Thursday, September 8, 2016

Kompas Edisi Kamis 8 Septermber 2016

Kompas Edisi Kamis 8 Septermber 2016
Kompas Edisi Kamis 8 Septermber 2016

Keamanan Obat Tak Terjamin

Obat Kedaluwarsa Beredar Luas


JAKARTA, KOMPAS — Obat ilegal yang ada di pasaran tak hanya beredar di jalur tak resmi, tetapi juga ada di toko obat dan apotek rakyat. Lemahnya pengawasan sarana distribusi menyebabkan mutu, keamanan, dan kemanjuran obat tak terjamin. Masyarakat sebagai konsumen tidak terlindungi.

 Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapeutik dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Arustiyono, Rabu (7/9) di Jakarta, mengatakan, mayoritas obat ilegal beredar di jalur tak resmi dan sebagian beredar di apotek rakyat.

Obat sesungguhnya adalah produk yang distribusinya diatur ketat oleh regulasi. Pengaturannya tak bisa disamakan dengan barang konsumsi lain. Lemahnya pengawasan membuat peredaran obat ilegal tak terkendali.


Libur Panjang

9-12 September Truk Dilarang Beroperasi


JAKARTA, KOMPAS — Mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi selama libur panjang akhir minggu, Kementerian Perhubungan melarang truk barang di atas dua sumbu (jumlah roda lebih dari enam) beroperasi. Pembatasan truk itu berlaku Jumat (9/9) pukul 00.00 hingga Senin (12/9) pukul 24.00.

”Surat edaran mengenai pelarangan truk beroperasi itu sudah dibuat Dirjen Perhubungan Darat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Rabu (7/9).

Pelarangan kendaraan angkutan barang meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan (truk tempelan), kereta gandengan (truk gandengan), kendaraan peti kemas, serta kendaraan pengangkut barang lebih dari dua sumbu. ‎Pelarangan ini diberlakukan pada jalan nasional (jalan tol dan jalan non-tol) serta jalur wisata di delapan provinsi, yaitu Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.‎


Energi Alternatif

Mengelola ”Sampah” untuk Lingkungan yang Nyaman


Menginjakkan kaki di tempat pembuangan akhir sampah Talangagung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, seolah memasuki sebuah taman kecil. Aneka bunga, pepohonan, dan sejumlah gazebo mewarnai kawasan seluas sekitar 4 hektar yang berada persis di tepi Sungai Metro di pinggir kota Kepanjen itu.

 Rindang pepohonan pun mampu menghalau matahari yang bersinar terik, Rabu (10/8) siang itu.

Begitu melintasi gapura tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, tamu langsung disambut jalan aspal berhotmiks mulus hingga zona pembuangan yang berada di paling ujung. Tak tercium aroma busuk. Bahkan, ceceran sisa sampah yang biasa menerobos keluar melalui sela- sela bak truk sebagaimana lazim dijumpai di TPA lain tidak tampak di sini.