Sunday, April 3, 2016

Kompas Edisi Minggu 3 April 2016

Kompas Edisi Minggu 3 April 2016

Giliran Kapal Malaysia Dirompak

TNI Siap Bebaskan WNI yang Disekap Kelompok Abu Sayyaf


KUALA LUMPUR, SABTU — Perompakan disertai penculikan anak buah kapal menimpa kapal milik Malaysia di Perairan Ligitan, Malaysia, Jumat (1/4). Hingga kemarin, sejumlah 4 ABK Malaysia masih disandera, sedangkan 3 warga negara Indonesia dan 2 warga Myanmar dilepaskan.

 Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nasir, dalam keterangan pers tertulis di Jakarta, kemarin, menyatakan, kapal itu adalah kapal tunda (tug boat) berbendera Malaysia, Massive 6, milik Highline Shipping Sdn Bhd. Peristiwa itu terjadi di Perairan Ligitan pada Jumat sekitar pukul 18.15 waktu setempat.

”Seluruh ABK (anak buah kapal) yang disandera adalah warga negara Malaysia. Sementara 3 warga Indonesia dan 2 warga Myanmar telah dilepaskan,” kata Arrmanatha.


India Terbuka

Indonesia Pastikan Satu Gelar Juara


NEW DEHLI, SABTU — Dua ganda putra tim ”Merah Putih” menciptakan final sesama Indonesia di India Terbuka 2016. Pada laga puncak, Markus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan bertemu Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi, India, Minggu ini. Dengan demikian, Indonesia memastikan telah meraih satu gelar juara.

Pada semifinal, Sabtu (2/4), Angga/Ricky mengalahkan pasangan peringkat ketujuh dunia, Ko Sung-hyun/Shin Baek-cheol (Korea Selatan), 21-18, 6-21, 21-19. Bagi duo Angga dan Ricky, kemenangan ini revans terhadap kekalahan mereka dari Ko/Shin pada final Selandia Baru Terbuka, 27 Maret lalu. Ketika itu, Angga/Ricky kalah dua gim, 18-21 dan 14-21.

Kesuksesan Angga/Ricky ke final diikuti pasangan Markus/ Kevin, yang pada semifinal hari Sabtu menundukkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia), 21-15 dan 21-17. Duel ganda putra Indonesia versus Malaysia itu berjalan cukup emosional, sampai-sampai wasit mengganjar Tan Wee Kiong dengan kartu kuning sebelum gim kedua berakhir.


Gaya Hidup

Cerita Sastra dari Ruang yang Tak Biasa


Dulu, sastra hanya milik para begawan yang bersemadi di ruang-ruang sunyi, jauh dari riuh rendah duniawi. Kini, sastra menjelma dari kursi seorang ”vice president” sebuah bank nasional, peneliti, eksekutif perusahaan telekomunikasi, wakil direktur perusahaan elektronik, desainer interior, hingga pemilik warung nasi uduk di sebuah sudut Jakarta yang metropolis.

 Minggu (27/3), di Studio Tari Salihara, Jakarta. Penonton terkekeh- kekeh mendengar piawainya Anggiyandra (Anggi) memerankan tokoh Barabah yang mengomel dalam logat Betawi yang kental. Begitu juga kala mereka melihat Syakieb A Sungkar, pemeran Banio, suami Barabah yang galak, tetapi sangat lucu.

Hari itu, Anggi dan Syakieb lagi-lagi ”sukses” membawakan karakter laki-bini dari lakon Barabah karya Motinggo Busye yang mereka mainkan. Namun, tunggu dulu, bagi Anggi dan Syakieb, teater hanyalah hobi.