Thursday, August 27, 2015

Kompas, Edisi, Kamis, 27 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Kamis, 27 Agustus 2015

Dana Desa Masih Tersumbat

Menteri, Bupati, Wali Kota Perlu Ambil Langkah


JAKARTA, KOMPAS — Penyaluran dana desa tahun 2015 sebesar Rp 20,77 triliun untuk 74.093 desa masih tersumbat. Puluhan ribu desa belum menerima sepeser pun. Selain menggembosi daya tumbuh ekonomi, gagasan membangun dari pinggiran juga belum sepenuhnya terwujud.

Pemantauan Kompas di sejumlah desa di Maluku Tenggara Barat, Maluku, misalnya, hingga Rabu (26/8), dana desa belum diterima.

Kepala Desa Lorulun Firminus Torimtubun mengatakan sudah menyelesaikan dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pencairan dana desa sejak dua minggu lalu dan telah mengirimkannya kepada Camat Wertamrian. Dokumen itu, antara lain, adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).


IHSG dan rupiah

Lepas Dollar AS untuk Bantu Perekonomian


JAKARTA, KOMPAS — Kebijakan moneter bank sentral Tiongkok menurunkan suku bunga acuan meningkatkan risiko di negara kawasan Asia. Penurunan suku bunga acuan itu untuk mendorong konsumsi domestik Tiongkok. Kombinasi devaluasi yuan, yang sudah dilakukan sebelumnya, dan penurunan suku bunga acuan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, nilai tukar rupiah Rp 14.102 per dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan Reuters.com, rupiah diperdagangkan di pasar spot pada Rp 14.070-Rp 14.123 per dollar AS. Menurut ekonom pasar global Bank Permata, Joshua Pardede, Rabu (26/8), penurunan suku bunga acuan bank sentral Tiongkok akan melemahkan nilai tukar yuan terhadap dollar AS. Nilai tukar mata uang negara-negara Asia, termasuk rupiah, terseret turun.

IHSG menguat


Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo, Rabu, bertemu pimpinan DPR di Senayan, Jakarta. Ia mengimbau pengusaha rela melepas mata uang dollar AS. Dengan demikian, dollar AS dalam negeri tetap tersedia dan perekonomian dalam negeri terbantu. Ini terkait dengan transaksi berjalan Indonesia yang masih defisit 4,477 miliar dollar AS pada triwulan II-2015 atau 2,05 persen produk domestik bruto.