Thursday, April 14, 2016

Kompas Edisi Kamis 14 April 2016

Kompas Edisi Kamis 14 April 2016

JKN Butuh Terobosan

Potensi Defisit 2016 Sekitar Rp 7 Triliun


JAKARTA, KOMPAS — Pendanaan Jaminan Kesehatan Nasional 2016 berpotensi defisit Rp 7 triliun akibat klaim berobat lebih besar daripada penerimaan iuran peserta. Perlu terobosan untuk mengantisipasi kolapsnya pendanaan program, termasuk lewat menambah peserta pekerja formal.

Peserta pekerja formal yang umumnya sehat, produktif, dan berpenghasilan stabil berkontribusi positif menjamin keberlanjutan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Harapannya, prinsip gotong royong lebih terasa.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, defisit terjadi karena secara aktuaria besaran iuran peserta lebih rendah dibandingkan dengan biaya kesehatan yang dikeluarkan. Itu dikatakan Fachmi dalam Pemaparan Publik BPJS Kesehatan Tahun 2015, Rabu (13/4), di Jakarta.


LIGA CHAMPIONS

Pesona Filosofi Manuel Pellegrini


MANCHESTER, RABU — Manuel Pellegrini merupakan kepingan terakhir yang melengkapi evolusi Manchester City. Peracik taktik berdarah Cile itu menyemai benih permainan menyerang yang mengubah ”Manchester Biru” menjadi monster gol sejak Juni 2013.

Dia menandai musim pertamanya dengan trofi Liga Inggris yang diraih dengan elegan. City menceploskan 102 gol di Liga Inggris dan total 154 gol dalam 56 laga di semua kompetisi.

City berevolusi dari tim yang berhati-hati di era Roberto Mancini menjadi tim yang berani mengambil risiko. Suporter City menikmati evolusi ini. Mereka membentangkan spanduk wajah Pellegrini dan tulisan ”Pria Memesona Ini” saat City melibas Aston Villa 4-0 di laga kedua sebelum musim 2013-2014 usai.


LARI LINTAS SUMBAWA

Tekad Para Pelari Tak Terbendung


Sebanyak 11 pelari memulai lomba lari ultra Lintas Sumbawa sejauh 320 kilometer dari Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/4), pukul 15.54 Wita. Bendera start meletupkan tekad para pelari untuk mampu menyelesaikan lomba lari terpanjang dan terberat di Indonesia ini.

Ketika Bupati Sumbawa Barat W Musyafirin dan Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo melepas pelari, langit sudah mendung. Hujan deras pun mengguyur para pelari di sekitar kilometer 10. Namun, hal itu tak menghentikan langkah para pelari. Mereka segera memakai jas hujan dan terus berlari.

Pelari asal Ambon, Matheos Berhitu, langsung berlari kencang sejak garis start dan jauh meninggalkan pelari lain. Abdul Aziz Dermawan dari Bandung yang di awal start lari di urutan ketiga ternyata mampu menyusul Matheos dengan cepat. Matheos dan Aziz menjadi pelari pertama yang menembus kilometer 30.