Wednesday, November 4, 2015

Kompas, Edisi, Rabu, 4 November 2015

Kompas Edisi Rabu 4 November 2015

BUMN Diminta Revaluasi Aset

Pemerintah Pertimbangkan Skenario Terburuk untuk PMN 2016


JAKARTA, KOMPAS — Penyertaan modal negara pada 2016 tidak dibatalkan. Namun, perusahaan badan usaha milik negara diminta merevaluasi aset untuk meningkatkan nilai kapitalisasi. Dengan demikian, perusahaan bisa mendapatkan pinjaman untuk pendanaan proyek.

Pencairan penyertaan modal negara (PMN) untuk perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) pada 2016 baru akan dibahas pada APBN Perubahan 2016. PMN di BUMN merupakan investasi yang diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai aset dan kinerja BUMN.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro memastikan PMN untuk BUMN pada 2016 tidak dibatalkan. Namun, ia juga berharap perusahaan BUMN merevaluasi aset.

”Setelah revaluasi, rasio pinjaman terhadap ekuitas akan turun sehingga korporasi bisa mendapatkan pinjaman lagi. BUMN dapat mencari dana pinjaman tiga hingga empat kali lipat untuk pendanaan proyek,” kata Bambang dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/11).


Petani Organik

Tetap Sejahtera di Era Perubahan Iklim


Tahun ini, perubahan iklim ekstrem kembali menghadirkan nestapa pangan dan kesejahteraan. Namun, bagi sebagian petani dan pembudidaya ikan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hal itu bukan alasan untuk berhenti berkarya. Lewat proses panjang, kerja keras mereka memberi contoh.

Deru mesin penggilingan padi di pabrik pengolahan Gabungan Kelompok Tani Simpatik di Kampung Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, tidak terdengar, Rabu (28/10) siang. Suara bising mesin berganti kesibukan belasan petani memindahkan ratusan kardus berisi beras organik ke truk di tepi jalan besar.

Uho Buchori (40), petani Karangjaya, Kecamatan Manonjaya, termasuk di dalam kesibukan itu. Udara lembab Tasikmalaya siang itu membuat keringatnya mengalir deras. Namun, ia terus mengangkat kardus coklat seberat 10 kilogram. "Total ada 16,8 ton untuk ekspor ke Italia," kata Uho.


Tentara Tembak Warga

Pimpinan TNI AD Menyesalkan Kejadian Itu


BOGOR, KOMPAS — Anggota Divisi Infanteri I Kostrad, Sersan Satu Yoyok Hadi, ditangkap dan ditahan polisi militer. Ia menembak mati seorang warga sipil di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum 34-16803 di Jalan Mayor Oking, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11).

 Korban adalah Marsin Jasmani alias Japra (40), warga Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang dikenal sebagai penarik ojek dan penjaga toko di Cibinong. Penembakan terjadi sekitar pukul 17.00. ”Saya mendengar suara letusan. Orang berteriak dan ternyata ada orang tergeletak,” kata Sugap, pegawai SPBU, Selasa malam.

Satu jam setelah kejadian, penyidik Polri datang untuk mengevakuasi korban dan melaksanakan olah tempat kejadian perkara. Menurut Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Suyudi Ario Seto, pelaku ditangkap dan diserahkan kepada polisi militer.