Saturday, August 29, 2015

Kompas, Edisi, Sabtu, 29 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Sabtu, 29 Agustus 2015

Komunikasi Jadi Kunci Efektivitas Kebijakan

Selesaikan Persoalan Persepsi


JAKARTA, KOMPAS — Komunikasi menjadi faktor penting dalam rencana pengguliran kebijakan pemerintah. Komunikasi efektif perlu hadir, baik dalam interaksi di dalam pemerintahan, seperti antara presiden dan para menteri, maupun antara pemerintah dan pelaku usaha.

Melalui komunikasi itu akan muncul masukan dan pendapat sebelum sebuah kebijakan diterbitkan. Dengan demikian, kebijakan bisa tepat sasaran.

Hal ini berkaitan dengan paket kebijakan ekonomi yang sedang disiapkan pemerintah untuk menjawab pelemahan ekonomi global. Paket kebijakan itu diharapkan menggerakkan perekonomian nasional dan mendorong valuta asing masuk kembali ke Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Industri Pengolahan Makanan dan Komoditas Strategis Juan Permata Adoe saat berkunjung ke Redaksi Kompas, di Jakarta, Jumat (28/8), menyebutkan, komunikasi diperlukan agar tidak terjadi salah paham dalam menghadapi suatu persoalan. Komunikasi itu termasuk dengan pengusaha.

BURUH BERTAHAN

Pilih Mandiri ketimbang ”Berjudi”


Tidak ingin terlalu lama terpuruk, mereka mencoba bangkit dengan tangan sendiri. Tidak ingin ”berjudi”, mereka memilih untuk mandiri.

Asep Sutrisna (40), warga Rancabentang, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, bergegas meninggalkan pabrik tempatnya bekerja menuju ke rumahnya. Jarum jam tepat menunjukkan pukul 12.00.

Tak ada makan siang pada jam istirahat itu. Semalam, ia sudah berjanji bertemu Nia Rusmiati (31), tetangganya, untuk menyerahkan upah pengemasan keripik pisang selama seminggu terakhir. Tiba di rumah sekitar 10 menit kemudian, Nia sudah menanti. Dia membawa setumpuk kemasan keripik pisang berukuran 5 sentimeter (cm) x 7 cm. ”Hatur nuhun, Pak,” kata Nia saat menerima uang Rp 102.000 dari Asep. Uang itu cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga anaknya saat suaminya belum mendapatkan tawaran pekerjaan.

LIGA CHAMPIONS

Klub "Gurem" Bersaing di Liga Kasta Tertinggi


NICOSIA, KAMIS — Stanimir Stoilov, pelatih klub FC Astana, meloncat kegirangan saat Nemanja Maksimovic menjebol gawang APOEL Nicosia, enam menit jelang berakhirnya laga putaran kedua play off Liga Champions, Kamis (27/8), di Stadion Neo GSP, Nicosia, Siprus. Gol penyeimbang oleh Maksimovic mengubah skor menjadi 1-1 dan memastikan klub asal Kazakhstan itu lolos ke fase grup Liga Champions.

Astana unggul dengan agregat 2-1 atas APOEL Nicosia sehingga menjadi klub Kazakhstan pertama yang lolos ke babak utama Liga Champions. Keberhasilan itu langsung membuat semua warga di Astana larut dalam sorak-sorai.

"Sulit menggambarkan betapa pentingnya laga kemarin malam untuk pembangunan sepak bola dan olahraga di seluruh Kazakhstan," kata Darhan Kaletaev, Ketua Dewan Komisaris FC Astana, Kamis, di Astana. Juara Liga Kazakhstan itu akan bertemu Atletico Madrid (Spanyol), Benfica (Portugal), dan Galatasaray (Turki) di Grup C. Atletico runner-up Liga Champions 2013/2014. Benfica klub elite Portugal dan dua kali juara Piala Eropa di era 1960-an. Galatasaray juara Piala UEFA 2000.