Tuesday, August 11, 2015

Kompas, Edisi, Selasa, 11 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Selasa, 11 Agustus 2015

Pemerintah Tangani Kelangkaan Daging Sapi

Mendag Ancam Penimbun


JAKARTA, KOMPAS — Untuk mengatasi kelangkaan daging sapi, pemerintah segera mengimpor 50.000 sapi siap potong dari Australia. Sementara untuk memenuhi kebutuhan pasar sekarang ini, Perum Bulog terus melakukan operasi pasar.

Selanjutnya, untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah perlu mengoreksi pola distribusi pemberian sapi potong kepada peternak yang pada periode pemerintah sebelumnya sudah dilakukan, tetapi belum efektif dan memberikan hasil optimal untuk ketersediaan daging sapi.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil dalam keterangan pers seusai memimpin rapat koordinasi ekonomi di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (10/8) malam, mengatakan, keputusan rapat koordinasi akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Selasa, menurut rencana, dibahas dalam sidang kabinet sehingga ada keputusan yang didukung melalui sidang kabinet," kata Sofyan.

Rapat koordinasi ekonomi dihadiri sejumlah menteri terkait. Namun, ketika memberikan keterangan pers, Sofyan hanya didampingi Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel dan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti. Semula akan digelar rapat terbatas khusus membahas kelangkaan daging sapi. Namun, karena Presiden Jokowi harus menghadiri acara lain, rapat terbatas pun diubah menjadi rapat koordinasi.


Infrastruktur


Kereta Mampu Atasi Persoalan Transportasi Kota


JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah kota kini makin bergantung pada transportasi massal. Mereka tengah membangun jaringan kereta. Meski angkutan massal di sejumlah kota tengah diperbaiki dan dibangun, kereta komuter di Jakarta telah mampu mengatasi persoalan transportasi antara kota besar dan kota pendukung di sekitarnya. Kereta telah ikut menyelesaikan masalah perkotaan.

Laporan dari sejumlah kota yang dikumpulkan Kompas, Senin (10/8), menunjukkan perkembangan pembangunan dan perencanaan sistem perkeretaapian di dalam kota.

Sementara itu, beberapa kota telah terhubung dengan daerah pendukung melalui kereta komuter, seperti kereta rel listrik (KRL) dan kereta lokal. Kereta komuter Jabodetabek ini mengangkut 800.000 penumpang per hari dan ditargetkan mencapai 1,2 juta penumpang sebelum tahun 2019.

Kereta lokal sudah menghubungkan Kota Semarang, Jawa Tengah, dengan kota sekitarnya, seperti Blora, Pekalongan, dan Tegal, serta dalam waktu dekat Semarang-Ambarawa. Peminat kereta api jarak dekat di wilayah utara Jawa Tengah pun terus meningkat.


Pendidikan 


Emas, Perak, dan Perunggu untuk Negeri


Sebanyak 570 medali emas, perak, dan perunggu dipersembahkan pelajar bagi negeri. Tunggu dulu... ratusan medali itu hanya perolehan dalam 5 tahun. Lebih dari 20 tahun Indonesia mengikuti olimpiade keilmuan. Sebuah ilustrasi, betapa negeri ini kaya talenta.

Dalam kurun tahun 2010 hingga 2014, para pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama, serta sekolah menengah atas dan yang sederajat mengumpulkan medali-medali itu dari berbagai olimpiade kelas dunia, seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, astronomi, kimia, biologi, fisika, dan kebumian. Tepatnya, ada 92 emas, 221 perak, dan 257 perunggu yang diraih. Itu baru menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pencapaian itu belum berhenti. Di Magelang, Jawa Tengah, Joandy Leonata Pratama (17) menambah tumpukan medali. Dia menyumbang emas lewat Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional pada 26 Juli hingga 4 Agustus lalu. Dengan nilai tertinggi, melampaui 10 peraih medali emas lainnya, gelar Absolute Winner dan penghargaan Best Observation pun disabet Joandy.