Friday, July 22, 2016

Kompas Edisi Jumat 22 Juli 2016

Kompas Edisi Jumat 22 Juli 2016
Kompas Edisi Jumat 22 Juli 2016

Turki Darurat Tiga Bulan

Erdogan Curiga Negara Lain Terlibat Kudeta Gagal


ISTANBUL, KAMIS — Untuk menuntaskan proses perburuan tersangka komplotan kudeta gagal dan membersihkan semua organisasi teroris, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, Turki dalam keadaan status darurat selama tiga bulan. Jika situasi kembali aman, diperpendek menjadi 45 hari.

 Erdogan mengumumkan perkembangan ini setelah rapat kabinet dengan Majelis Keamanan Nasional selama 5 jam di Istana Kepresidenan, Rabu (20/7). Namun, Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus memberikan pengumuman tambahan, jika situasi kembali aman, status darurat itu bisa diperpendek hanya menjadi 45 hari. Selama status darurat itu, Pemerintah Turki berjanji tak akan melanggar hak asasi manusia dan kebebasan setiap individu warga negara.

Selama dalam situasi darurat itu, pemerintah, khususnya presiden, diperbolehkan memotong jalur birokrasi di parlemen untuk memberlakukan undang-undang baru dan membatasi atau meniadakan hak dan kebebasan rakyat. Dengan demikian, pemerintah lebih fleksibel ketika mengambil tindakan dalam menangani masalah setelah kudeta gagal, termasuk penanganan para tersangka yang kini bertambah menjadi minimal 50.000 orang. Mereka termasuk guru, dosen, pejabat pemerintah, perwira militer, dan warga sipil.


Pengampunan Pajak

Presiden Buka Saluran Telepon Khusus


MEDAN, KOMPAS — Presiden Joko Widodo meyakinkan para wajib pajak agar mau mengikuti program pengampunan pajak. Presiden bahkan membuka saluran telepon khusus, yang bisa dihubungi jika wajib pajak mempunyai keluhan terkait program pengampunan pajak.

 Nomor telepon 08112283333 itu diberikan Presiden kepada wajib pajak pada acara sosialisasi pengampunan pajak, Kamis (21/7), di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Medan, Sumatera Utara. ”Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir. Data Bapak dan Ibu tidak bisa diminta oleh siapa pun. Apabila dana itu masuk, ada penerimaan pajak sehingga banyak manfaat bagi ekonomi nasional, untuk memperkuat nilai tukar, menaikkan cadangan devisa, dan lain-lain,” kata Presiden.

Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada wajib pajak karena partisipasi selama sosialisasi pengampunan pajak sangat tinggi. Sosialisasi di Surabaya, pekan lalu, dihadiri 2.500 wajib pajak. Sementara, di Medan kemarin, acara sosialisasi dihadiri lebih dari 3.500 wajib pajak, lebih banyak dari jumlah undangan yang diedarkan.


Budidaya Kakao

Petani Menikmati Buah Ketekunan


Abdul Wahab (39), petani di Desa Barra, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, semringah saat ditemui di kolong rumah panggungnya. Sembari memberi makan sapinya, Wahab bercerita dengan wajah penuh senyum.

 Alhamdulillah, panen kakao makin bagus. Produksi meningkat, kualitas juga lebih bagus dengan biji-biji kakao yang lebih besar. Harganya pun bagus,” kata Wahab berseri.

”Bersyukur tiga tahun lalu saya ikut program peremajaan kakao. Saya tidak mengganti tanaman dengan yang baru, tapi melakukan sambung samping,” kata Wahab.