Friday, October 16, 2015

Kompas, Edisi, Jumat, 16 Oktober 2015

Kompas, Edisi, Jumat, 16 Oktober 2015

Formula Upah Lebih Terukur

Kebutuhan Hidup Layak Dievaluasi Per Lima Tahun


JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah mengusulkan formula sistem pengupahan yang baru sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi keempat. Pemerintah berharap usulan formula ini bisa menjamin buruh tidak jatuh pada sistem upah minimum yang murah.

"Formula ini memastikan upah buruh naik tiap tahun dengan besaran yang terukur. Semua pihak tidak perlu lagi harus membuang tenaga dan waktu panjang lebar setelah menghitung upah minimum provinsi (UMP) melalui formula itu," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution ketika mengumumkan paket kebijakan ekonomi keempat di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/10). Ikut hadir dalam pengumuman itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Pengumuman dilakukan seusai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hampir bersamaan dengan pengumuman kebijakan itu, ribuan buruh berunjuk rasa di depan Istana Merdeka.



KORUPSI

Posisi Strategis Rentan Disalahgunakan


JAKARTA, KOMPAS — Penetapan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella sebagai tersangka kasus korupsi membuktikan bahwa tujuan jangka pendek kekuasaan masih lebih menonjol dibandingkan dengan visi dan ideologi partai. Kekuasaan juga masih cenderung digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

"Nasdem menjadi bagian dari kekuasaan dan sejumlah elitenya juga menempati posisi strategis. Itu menjadi rentan disalahgunakan," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris, Kamis (15/10), di Jakarta.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rio sebagai tersangka karena dia diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengamanan perkara dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara (nonaktif) Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti.



Seni Publik

Pesan Patriotisme dari Patung Pemuda


Patung Pemuda Membangun di Bundaran Senayan, Jakarta, bakal menjadi titik peralihan dari jalan layang menuju bawah tanah sebagai jalur transportasi cepat massal Jakarta pada 2018. Karya ini, juga sejumlah patung bersejarah lain di Jakarta, adalah inspirasi bagi kebesaran bangsa.

Patung Pemuda Membangun dibuat Tim Insinyur Seniman Arsitektur, Juli 1971 sampai Maret 1972. Tim dipimpin Imam Supardi dengan penanggung jawab pelaksana Munir Pamuntjak. Demikian catatan Dinas Museum dan Pemugaran DKI Jakarta, Monumen dan Patung di Jakarta (tahun 2000). Sosok kekar yang mengangkat api menyala itu diharapkan menyuntikkan semangat para pemuda untuk terus memajukan bangsa.

Inspirasi berbeda disuguhkan patung Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka Barat, di dekat Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Seniman pembuat karya ini, I Nyoman Nuarta (64), menuturkan, patung itu digarap tahun 1987 sebagai pesanan Presiden Soeharto, sepulang dari lawatan ke Turki. "Di Turki, Pak Harto tertarik pada patung-patung yang ada di bulevar jalan," kata Nuarta, Minggu (11/10), di Bandung, Jawa Barat.