Sunday, September 18, 2016

Kompas Edisi Minggu 18 September 2016

Kompas Edisi Minggu 18 September 2016
Kompas Edisi Minggu 18 September 2016

Perilaku Korupsi Tak Berubah

Komisi Pemberantasan Korupsi Tangkap Ketua DPD Irman Gusman


JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menangkap tangan pimpinan lembaga negara. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman ditangkap Sabtu (17/9) dini hari di Jakarta. Penangkapan Irman menunjukkan pemberantasan korupsi di Indonesia belum berdampak.

Peristiwa ini kian menunjukkan potret buruk pejabat yang mestinya dipercaya sebagai penyampai aspirasi rakyat. "Kasus ini menunjukkan, sampai hari ini tidak ada perubahan yang sangat signifikan di negara kita dalam hal perilaku korup," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang di Yogyakarta.

Irman menjadi pimpinan lembaga negara kedua yang ditangkap KPK. Pada 2013, Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar juga ditangkap di rumah dinasnya seusai menerima uang 284.050 dollar Singapura dan 22.000 dollar Amerika Serikat untuk mengurus perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Akil juga diketahui mengurus sengketa Pilkada Lebak, Banten. Belakangan, Akil diketahui disuap untuk mengurus pemenangan pihak yang bersengketa dalam sejumlah pilkada di MK.


Pembukaan PON

Sarana Olahraga Baru Jadi Warisan PON 2016


BANDUNG, KOMPAS — Beberapa sarana baru olahraga, termasuk sejumlah stadion sepak bola, menjadi manfaat paling awal PON Jabar 2016. Ketua Umum PB PON Jabar 2016 yang juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan, sebelumnya Jabar hanya memiliki satu stadion berstandar FIFA, yakni Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung.

 "Kini Jabar memiliki empat stadion baru, yakni Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), tempat kita semua berada kini (Sabtu malam), lalu Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor, Stadion Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi, dan Stadion Patriot di Kota Bekasi," kata Aher, panggilan Gubernur Jabar, pada pembukaan PON Jabar 2016 di Stadion GBLA, Sabtu malam.

PON Jabar 2016 dibuka Presiden Joko Widodo yang hadir bersama Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo. Hadir juga Menpora Imam Nahrawi.


Kuliner

Beribu-ribu Kilometer untuk Masakan Indonesia


Dari negeri yang jauh, mereka rela menempuh jarak beribu-ribu kilometer mencapai Indonesia "hanya" untuk mencicipi berbagai masakannya, mulai dari nasi liwet, sate lilit, sampai lawar. Tarif tur kuliner ribuan dollar Amerika Serikat pun ditebus dengan sukacita. Mereka memamah bentuk lain narasi Indonesia lewat masakan, yang di negerinya sendiri kurang diperlakukan strategis.

"I don't wanna go. I'm not leaving...!" Beatriz Rodriguez berseru setengah merajuk dan bercanda. Ia enggan beranjak walau jamuan telah kelar. Ia malah memain-mainkan sendok di piring bekas sajian menu penutup yang bikin heboh, explodeng atau explode podeng ice. Menu yang digagas dari jajanan populer es podeng, yang kemudian disajikan dengan teknik khusus sehingga menciptakan atraksi ledakan dari letupan-letupan biang es.

Beatriz adalah salah satu dari 11 peserta tur kuliner Wongso Peterson Culinary Tour. Tur kuliner internasional yang diselenggarakan oleh penggiat masakan Indonesia, William Wongso, pendiri organisasi Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI), bekerja sama dengan Joan Peterson, penulis asal AS yang dikenal dengan serial buku kuliner dunia bertajuk Eat Smart. Para foodies ini-istilah yang disematkan kepada petualang kuliner-datang dari AS dan Australia. Uniknya, semuanya perempuan yang sudah cukup berusia lanjut, dari sekitar 50 tahun hingga 70 tahun.