Tuesday, April 12, 2016

Kompas Edisi Selasa 12 April 2016

Kompas Edisi Selasa 12 April 2016

Reformasi Kejaksaan Gagal

KPK Tangkap Jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat


JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (11/4), menangkap dua jaksa karena diduga tidak membayarkan uang pengganti kerugian negara dari terdakwa ke kas negara. Penangkapan ini kurang dari dua minggu setelah KPK menangkap pejabat PT Brantas Abipraya yang ditengarai berupaya menyuap untuk menghentikan penyelidikan korupsi perusahaan itu di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi Korps Adhyaksa untuk berani melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh," kata komisioner Komisi Kejaksaan, Erna Ratnaningsih, kemarin.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif membenarkan adanya penangkapan jaksa tersebut. KPK akan menjelaskan detail kasus itu pada hari ini.


TRANSPORTASI

Rel Ganda Bisa Dorong Loncatan Ekonomi


JAKARTA, KOMPAS — Keberadaan jalur rel ganda yang sudah berumur dua tahun di pantai utara Jawa bisa menyebabkan loncatan ekonomi di kota-kota yang dilalui jalur itu. Loncatan itu bisa terjadi apabila sejumlah syarat terpenuhi.

Selama beberapa hari Kompas melakukan perjalanan di beberapa kota yang dilalui jalur rel ganda untuk melihat dampak ekonomi setelah pengoperasian jalur itu pada 2014. Beberapa kalangan yang ditemui dan dihubungi sejak beberapa pekan lalu hingga Senin (11/4) menyimpulkan, loncatan ekonomi akan terjadi apabila ada upaya untuk membuat kota memiliki pusat pertumbuhan ekonomi, pemimpin daerah yang paham transportasi, dan penambahan sarana, seperti stasiun barang.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang dikonfirmasi sepakat apabila keberhasilan kota-kota di sepanjang rel ganda memanfaatkan infrastruktur itu untuk loncatan ekonomi terkait dengan dua faktor, yaitu peran pemimpin di daerah dan keberadaan pusat-pusat ekonomi. Pemimpin daerah yang sukses karena dia memahami transportasi.


PENATAAN PASAR IKAN

Rumah-rumah yang Terlindas Zaman


Sena Surya Delima (12) memeluk adiknya erat. Di dekatnya terdapat barang-barang terbungkus kardus atau kain yang diikat seadanya. Suara alat berat yang membongkar bangunan makin dekat. Kecemasan sedari pagi, bahkan sejak berhari-hari sebelumnya, begitu mencekam kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4).

Wajar saja mereka cemas. Rumah tempat mereka berteduh selama ini sebentar lagi rata terlindas zaman.

Orang-orang berlarian. Beberapa di antaranya berteriak menyuruh aparat berseragam dan bersenjata pentungan mundur. Hari beranjak siang, bertambah terik saat suasana makin panas.

Namun, tak lama kemudian, para pihak yang berhadapan sepakat untuk tidak memperparah situasi. Kondisi pun berangsur-angsur tenang.