Friday, August 14, 2015

Kompas, Edisi, Jumat, 14 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Jumat, 14 Agustus 2015

Strategi Besar Perlu Disiapkan Pemerintah

Pengusaha agar Bahu-membahu


JAKARTA, KOMPAS — Sehari setelah perombakan kabinet, Indeks Harga Saham Gabungan naik dari penurunan sebelumnya (rebound). Namun, pemerintah harus menyiapkan rencana dan strategi besar, terutama dalam mengantisipasi tantangan ekonomi ke depan.

Kemarin, Kamis (13/8), IHSG ditutup 104,76 poin (2,34 persen) ke level 4.584,25. Namun, kenaikan indeks ini belum cukup menutup penurunan pada Rabu (12/8), yang terjun 3,1 persen.

Investor asing juga masih melepas saham-saham mereka. Penjualan bersih Rp 1,17 triliun sepanjang hari kemarin. Dengan demikian, investor asing tinggal menyisakan pembelian bersih Rp 337 miliar sejak awal tahun ini.

Pada Rabu, Presiden Joko Widodo mengangkat Darmin Nasution, mantan Gubernur Bank Indonesia yang juga Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, menjadi Menteri Koordinator Perekonomian, menggantikan Sofyan Djalil. Rizal Ramli, Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Dwisuryo Indroyono Soesilo.


Anugerah Kota Cerdas Indonesia

Surabaya Raih Penilaian Tertinggi


JAKARTA, KOMPAS — Kota Surabaya meraih penilaian tertinggi dalam Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015 yang digelar harian Kompas bersama Institut Teknologi Bandung dan Perusahaan Gas Negara. Selain di bidang lingkungan, ibu kota Provinsi Jawa Timur itu juga menduduki peringkat pertama kota cerdas untuk kategori kota dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa.

Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyerahkan piala kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada acara Penganugerahan Kota Cerdas Indonesia 2015 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (13/8) malam. Hadir antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Lilik Oetama dan Rikard Bagun, serta sejumlah wali kota dari seluruh Indonesia.

Pada kategori kota dengan penduduk 200.000 jiwa atau kurang, Magelang menempati peringkat pertama, disusul Madiun, Bontang, Mojokerto, dan Salatiga. Penghargaan kota cerdas dengan penduduk 200.000 jiwa hingga 1 juta jiwa berturut-turut diraih Yogyakarta, Balikpapan, Surakarta, Pontianak, dan Malang.


Mendorong Inklusi Tanpa Henti


Terminologi inklusi keuangan identik dengan sektor keuangan. Di Indonesia, tanggung jawab soal inklusi keuangan seolah tereduksi, hanya melekat pada otoritas lembaga keuangan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Darmin Nasution.

Cita-cita inklusi keuangan merasuki Darmin saat menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2010-2013. Setelah tak lagi menjabat Gubernur BI, impian itu terbenam dalam pemikiran Darmin di tengah aktivitasnya di sejumlah lembaga, seperti Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia.

Saat dilantik sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, Rabu (12/8), cita-cita itu seolah bersemi kembali. Darmin ingin memberikan sumbangsihnya untuk mewujudkan inklusi keuangan yang masih jauh dari harapan.

Sehari setelah dilantik, Kamis, Kompas mendapat kesempatan mewawancara Darmin. Selama 59 menit, Darmin menuturkan pemikiran, kegelisahan, dan cita-citanya. Berikut petikannya.

Lima besar untuk kategori kota berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa adalah Surabaya, Tangerang, Bandung, Depok, dan Semarang. Penyelenggara juga memberikan penghargaan untuk kota cerdas kategori ekonomi kepada Kota Magelang, kategori sosial kepada Kota Madiun, dan kategori lingkungan kepada Kota Surabaya.