Friday, February 5, 2016

Kompas Edisi Jumat 5 Februari 2016

Kompas Edisi Jumat 5 Februari 2016

Ketimpangan di Kota Melonjak

Kenaikan Harga Pangan Sebabkan Peningkatan Kemiskinan


JAKARTA, KOMPAS — Ketimpangan pendapatan penduduk di perkotaan melonjak. Kondisi ini terlihat pada kenaikan rasio gini perkotaan dari 0,43 pada September 2014 menjadi 0,47 per September 2015. Peningkatan ini diduga akibat urbanisasi yang semakin deras.

Rasio gini perkotaan itu lebih buruk daripada rasio gini nasional yang secara rata-rata sebesar 0,41. Kondisi sebaliknya, rasio gini di perdesaan mengalami penurunan dari 0,34 pada September 2014 menjadi 0,27 pada September tahun 2015.

Rasio gini adalah ukuran ketimpangan pendapatan secara keseluruhan yang angkanya berkisar 0 hingga 1. Angka 0 berarti pemerataan yang sempurna, sedangkan angka 1 menunjukkan ketimpangan yang sempurna. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016, rasio gini turun menjadi 0,39.


Pendidikan

Pendanaan PTN Tanggung Jawab Negara


JAKARTA, KOMPAS — Gagasan menghapus batas atas biaya kuliah di perguruan tinggi negeri mendapat penolakan. Penghapusan batas atas biaya kuliah dinilai sebagai upaya negara melepaskan tanggung jawab pada pendidikan tinggi karena mendorong perguruan tinggi negeri mencari dana dari mahasiswa.

Wacana mengkaji kembali penetapan biaya kuliah mahasiswa atau uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri (PTN) mencuat dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 2016.

Selama ini, penetapan batas atas UKT diserahkan kepada setiap PTN, yang saat ini jumlahnya 78 PTN. PTN-PTN tersebut menerima mahasiswa melalui Seleksi Nasional Masuk PTN.


Tahun Monyet Api

Penuh Kebersamaan dan Kreativitas


Tiga hari lagi, tepatnya 8 Februari 2016, Tahun Kambing Kayu yang tenang akan digantikan oleh Tahun Monyet Api yang lincah. Warga Tionghoa di Tanah Air, di Tiongkok, dan di berbagai penjuru dunia bersiap-siap menyambut tahun baru, Tahun Monyet Api yang optimistis.

Monyet diasosiasikan sebagai hewan yang memiliki sifat cerdas, ceria, kreatif, dan aktif bergerak, tetapi terkadang culas dan licik. Karena itu, monyet sering dianggap sebagai hewan yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Itu sebabnya, ada harapan berbagai masalah politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang dialami bangsa ini bisa diselesaikan pada Tahun Monyet Api ini.

Budaya Tionghoa sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Suasana keriuhan tahun baru Imlek juga mulai terasa di beberapa wilayah di Indonesia. Di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/2), diselenggarakan Pasar Imlek Semawis. Di pasar ini dimunculkan sajian terkenal di Guangdong, Tiongkok, yakni ayam garam (pesak) dengan tema "Tuk Panjang, Sedepa Jadi Sehasta".

No comments:

Post a Comment