Sunday, August 9, 2015

Kompas, Edisi, Minggu, 9 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Minggu, 9 Agustus 2015

Pemerintah Jamin Stok Beras Aman


Tingkatkan Koordinasi Antarlembaga


SUKOHARJO, KOMPAS — Pemerintah menjamin stok beras dalam kondisi aman meski ada fenomena El Nino yang menyebabkan iklim kekeringan. Meski demikian, sejumlah pihak menilai, koordinasi antarlembaga yang mengurusi pangan perlu lebih ditingkatkan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan, ada proyeksi bahwa kekeringan akibat El Nino makin menguat hingga produksi pertanian akan turun.

Namun, pemerintah terus berupaya mengatasi kekeringan tersebut dengan memberikan akses air yang lebih baik bagi masyarakat. Upaya yang telah dilakukan, antara lain, membuat embung dan membagikan lebih banyak pompa air.

Pemerintah juga terus memperkuat cadangan beras Bulog melalui penyerapan produksi dari petani. Sementara kebijakan impor beras belum diambil.


Bencana Alam


Topan Soudelor Bergerak ke Tiongkok


SHANGHAI, SABTU — Setelah menghantam Taiwan dan menyebabkan lima orang tewas, Topan Soudelor pada Sabtu (8/8) terus bergerak menuju Tiongkok. Otoritas di Fujian dan Zhejiang, provinsi di pesisir timur Tiongkok, telah mengevakuasi sekitar 250.000 orang menjelang kedatangan topan itu.

Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok (NMC) memprediksi Soudelor akan mencapai Fujian, tepatnya di kawasan antara kota Fuzhou dan Xiamen. Pada Sabtu sore, angin kencang dan hujan deras menghajar pantai timur Tiongkok. Terjangan angin kencang itu dilaporkan telah merusak tanaman para petani. Saat itu, inti topan masih berada sejuah 125 kilometer dari Fujian.

Diperkirakan, Soudelor mencapai Tiongkok pada Sabtu malam. "Air keran telah berhenti. Listrik padam. Saya bersembunyi di rumah dan takut untuk pergi ke luar," kata Pan Danyun, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kota Fuzhou, Fujian, kepada AFP.


Guru Besar


Ekonomi Kreatif Makin Strategis


DEPOK, KOMPAS — Posisi sektor ekonomi kreatif akan semakin penting bagi masa depan perekonomian Indonesia. Ekonomi kreatif menjadi penting dan strategis karena tulang punggung perekonomian yang selama ini menjadi andalan tidak bisa diandalkan secara berkelanjutan.

Krisis global pada 2008-2009 merupakan akhir dari ekonomi berbasis komoditas. Sementara pendekatan industrialisasi dengan membangun sumber daya dari hulu sampai hilir sudah tidak memadai lagi.

"Ekonomi kreatif adalah kekuatan baru ekonomi yang tumbuh di Indonesia untuk menjawab tantangan globalisasi dan mencapai pembangunan berkelanjutan," kata Mari Elka Pangestu pada pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Tidak Tetap Bidang Ekonomi Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8).