (Inf) Faisal Rizal dan Wakil Kepala Polres Buru Komisaris Rizal Agus Triyadi.