Sunday, October 25, 2015

Kompas, Edisi, Minggu, 25 Oktober 2015

Kompas, Edisi, Minggu, 25 Oktober 2015

Jangan Membuat Kegaduhan

KPU: Risma Tetap Ikut Pilkada


JAKARTA, KOMPAS — Polemik seputar penetapan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai tersangka tak akan mengganggu kepesertaan Risma dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2015. Pencalonan di pilkada hanya dapat digugurkan jika calon itu dicabut hak pilihnya oleh putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Meski demikian, langkah tegas perlu diambil terkait polemik seperti yang dialami Risma. Pasalnya, selain menimbulkan kegaduhan, hal itu juga berpotensi terjadi di tempat lain.

”Sebaiknya Presiden mencopot orang-orang yang membuat kegaduhan. Orang seperti itu layak dicopot dari jabatannya,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sabtu (24/10). Dia menambahkan, wacana penetapan Risma sebagai tersangka amat bersifat politis.



KEBAKARAN LAHAN

Penderita Asma Meninggal, Diduga Terpicu Asap


PALANGKARAYA, KOMPAS — Seorang warga di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, bernama Fridayeni Apriline (48) yang juga penderita asma meninggal, Jumat (23/10) malam. Kondisi Fridayeni kian parah diduga karena selama dua bulan terus-menerus menghirup kabut asap kebakaran lahan hingga meninggal.

"Selama asap, kakak saya mengeluh sakit dan sesak untuk bernapas. Jumat sekitar pukul 20.45, saat akan ke kamar mandi, asmanya kambuh dan terduduk lemas hingga meninggal di depan kamar mandi," kata Virgo Ujiyanto (44), adik Fridayeni, di rumah duka Jalan Sanggabuana Selatan I, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu.

Virgo menyampaikan, Fridayeni juga mengalami batuk, pilek, dan flu karena kabut asap dari kebakaran lahan tidak kunjung hilang, bahkan masuk ke dalam rumah dan kamar.

Dokter Theodorus Sapta, Kepala Bidang Pendidikan, Penelitian, Informasi RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya, mengatakan, asap bisa menjadi salah satu faktor seorang penderita asma meninggal.

"Dia sudah punya penyakit terdahulu, yaitu asthma bronchiale, kemudian karena dampak oksigen yang kurang, menjadi sesak. Keadaan itu memperburuk sehingga bisa terjadi kematian. Pencetusnya dari asap," kata Theodorus.

BUDAYA POPULER

Cuma Bahasa Slang, Jangan ”Baper”


Apakah Anda cukup akrab dengan istilah seperti LOL, LMAO, kthxbye, XOXO, BRB, YOLO, ROTFL, FTW, FYI, OMG, atau ZOMG? Dapatkah Anda mengira arti kata-kata berikut, seperti warbiyasak, gaes, gosah, ciyus, mager, baper, woles, gegara, tetiba, atau KZL? Bukan bahasa, melainkan itulah slang di jagat virtual.

 Badan sekelas Biro Investigasi Federal AS (FBI) tidak menganggap enteng bahasa slang di internet. Hingga 2014, FBI mendata ribuan istilah slang yang beredar di internet, khususnya media sosial. Bagaimanapun, teks melalui pelantar atau platform digital nyatanya melahirkan kultur siber tersendiri. Sesuatu yang bisa disyukuri, dikhawatirkan, atau bagaimana?

Jika kita kebingungan dengan semua istilah di atas, bisa jadi kita tergolong kaum kurang pergaulan dalam kehidupan virtual. Kuper sendiri slang yang sudah dipahami luas lintas generasi, baik muda maupun renta.