Wednesday, October 28, 2015

Kompas, Edisi, Rabu, 28 Oktober 2015

Kompas Edisi Rabu 28 Oktober 2015

AS Siap Bisnis Rp 273 Triliun

Indonesia Ingin Bergabung dalam Kemitraan Trans-Pasifik


WASHINGTON DC, KOMPAS — Pemerintah dan kalangan dunia usaha Amerika Serikat mengapresiasi kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam melakukan reformasi ekonomi dalam negeri. Kepercayaan mereka tampak dalam 18 kesepakatan bisnis pada kunjungan kali ini.

Nilai dari kesepakatan bisnis itu mencapai 20,075 miliar dollar AS atau sekitar Rp 273 triliun. Nilai itu setara 2,5 kali lipat dari total investasi AS di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yakni sekitar 8 miliar dollar AS.

Dari Washington DC, wartawan Kompas, C Wahyu Haryo dan C Anto Saptowalyono, melaporkan, kesepakatan bisnis itu ditandatangani dan diumumkan dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan pebisnis pada Kamar Dagang AS di Washington DC, Senin (26/10) sore waktu setempat. Pertemuan dengan Kamar Dagang AS itu berlangsung setelah Presiden Jokowi bertemu Presiden AS Barack Obama. Malam harinya, Presiden Jokowi juga dijamu santap malam oleh Kamar Dagang AS.


Kejahatan terhadap Anak

Kekerasan Kian Mengkhawatirkan


JAKARTA, KOMPAS — Kejahatan dan kekejaman terhadap anak-anak terus terjadi dan kian mengkhawatirkan. Jika tidak ada tindakan luar biasa untuk mencegahnya, masa depan generasi penerus bangsa ini bisa kian terancam.

Belum tuntas kasus kekerasan seksual dan pembunuhan keji terhadap AAP (12), siswi madrasah tsanawiyah, di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang jasadnya ditemukan di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan lalu, polisi kembali mengungkap kasus kejahatan seksual massal terhadap belasan anak di Jakarta Selatan.

Dalam paparan kasus, Selasa (27/10), Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengungkapkan, polisi pekan lalu menahan M alias Sakur (34) atas dugaan kejahatan seksual terhadap lebih dari 15 bocah laki-laki berusia 5-12 tahun. Tindakan itu dilakukan M sejak tahun 2012.



87 Tahun Sumpah Pemuda

Energi Kreatif dari Generasi Langgas


Lagu kebangsaan memecah keheningan Indonesische Clubgebouw atau Gedung Pertemuan Indonesia di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, Selasa (27/10) pagi. Bekas pondokan pelajar milik Sie Kong Liong itu menjadi saksi saat ratusan muda-mudi menyerukan Sumpah Pemuda, 87 tahun silam.

Hasrat kebebasan dari kaum muda terbukti berhasil mengantarkan Indonesia pada gerbang kemerdekaan. Sejak awal abad ke-20, Gedung Kramat 106 itu menjadi tempat anak muda yang berjiwa nasionalis.

Di sinilah berdiri Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia, sebuah organisasi kaum muda yang menginisiasi penyelenggaraan Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober 1928. Kongres ini melahirkan Sumpah Pemuda yang berkomitmen pada satu Tanah Air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Deklarasi itu adalah simbol bersejarah yang mengukuhkan peran pemuda dari masa ke masa.