Sunday, August 16, 2015

Kompas, Edisi, Minggu, 16 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Minggu, 16 Agustus 2015

Wapres Ingatkan MK soal Sengketa

"Hilangnya" Rekomendasi PAN Goyahkan Pilkada


JAKARTA, KOMPAS — Pemilihan kepala daerah secara serentak pada 9 Desember 2015 diperkirakan dapat mengundang ketidakpuasan peserta pilkada yang berujung pada sengketa di Mahkamah Konstitusi. Untuk itu, Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengingatkan MK untuk mengantisipasi sengketa hasil pilkada yang akan diterima.

"MK harus mempersiapkan hakim, staf, dan sarananya. (Sengketa yang muncul) Ini pasti bersamaan dan harus (selesai) 45 hari. Jadi, betul-betul ini namanya harus kerja nasional, harus lembur terus-menerus," kata Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Sabtu (15/8), di sela-sela pembukaan simposium internasional yang digelar MK.

Simposium yang diikuti 17 negara itu juga dihadiri Ketua MK Arief Hidayat, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Ketua MPR Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan/Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejauh ini, pilkada serentak akan diikuti oleh 265 provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Pelaksanaan pilkada di empat daerah terpaksa ditunda menjadi Februari 2017 karena baru ada sepasang calon kepala daerah yang resmi mendaftarkan diri meski masa pendaftaran calon sudah diperpanjang tiga kali.


Bulu tangkis

Hendra/Ahsan Emban Asa ”Merah Putih”


JAKARTA, KOMPAS — Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015. Mereka mengemban asa ”Merah Putih” untuk juara setelah menaklukkan ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, 21-17, 21-19, di semifinal, Sabtu (15/8).

 Pada laga puncak yang akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, Hendra/Ahsan akan menghadapi tandem Tiongkok, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, yang menyingkirkan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang) 21-16, 21-23, 22-20.

Hendra/Ahsan sudah empat kali berhadapan dengan Liu/Qiu. Ganda putra terbaik di Tanah Air itu menang dalam dua pertemuan terakhir, yaitu di Hongkong Terbuka 2014 dan Kejuaraan Asia tahun ini.


EKOSISTEM LAUT

1 Juta Terumbu Karang Ditanam


SABANG, KOMPAS — Pemerintah melalui Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menanam 1 juta terumbu karang bertema "Save Our Littoral Life" secara serentak di Indonesia, termasuk di Pulau Weh, Sabang, Aceh, Sabtu (15/8). Kegiatan itu menjadi satu upaya menyelamatkan ekosistem laut, terutama terumbu karang, yang kini kritis. Adapun menjaga kelestarian laut menjadi kunci pembangunan ekonomi.

Penanaman dilakukan serentak di lahan seluas 100 hektar di 51 lokasi di seluruh Indonesia. Selain di Pulau Weh, ratusan penyelam dari warga, anggota TNI Angkatan Laut (AL), dan pejabat menanam terumbu karang di perairan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara; Pantai Tiga, Ambon, Maluku; dan perairan Brondong, Lamongan, Jawa Timur.

Di Pulau Weh, sekitar 10.200 terumbu karang ditanam di kedalaman 5 meter-10 meter di kawasan Pantai Gapang. Acara itu ditandai dengan konferensi video dengan Presiden Joko Widodo. Presiden menegaskan, Gerakan Nasional Penyelamatan Terumbu Karang itu adalah bagian dari menyambut Hari Ulang Tahun Ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia.