Tuesday, July 19, 2016

Kompas Edisi Selasa 19 Juli 2016

Kompas Edisi Selasa 19 Juli 2016
Kompas Edisi Selasa 19 Juli 2016

Imunisasi Ulang Dijamin

Presiden Joko Widodo: Benahi Tata Kelola Produk Farmasi


JAKARTA, KOMPAS — Imunisasi ulang secara bertahap mulai dilaksanakan hari Senin (18/7) bagi anak-anak yang mendapat vaksin palsu. Selain terus mendata korban kasus pemalsuan vaksin di sejumlah tempat, pemerintah juga menjamin vaksin yang digunakan asli dan stok mencukupi.

 ”Kami ulang agar para ibu tenang, anaknya mendapat vaksin yang benar,” ucap Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Senin (18/7), seusai mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau imunisasi ulang di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Semua vaksin untuk imunisasi ulang diproduksi Bio Farma, yang mengekspor vaksin ke sekitar 130 negara.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes M Subuh menegaskan, pemerintah menjamin stok vaksin mencukupi untuk imunisasi ulang bagi semua korban yang membutuhkan. Vaksin diambil dari stok untuk imunisasi rutin dan biaya operasional memakai alokasi yang ada. Anggaran vaksin nasional Rp 1,2 triliun.


TERORISME

Santoso Diduga Tertembak Mati


JAKARTA, KOMPAS — Pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur, Santoso, diduga tewas dalam baku tembak di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (18/7) petang. Dugaan itu muncul lantaran salah satu orang yang tewas tertembak memiliki ciri fisik seperti yang dimiliki Santoso.

"Informasi (yang tewas) ada tahi lalat di dahinya. Itu jadi ciri khas Santoso. Lalu ada jenggotnya juga," kata Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Tito Karnavian seusai mengikuti jamuan makan malam Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Selandia Baru John Key di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin malam.

Meski begitu, Kapolri belum bersedia memastikan bahwa Santoso telah tewas tertembak. Polri akan melakukan identifikasi terlebih dahulu untuk memastikan benar-tidaknya salah seorang yang tertembak itu Santoso. "Saya pikir jangan berspekulasi dulu. Biarkan teman-teman melakukan evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu, dibersihkan, kemudian orang yang kenal Santoso dibawa untuk ditanya, apakah betul itu Santoso atau bukan," ujar Tito.


PIALA GOTHIA 2016

Perjuangan Melelahkan di Turki


Anak-anak tim Liga Kompas Gramedia-SKF Indonesia, salah satu tim Indonesia di Piala Gothia 2016 di Swedia, melewati perjalanan dan tantangan penuh liku. Mereka telantar di bandara akibat upaya kudeta di Turki. Namun, itu tak merampas mimpi anak bangsa ini.

Mahmud Cahyono dan rekan setimnya di Liga Kompas Gramedia (LKG)-SKF merebahkan diri di lantai selasar Bandara Ataturk di Istanbul, Turki, Minggu (17/7). Tiada selimut atau bantal yang memisahkan mereka dari dinginnya lantai bandara, yang diguncang bom bunuh diri serta serangan teror pada 28 Juni lalu.

Minggu itu, anak-anak dari kelompok usia 14-15 tahun itu semestinya telah tiba di Gothenburg, lokasi Piala Gothia-turnamen sepak bola usia dini terakbar yang diikuti sekitar 1.600 tim dari 80 negara di dunia.