Monday, July 11, 2016

Kompas Edisi Senin 10 Juli 2016

Kompas Edisi Senin 10 Juli 2016
Kompas Edisi Senin 10 Juli 2016

Beban Ibu Kota Kian Berat

Kucuran Dana ke Daerah Perlu Dievaluasi


JAKARTA, KOMPAS — Beban Jakarta dan kota-kota di sekitarnya bakal kian berat dengan laju migrasi yang datang bersamaan dengan arus balik Lebaran 2016. Migrasi yang masih terjadi menunjukkan target pemerintah membangun dari pinggiran, dari daerah dan desa, belum membuahkan hasil.

Berdasarkan survei potensi pemudik tahun 2016 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan, potensi migrasi ke Jakarta dan kota-kota sekitarnya, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, yang datang bersamaan dengan arus balik, sebanyak 181.642 orang. Jumlah ini 1,38 persen lebih banyak daripada prediksi jumlah pemudik dari Jabodetabek sebanyak 13.162.458 orang.

Khusus DKI Jakarta, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Edison Sianturi memprediksi jumlah pendatang tahun ini 68.000-70.000 orang. Banyak di antaranya datang bersamaan dengan arus balik Lebaran. Prediksi jumlah itu meningkat dari rata- rata jumlah pendatang, sebanyak 58.000 orang per tahun dalam lima tahun terakhir.


LEBARAN 2016

Kepadatan Arus Balik Diperkirakan Terpecah


Arus balik ke wilayah Jabodetabek pada Lebaran 2016 diperkirakan terpecah. Selain Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7), puncak kepadatan arus balik diperkirakan terjadi akhir pekan ini seiring berakhirnya masa libur sekolah.

Hasil survei Badan Litbang Kementerian Perhubungan terhadap 6.906 rumah tangga pemudik asal Jabodetabek, puncak arus balik terpecah dua, 26 persen balik pada Minggu dan 14,9 persen pada Kamis (14/7). Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, saat berkunjung ke Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu, memperkirakan, puncak arus balik kedua terjadi akhir pekan ini, sebelum masuk sekolah.

Di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pengelola menggratiskan pembayaran di empat gardu di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama pukul 16.15-16.25 atas permintaan kepolisian. Langkah itu ditempuh karena antrean kendaraan menuju Jakarta telah mencapai 5 kilometer.


PADUAN SUARA

Nyanyian Anak-anak Nusantara Kembali Mendunia


"E... yo... heiyo... heiyo... heiyo", lengkingan suara membahana di Venesia, Italia, dan Wales, Inggris, akhir pekan lalu. Lagu "Yamko Rambe Yamko" menyempurnakan kemenangan dua paduan suara asal Indonesia di kompetisi paduan suara dunia.

Secara kebetulan, dua paduan suara anak-anak belia, The Resonanz Children's Choir (TRCC) dan Pangudi Luhur Youth Choir (PLYC), membawakan lagu daerah asal Papua tersebut. Repertoar yang diaransemen Agustinus Bambang Jusana ini mengukuhkan TRCC sebagai juara umum atau winner of grand prix di ajang Claudio Monteverdi Choral Competition 2016 di Venesia, Italia, 7-10 Juli. Dengan lagu tersebut pula, PLYC berhasil menyabet juara I Chidren's Folk Song Choir dalam Llangollen International Musical Eisteddfod di Wales, Inggris, 7 Juli.

TRCC dikukuhkan sebagai juara umum, menyisihkan kelompok lainnya, setelah lolos sebagai juara I dalam kategori A Children's and Youth Choirs. Kelompok paduan suara yang berkali-kali menjuarai kompetisi internasional ini meraih Gold Diploma Level 2 dengan poin 94,50 atau hanya selisih setengah poin dari level tertinggi.