Friday, April 8, 2016

Kompas Edisi Jumat 8 April 2016

Kompas Edisi Jumat 8 April 2016

Jumlah Pengidap Diabetes Terus Meningkat

Berdampak Luas pada Ekonomi


JAKARTA, KOMPAS — Jumlah penyandang diabetes melitus di sejumlah negara, termasuk Indonesia, terus meningkat. Masalah kesehatan itu membebani ekonomi penyandang diabetes serta negara. Hal itu terjadi akibat tingginya biaya kesehatan serta penurunan produktivitas penderitanya.

 Riset Kesehatan Dasar menunjukkan, kenaikan prevalensi diabetes dari 5,7 persen pada 2007 menjadi 6,9 persen (12,2 juta jiwa) pada 2014. Sementara itu, data Federasi Diabetes Internasional 2014 memperkirakan 9,2 juta pasien diabetes di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, kerugian akibat diabetes di dunia 2010-2030 mencapai 1,7 triliun dollar AS dari produk domestik bruto (PDB) global. Pada 2013, total belanja perawatan diabetes di dunia 612 miliar dollar AS atau 11 persen belanja kesehatan global. Untuk itu, WHO mengusung tema global Hari Kesehatan Sedunia tahun ini ”Beat Diabetes”. Di Indonesia, tema itu menjadi ”Cegah, Obati, Lawan Diabetes”.


PRODUK FARMASI

Obat Anestesi Bermasalah Diusut


JAKARTA, KOMPAS --- Kementerian Kesehatan melarang pemakaian obat anestesi Bupivacaine injeksi produksi PT Bernofarm untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas meninggalnya tiga pasien setelah operasi dengan memakai obat bius itu di Rumah Sakit Mitra Husada, Kabupaten Pringsewu, Lampung, dan dugaan kasus serupa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tim Kementerian Kesehatan kini menginvestigasi kasus itu.

 Larangan itu tercantum dalam surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 7 April 2016, yang ditujukan kepada direktur RS seluruh Indonesia. Surat itu ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo.

Bambang Wibowo, Kamis (7/4), di Jakarta, mengatakan, tiga pasien RS Mitra Husada, Pringsewu, meninggal setelah dioperasi, pada kurun 2-6 April 2016, diduga akibat obat anestesi Bupivacaine injeksi buatan Bernofarm. Tiga pasien tersebut yakni Supripto (62), pasien operasi tumor kaki; Reyhan Mahardika (16), operasi varikokel, pembesaran pembuluh vena di testis; dan Devi Franita (30), pasien operasi caesar.


PARIWISATA

Gili-gili, bak Gadis Cantik yang Menanti Pinangan


Dengan panjang garis pantai 2.333 kilometer dan sebaran 282 pulau, Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki banyak potensi destinasi wisata bahari. Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika merupakan salah satu potensi yang berpeluang besar dikembangkan bersama sembilan destinasi wisata prioritas di Indonesia.

Kawasan seluas 1.035 hektar di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, itu memiliki beberapa pantai menawan yang perawan, seperti Pantai Kuta, Pantai Seger, dan Tanjung Aan. Ombak besar di pantai-pantai itu cocok untuk selancar, alam bawah lautnya yang indah berpotensi untuk wisata penyelaman. Kawasan hutan dan tradisi mencari cacing nyale yang lekat dengan legenda Putri Mandalika cocok untuk ekowisata.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin, di Mataram, mengatakan, setelah macet 25 tahun, perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika pesat pada tahun ini karena mendapatkan perhatian khusus Presiden Joko Widodo. Pemerintah pusat sudah mengucurkan dana Rp 250 miliar dan menjanjikan tambahan Rp 1,8 triliun untuk pembangunan infrastruktur dan menarik investor masuk.